Cinta-news.com – Suasana kacau balau mewarnai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sejak Minggu (15/3/2026) pagi. Puluhan bahkan ratusan penumpang pesawat menggerutu lantaran harus berdesak-desakan dalam antrean check-in dan bagasi yang mengular bak ular naga. Keluhan ini pertama kali mencuat ke permukaan setelah seorang warganet meluapkan kekesalannya di media sosial Thread, dan dengan cepat, uneg-unegnya menyulut reaksi berantai dari para pengguna lain yang bernasib sama.
Pengalaman Pahit Warganet di Tengah Hiruk Pikuk Terminal 3
Salah seorang pengguna dengan nama akun @zendriandrifin melontarkan peringatan keras kepada calon pemudik. Ia menceritakan pengalaman pahitnya di Terminal 3 saat hendak terbang dengan Garuda Indonesia. “Dengar-dengar ya, buat kalian yang mau mudik dari CGK, tolong datang 4 sampai 5 jam sebelum jadwal terbang! Jangan coba-coba datang mepet,” tulisnya dengan nada frustrasi. Ia menambahkan, “Saya sendiri antre check-in Garuda di T3 hampir dua jam, lamanya minta ampun! Nggak main-main, beneran mengular parah.” Unggahan ini sontak menjadi buah bibir dan mendapat respons cepat dari netizen lain yang mengaku mengalami mimpi buruk serupa saat menginjakkan kaki di bandara tersibuk se-Indonesia itu.
Pihak Bandara Buka Suara soal Lonjakan Penumpang Liar
Menanggapi hiruk-pikuk ini, Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah tanpa sebab. Lonjakan penumpang yang fantastis menjadi biang kerok utama. Berdasarkan data proyeksi internal, selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026, Bandara Soetta akan kedatangan tamu tak kurang dari 3 juta penumpang. Angka ini melonjak sekitar 2,22 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Artinya, setiap harinya, puluhan ribu orang lalu lalang di terminal, dan puncaknya, kepadatan itu menghajar habis area-area krusial seperti counter check-in.
Yudistiawan mengakui secara terbuka bahwa dengan gelombang manusia sebesar itu, potensi kemacetan di titik-titik layanan terminal tidak bisa dihindari. “Seiring dengan peningkatan jumlah penumpang yang drastis, kami sadar bahwa potensi kepadatan dapat terjadi di beberapa area layanan, terutama di bagian check-in,” ujarnya dalam keterangan resmi yang ia rilis pada hari yang sama. Meski situasi terlihat kacau, ia menegaskan bahwa pihaknya terus memastikan operasional bandara berjalan dengan aman dan lancar.
Langkah Antisipasi dan Imbauan Keras buat Para Pemudik
Manajemen bandara, menurut Yudistiawan, tidak tinggal diam. Mereka langsung tancap gas melakukan berbagai langkah antisipasi. Koordinasi intensif pun mereka jalin dengan pihak maskapai, ground handling, serta otoritas terkait lainnya. Mereka bergerak cepat untuk mengoptimalkan pengaturan arus penumpang dan memanfaatkan setiap jengkal fasilitas terminal semaksimal mungkin. “Kami terus berkoordinasi agar potensi antrean panjang bisa diminimalkan. Pelayanan kepada pengguna jasa harus tetap kami jaga, jangan sampai menurun,” tegasnya. Dengan kata lain, mereka tengah berjibaku di lapangan agar kekacauan ini segera terurai.
Di tengah upaya tersebut, imbauan keras pun mereka sampaikan kepada para pelancong. Biasanya, prosedur standar menyarankan penumpang untuk hadir dua jam sebelum keberangkatan. Namun, aturan main itu kini mereka ubah total. Untuk periode mudik Lebaran 2026 yang gila ini, pengelola Bandara Soetta mewajibkan penumpang untuk datang lebih awal lagi.
“Penumpang kami sarankan untuk datang lebih awal, minimal tiga jam sebelum jadwal terbang,” saran Yudistiawan dengan tegas. Alasannya sederhana: untuk mengantisipasi potensi kepadatan yang mungkin masih akan terjadi di berbagai sudut bandara. Dengan datang lebih pagi, penumpang memiliki ruang gerak dan waktu longgar untuk menghadapi antrean tanpa harus panik mengejar pesawat.
Selain soal waktu, manajemen juga mengingatkan para calon penumpang untuk melakukan riset kecil-kecilan sebelum berangkat. Mereka mendorong penumpang agar memastikan kembali jadwal keberangkatan serta terminal yang akan mereka gunakan. Kesalahan memilih terminal di saat sibuk seperti ini bisa berakibat fatal dan menambah panjang daftar masalah. Karena itu, pengecekan ulang menjadi kunci agar perjalanan tetap mulus.
Bagi para penumpang yang mungkin tersesat atau membutuhkan informasi lebih lanjut seputar kebandarudaraan, mereka tidak perlu bingung. Pengelola telah menyediakan saluran bantuan. Penumpang dapat menghubungi Call Center InJourney Airports di nomor 172. Sementara itu, untuk informasi yang lebih spesifik terkait jadwal dan status penerbangan, mereka bisa mengaksesnya langsung melalui masing-masing maskapai penerbangan. Dengan persiapan matang dan informasi yang akurat, diharapkan para pemudik bisa melewati masa-masa sibuk ini dengan selamat dan selamat sampai tujuan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











