Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Longsoran Es di Himalaya Picu Banjir Bandang, 157 Tewas dan 400 Wisatawan Hilang

Cinta-news.com – Musibah besar melanda kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026) lalu. Longsoran material batu dan lumpur yang jatuh ke sungai di kawasan Himalaya memicu banjir bandang dahsyat yang menyapu bersih apa pun yang dilewatinya.

Data terbaru mencatat sedikitnya 157 orang tewas di Nepal. Namun, yang lebih mengkhawatirkan, ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Sebagian besar dari mereka adalah wisatawan asing yang sedang berada di lokasi bencana saat kejadian berlangsung.

Saat ini, tim penyelamat Nepal masih bekerja keras melakukan pencarian dan evakuasi korban. Sayangnya, jumlah korban diprediksi akan terus bertambah karena proses pencarian masih berlangsung dan beberapa wilayah terdampak sangat sulit dijangkau oleh tim penyelamat.

400 Wisatawan Hilang, 340 di Antaranya Warga Asing!

Kementerian Pariwisata Nepal mengungkapkan data mengejutkan melalui laporan yang dikutip Reuters. Lebih dari 400 wisatawan dilaporkan hilang dalam bencana ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 340 orang merupakan warga negara asing yang sedang berlibur atau melakukan perjalanan ke kawasan tersebut.

Juru bicara Nepal Tourism Board, Sunil Sharma, memberikan rincian memilukan mengenai para korban hilang. Sebanyak 133 wisatawan yang belum ditemukan merupakan warga India yang sedang melakukan perjalanan ziarah ke tempat suci di kawasan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mencatat 47 warga Amerika Serikat, 34 warga Australia, 33 warga Inggris, dan 24 warga Kanada yang masih belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.

Pemerintah Amerika Serikat langsung merespons dengan menyatakan bahwa mereka mengetahui adanya warga negaranya yang terdampak banjir di Nepal. Pihak kedutaan pun terus memantau perkembangan situasi secara ketat.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga turut angkat bicara. Negaranya mengikuti perkembangan bencana ini dengan serius dan menyebut banjir sebagai peristiwa yang “sangat menghancurkan” bagi semua pihak yang terkena dampaknya.

Longsoran Es dan Batu Jadi Pemicu Utama!

Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan bencana mengerikan ini? Semuanya bermula ketika material berupa lumpur, batu, dan es longsor ke aliran sungai di kawasan Himalaya. Longsoran besar ini kemudian memicu gelombang banjir yang menerjang pemukiman di sepanjang aliran sungai.

Awalnya, pejabat Nepal menduga gempa bumi di kawasan tersebut kemungkinan memicu runtuhnya bagian bawah gletser. Runtuhnya gletser inilah yang kemudian menyebabkan banjir bandang yang menghancurkan.

Fakta menarik terungkap dari catatan Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ). Lembaga tersebut mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,4 terjadi sekitar tujuh menit sebelum rekaman kamera keamanan menunjukkan gelombang material menerjang kawasan perbatasan. Ini menjadi bukti kuat bahwa gempa menjadi pemicu utama longsoran.

Analisis awal citra satelit Planet Labs juga memperkuat dugaan tersebut. Citra menunjukkan longsoran es dan batu kemungkinan memicu banjir yang membawa material dalam jumlah besar ke Sungai Lhende. Lokasi longsoran diperkirakan berada sekitar 20 kilometer sebelah timur laut dari perlintasan perbatasan Rasuwagadhi antara Nepal dan China.

Rumah dan Jalan Lenyap Disapu Air Bah!

Banjir membawa lumpur dan batu dalam jumlah yang sangat besar. Material ini menghancurkan segala yang dilaluinya, termasuk permukiman warga, kendaraan, jalan raya, jembatan, dan bahkan sejumlah proyek pembangkit listrik di Nepal.

Rekaman kamera keamanan di sisi China memperlihatkan suasana mencekam. Orang-orang terlihat berlarian menyelamatkan diri sebelum aliran lumpur, batu, dan air menerjang bangunan serta kendaraan yang ada di sekitar mereka. Kecepatan air bah yang datang benar-benar tak terduga.

Di wilayah Nuwakot dan Dhading, suasana duka sangat terasa. Warga berkumpul di luar pusat pelatihan militer Nepal yang digunakan sebagai pangkalan operasi penyelamatan menggunakan helikopter. Mereka datang dengan harapan mencari informasi mengenai anggota keluarga yang hilang.

Polisi setempat pun mencatat nama-nama korban yang belum ditemukan. Menariknya, mereka melakukannya dengan bantuan cahaya dari telepon seluler karena listrik di wilayah tersebut padam total. Kegelapan malam menambah kesulitan proses pencarian.

Di sejumlah daerah terdampak, pemandangan memilukan terlihat di mana-mana. Rumah-rumah, pohon-pohon besar, dan kendaraan tertimbun lumpur tebal. Helikopter dikerahkan sepanjang hari untuk mengevakuasi korban yang berhasil selamat dari terjangan banjir.

Namun, operasi penyelamatan menghadapi kendala berat. Beberapa wilayah sangat sulit dijangkau karena akses jalan terputus total. Helikopter penyelamat dilaporkan belum dapat mendarat di Syapru Besi dan Timure, kawasan pegunungan di Distrik Rasuwa yang dihuni sekitar 50.000 orang. Debit sungai di kawasan itu pun masih berada jauh di atas kondisi normal, menambah risiko bagi tim penyelamat.

Tayangan televisi lokal memperlihatkan pemandangan yang sangat menghancurkan. Rumah-rumah yang runtuh berserakan, mobil-mobil terseret arus, dan jembatan logam yang hanyut terbawa air bah.

“Saya melihat kehancuran di mana-mana. Permukiman di sepanjang sungai benar-benar tersapu bersih. Lima kerabat saya sendiri masih hilang,” ungkap Tula Bahadur BK, seorang pekerja kesehatan di Rasuwa, kepada Reuters dengan suara bergetar.

Ratusan Turis dan Peziarah Terjebak!

Wilayah yang dilanda bencana ternyata merupakan salah satu jalur menuju Kailash Manasarovar di Tibet. Ini adalah lokasi ziarah yang setiap tahun dikunjungi ratusan umat Hindu dari India dan berbagai negara lainnya.

Karena itu, kawasan tersebut memang dipadati wisatawan dan peziarah, terutama pada periode seperti ini. Bencana datang di saat yang sangat tidak tepat ketika jumlah pengunjung sedang mencapai puncaknya.

Tak hanya di Nepal, China juga melaporkan adanya korban akibat longsoran di wilayah Gyirong, Tibet. Televisi pemerintah China melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 265 orang hilang di Gyirong. Namun, jumlah tersebut masih dalam proses verifikasi dan operasi pencarian terus dilakukan.

Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa longsoran menerjang Pelabuhan Gyirong, salah satu perlintasan perbatasan Nepal-China. Bencana ini memutus akses jalan, komunikasi, dan jaringan listrik di wilayah Shigatse secara total.

Seorang petugas penyelamat yang diwawancarai CCTV mengungkapkan bahwa tim masih berupaya menghubungi Pelabuhan Gyirong. Namun, hingga saat itu, mereka belum mendapatkan hasil apa pun. Berdasarkan pemeriksaan awal menggunakan drone, seluruh jalan menuju perlintasan perbatasan tersebut dikabarkan telah rusak parah.

Warga Negara Asing Jadi Korban!

Bencana ini tidak hanya berdampak pada warga lokal. Warga negara asing yang berada di kawasan tersebut juga menjadi korban. Korea Selatan mengungkapkan bahwa delapan warganya yang bekerja di sebuah proyek pembangkit listrik tenaga air di wilayah terdampak masih hilang hingga kini.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Kanada menyatakan terus memantau kondisi warga negaranya yang berada di Nepal. Mereka bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan para warganya.

Di India, banjir juga memicu kewaspadaan tinggi. Aliran air dari pegunungan Nepal mengarah ke wilayah utara negara tersebut, sehingga berpotensi menyebabkan banjir susulan. Peringatan banjir pun dikeluarkan untuk sejumlah wilayah padat penduduk di Uttar Pradesh dan Bihar.

Pemerintah Bihar bahkan menyatakan bahwa sekitar 5.000 orang telah dievakuasi dari enam distrik. Jumlah warga yang akan dievakuasi diperkirakan mencapai 10.000 hingga 12.000 orang. Ini menunjukkan betapa besar dampak yang ditimbulkan oleh bencana ini.

Hingga Rabu malam, tim penyelamat di Nepal dan China masih berupaya keras menjangkau wilayah yang terdampak paling parah. Jumlah korban tewas dan hilang pun masih dapat berubah seiring berlanjutnya proses pencarian. Doa dan dukungan terus mengalir bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *