Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Michael Bambang Hartono, Bos Djarum, Tutup Usia di Usia 85 Tahun

JAKARTA, Cinta-news.com – Kabar duka menyelimuti jagat bisnis dan olahraga Indonesia. Sang pemilik kerajaan rokok PT Djarum, Michael Bambang Hartono, memutuskan untuk berpulang untuk selamanya pada hari ini, Kamis (19/3/2026). Pria yang akrab disapa Michael Hartono ini menghembuskan napas terakhirnya di Singapura tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 13.15 waktu setempat. Kepergian pria berusia 85 tahun ini jelas meninggalkan lubang besar yang sulit untuk diisi.

Kabar mengejutkan ini langsung mendapatkan konfirmasi dari Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan. Ia membenarkan duka yang kini tengah dirasakan oleh keluarga besar produsen rokok kretek terkenal itu. “Keluarga Besar PT Djarum sedang berduka cita yang sangat dalam atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,” ujarnya melalui sebuah pesan singkat yang cepat menyebar, Kamis (19/3/2026).

Bukan Cuma Juragan Rokok, Ini Dia Imperium Bisnisnya yang Bikin Tercengang!

Siapa sih yang tidak kenal dengan Michael Hartono? Bersama sang saudara, Robert Budi Hartono, ia sukses membangun Djarum menjadi salah satu imperium bisnis keluarga paling disegani di Asia Tenggara. Namun, cerita suksesnya tidak berhenti di situ. Keluarga Hartono juga menggenggam erat kendali sebagai pemegang saham utama di Bank Central Asia (BCA), bank swasta terbesar dan paling gemuk di Indonesia. Mereka mengakuisisi BCA dari keluarga Salim pasca krisis ekonomi 1998 yang memorak-porandakan perekonomian nasional. Sebuah langkah cerdas yang kemudian melambungkan nama mereka ke jajaran orang terkaya dunia.

Profil Michael Bambang Hartono: Dari Juragan Kretek hingga Atlet Nasional

Mari kita telusuri lebih dalam perjalanan hidupnya yang penuh liku dan prestasi. Michael Bambang Hartono pertama kali membuka mata di dunia pada tahun 1941 di kota kretek, Kudus, Jawa Tengah. Semasa kecil hingga remaja, ia menghabiskan waktu menimba ilmu di kampung halamannya, dari bangku SMP hingga SMA di Kudus. Rasa haus akan ilmu pengetahuannya kemudian membawanya ke bangku kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang. Di sanalah ia mulai merancang masa depannya yang cemerlang.

Memasuki era 1970-an, semangat ekspansi bisnisnya mulai berkobar. Ia tidak mau hanya diam di bisnis warisan keluarga. Dengan visi yang jauh ke depan, ia melebarkan sayap perusahaan ke berbagai sektor. Ia terjun ke bisnis pertekstilan, kemudian merambah dunia elektronik dengan mendirikan PT Hartono Electronic yang kemudian melahirkan brand terkenal, Polytron. Siapa sangka, di balik lembutnya suara perangkat elektronik di rumah-rumah kita, ada sentuhan tangannya.

Tak berhenti di situ, ia juga mengakuisisi bisnis furnitur melalui PT Ligna Furniture, lalu merambah bahan bangunan, kertas, hingga restoran. Setiap langkah bisnisnya seolah menjadi ladang emas baru yang terus menuai kesuksesan. Ia benar-benar membuktikan diri sebagai konglomerat sejati yang tak kenal lelah.

Usia 78 Tahun Bukan Halangan, Kakek Ini Justru Bawa Pulang Medali Buat Indonesia!

Namun, di balik citranya sebagai pengusaha kakap, tersembunyi jiwa kompetitif yang luar biasa, terutama dalam olahraga kartu bridge. Kecintaannya pada bridge bukan sekadar hobi biasa. Ia bahkan menjadi tokoh kunci di balik suksesnya cabang olahraga bridge masuk dalam daftar pertandingan Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta-Palembang. Berkat lobi dan dukungannya, bridge diakui sebagai cabang olahraga bergengsi.

Momen paling epik terjadi ketika Asian Games berlangsung. Di usianya yang ketika itu sudah menginjak 78 tahun, ia dengan gagahnya turun langsung ke arena pertandingan sebagai atlet. Bayangkan, seorang miliarder memilih bersaing di meja bridge, fokus memasangkan kartu demi mengharumkan nama bangsa. Hasilnya? Ia berhasil membawa pulang medali perunggu untuk Indonesia! Sebuah prestasi luar biasa yang membuktikan bahwa usia hanyalah angka.

Bonus yang diberikan pemerintah atas medali tersebut pun tidak ia nikmati sendiri. Dengan tangan terbuka, ia menyumbangkan kembali seluruh bonusnya untuk kegiatan pembinaan olahraga. Ia ingin generasi muda Indonesia terus berkembang dan berprestasi. Hingga akhir hayatnya, Michael Bambang Hartono akan selalu dikenang bukan hanya sebagai raja bisnis, tetapi juga sebagai pahlawan olahraga yang rendah hati. Selamat jalan, Pak Michael. Jasamu akan selalu dikenang.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *