PAMEKASAN, Cinta-news.com – Sebuah kejadian mencemaskan sedang melanda para peternak di Desa Laden, Kecamatan Pamekasan. Dalam sepekan terakhir, sejumlah sapi milik warga mati secara bergiliran. Fakta ini tentu membuat hati kita miris.
Informasi terbaru yang berhasil dihimpun pada Jumat (30/1/2026) mengungkap fakta mengejutkan. Tercatat lima ekor sapi milik peternak mati dalam tujuh hari terakhir. Salah seorang warga, Abdurrahman, mengaku sapinya mati dengan tanda-tanda mirip gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Air liur sapi itu keluar sangat banyak dan kakinya mengalami luka parah.
“Sapi saya mati sudah beberapa hari yang lalu. Sejak sapi sakit, saya sudah khawatir karena tidak ada obatnya,” tuturnya pilu. Akibatnya, mereka memisahkan sapi-sapi lainnya untuk mencegah penularan. Yang lebih mencengangkan, kondisi ini terjadi hampir setiap tahun. “Saat musim hujan, kasus seperti ini pasti muncul. Padahal tidak ada sapi baru di sini,” ujarnya.
Peternak lain, Budi (39), juga membenarkan kabar ini. Menurutnya, lima sapi milik peternak mati dalam sepekan. “Pertama punya Pak Adi, lalu punya saya, kemudian milik Abdurrahman, Ulum, dan terakhir pak Ibrahim,” paparnya rinci. Bayangkan betapa paniknya mereka!
Para peternak juga mengaku belum tahu cara ampuh mengatasi sapi sakit, khususnya dengan ciri-ciri PMK. Mereka pesimis karena sapi yang terjangkit kemungkinan besar akan mati. Budi menambahkan, meski sudah berusaha maksimal, sapi-sapi itu tetap mati. Padahal sapi-sapi tersebut sudah mendapat vaksin PMK pada tahun 2024. “Kami resah saat PMK mulai menyebar. Kami harap ada tindakan nyata dari pemerintah,” keluhnya.
Dampaknya sungguh merugikan. Banyak petani mengalami kerugian finansial saat PMK menyerang. Padahal mereka mempersiapkan sapi-sapi itu untuk dijual pada momen Lebaran kurban. “PMK selalu menyerang hampir setiap tahun. Tapi belum ada obat pasti untuk menyembuhkan. Saya sering dengar PMK mudah disembuhkan,” imbuhnya frustrasi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Pamekasan, Slamet Budiharsono, akhirnya menanggapi keresahan ini. Dia menjelaskan bahwa di Pamekasan tercatat 75 sapi dengan gejala mirip PMK, meski belum positif. “Saat ada gejala, beri sapi asupan tambahan. Jaga juga kebersihan kandang. Dengan perawatan intensif, sapi pasti bisa sembuh,” katanya menenangkan.
Dia juga menyampaikan kabar baik. Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera melaksanakan vaksinasi PMK. Mereka akan memvaksin sapi-sapi yang sehat untuk mencegah penyebaran di semua kecamatan. “Kami yang harus mengendalikan situasi ini. Petugas akan lakukan vaksinasi menyeluruh sesuai jumlah vaksin yang diterima,” pungkas Slamet. Kini, semua pihak menunggu langkah konkret tersebut.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com












**biodentex**
biodentex is an advanced oral wellness supplement made for anyone who wants firmer-feeling teeth, calmer gums, and naturally cleaner breath over timewithout relying solely on toothpaste, mouthwash, or strong chemical rinses.