Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Lomba 17-an Unik di Banjarbaru: Tangkap Ikan Sapu-Sapu, Hasilnya Mencapai 2,4 Ton!

BANJARBARU, Cinta-news.com – Sungai Kemuning di Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (22/8/2026) lalu. Ratusan warga dengan penuh semangat turun langsung ke aliran sungai untuk mengikuti lomba tangkap ikan sapu-sapu yang spektakuler. Kegiatan meriah ini sengaja digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dan siapa sangka, aksi gotong royong ini berhasil mengangkat fantastis 2,4 ton ikan invasif dari dasar Sungai Kemuning!

Bayangkan pemandangan yang begitu hidup: warga dari berbagai usia berbondong-bondong membanjiri sungai, sebagian bahkan nekat menangkap ikan hanya dengan tangan kosong. Sementara itu, peserta lainnya tampak lebih serius dengan membawa jaring angkat dan jaring serok sebagai senjata andalan mereka. Hasilnya sungguh mencengangkan, dari kegiatan yang penuh keceriaan ini, warga berhasil mengumpulkan ikan sapu-sapu sebanyak 2.418,8 kilogram atau setara dengan 2,4 ton! Jumlah yang luar biasa besar, bukan?

Camat Banjarbaru Selatan, Muhammad Firmansyah, dengan antusias menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja dirancang dengan memanfaatkan sungai sebagai lokasi perlombaan yang unik. Bukan sekadar ajang adu cepat atau adu ketangkasan, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana efektif untuk mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan. “Kami ingin memaknai kemerdekaan dengan cara yang berbeda dan bermakna,” ujar Firmansyah dengan penuh semangat.

Ratusan Warga Berburu Sapu-Sapu, Aksi Nyata Cinta Sungai

Suasana Sungai Kemuning sungguh berbeda dari hari-hari biasa. Aliran sungai yang biasanya tenang itu tiba-tiba berubah menjadi arena perlombaan yang ramai ketika ratusan warga dengan penuh semangat turun ke air. Mereka tidak menggunakan satu metode khusus untuk menangkap ikan sapu-sapu, semua cara halal mereka lakukan demi mendapatkan hasil maksimal.

Sebagian warga memilih cara paling tradisional, yaitu menangkap ikan menggunakan tangan kosong. Mereka dengan cekatan menyelam dan meraba-raba dasar sungai untuk menemukan ikan sapu-sapu yang bersembunyi di balik bebatuan atau akar pohon. Sementara itu, peserta lainnya memanfaatkan peralatan seperti jaring angkat dan jaring serok untuk menjaring ikan yang berenang di perairan yang lebih dalam.

Berbagai cara tersebut dilakukan warga selama perlombaan berlangsung, dan semua peserta tampak begitu menikmati setiap momennya. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI ini berhasil menciptakan suasana kebersamaan yang luar biasa. Tawa dan sorak sorai warga terdengar memecah keheningan Sungai Kemuning.

Setelah waktu perlombaan berakhir, semua hasil tangkapan kemudian dikumpulkan dan ditimbang dengan teliti. Total ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai 2.418,8 kilogram. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 2,4 ton ikan sapu-sapu yang berhasil diangkat dari Sungai Kemuning. Sungguh pencapaian yang membanggakan!

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Jadi Sasaran? Ini Alasannya!

Pemilihan ikan sapu-sapu sebagai sasaran perlombaan ternyata bukan tanpa alasan, dan ini menjadi bagian paling menarik dari kegiatan tersebut. Menurut Firmansyah, ikan sapu-sapu merupakan salah satu spesies ikan invasif yang keberadaannya di perairan Sungai Kemuning sudah sangat mengkhawatirkan. Ikan ini dikenal sebagai predator yang rakus dan mampu mengganggu keseimbangan ekosistem sungai.

Ikan sapu-sapu sering merusak habitat ikan asli dan memakan telur-telur ikan lain, sehingga populasinya perlu dikendalikan dengan serius. Karena itu, kegiatan yang dikemas sebagai perlombaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan emas bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi mengendalikan keberadaan ikan sapu-sapu di Sungai Kemuning.

“Yang paling penting adalah bagaimana semangat kemerdekaan kita maknai dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” tegas Firmansyah dengan lugas, dikutip dari Banjarmasin Post, Minggu (23/8/2026). Pernyataan ini jelas menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan biasa, melainkan gerakan nyata untuk menyelamatkan lingkungan.

Lebih dari sekadar menangkap ikan, warga pun diajak untuk melihat kondisi sungai sebagai bagian dari lingkungan yang perlu dijaga bersama. Mereka menyadari bahwa sungai yang bersih dan sehat akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan mereka sehari-hari. Dengan cara ini, edukasi lingkungan berhasil disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan tidak menggurui.

Sungai Kemuning Berubah Jadi Ruang Gotong Royong yang Luar Biasa

Firmansyah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga dirancang untuk mempererat hubungan antarwarga di Kecamatan Banjarbaru Selatan. Sungai Kemuning menjadi saksi bisu kebersamaan warga dari berbagai lapisan masyarakat yang berkumpul dan melakukan aktivitas bersama. Hubungan antar tetangga pun menjadi lebih erat setelah mereka bermain air dan bekerja sama menangkap ikan.

“Kami memilih kegiatan menangkap ikan sapu-sapu karena ingin mengajak masyarakat melihat bahwa sungai merupakan bagian penting dari lingkungan kita yang harus dijaga bersama,” papar Firmansyah dengan penuh keyakinan. Ia menambahkan bahwa sungai bukan hanya sumber air, tetapi juga sumber kehidupan yang harus dilestarikan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana yang sangat efektif untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Warga diajak turun langsung ke sungai untuk membersihkan lingkungan sekaligus menangkap ikan sapu-sapu yang keberadaannya perlu dikendalikan. Dengan cara ini, dua tujuan mulia bisa tercapai dalam satu kegiatan yang menyenangkan.

Sungguh luar biasa melihat bagaimana warga dengan sukarela meluangkan waktu dan tenaga mereka untuk kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendapatkan ikan sebagai hadiah, tetapi juga kepuasan batin karena telah berkontribusi dalam menjaga kelestarian Sungai Kemuning. Semangat kebersamaan ini menjadi cerminan nyata dari makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

Semangat Kemerdekaan dan Kepedulian Lingkungan Menyatu

Perlombaan menangkap ikan sapu-sapu menjadi salah satu cara kreatif warga Banjarbaru Selatan memaknai peringatan HUT ke-81 RI. Alih-alih hanya menggelar perlombaan yang bersifat hiburan semata, kegiatan tersebut sekaligus diarahkan pada kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ini adalah terobosan yang patut diapresiasi!

Dengan melibatkan ratusan warga, kegiatan di Sungai Kemuning diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif bahwa kondisi sungai merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan, tetapi setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.

Dari kegiatan tersebut, sekitar 2,4 ton ikan sapu-sapu berhasil ditangkap warga. Jumlah ini menunjukkan betapa besarnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang menggabungkan semangat kemerdekaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Ini adalah bukti nyata bahwa warga Banjarbaru Selatan memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi.

Bagi pemerintah kecamatan, jumlah tangkapan tersebut sekaligus menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan positif. Mereka berhasil membuktikan bahwa dengan semangat kebersamaan, masalah lingkungan seperti ikan invasif bisa diatasi dengan cara yang menyenangkan dan melibatkan banyak pihak. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan bisa terus digalakkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sungai.

Momen HUT RI ke-81 tahun ini pun menjadi sangat istimewa bagi warga Banjarbaru Selatan. Mereka tidak hanya merayakan kemerdekaan dengan suka cita, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan. Semangat juang para pahlawan dulu pun terasa hidup kembali dalam aksi gotong royong mereka hari ini. Selamat Hari Kemerdekaan, Indonesia! Mari kita jaga lingkungan sebagai bentuk cinta kita pada tanah air tercinta!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *