BALIKPAPAN, Cinta-news.com – Bencana kekeringan kini benar-benar menghantam Kota Minyak! Sebanyak 38.000 sambungan rumah pelanggan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terpaksa harus merasakan pahitnya pengurangan jam layanan air bersih. Betapa tidak, pasokan air baku dari dua sumber utama, yakni Waduk Manggar dan Waduk Teritip, terpaksa diturunkan drastis akibat kemarau panjang yang tak kunjung usai.
Kondisi memprihatinkan ini memaksa masyarakat untuk bersiap-siap menghadapi hari-hari sulit. Bayangkan, ribuan rumah tangga yang biasanya menikmati aliran air 24 jam nonstop kini harus rela menerima kenyataan pahit bahwa durasi pelayanan air mereka akan dipangkas dalam waktu yang belum bisa ditentukan.
Tinggi Air Waduk Merosot Tajam, Ancaman Kekeringan Mengintai!
Musim kemarau yang melanda wilayah Balikpapan ternyata membawa dampak yang sangat serius terhadap ketersediaan air baku. Ketinggian air di Waduk Manggar kini hanya menyentuh angka 9,1 meter, mengalami penyusutan hingga 0,9 meter dari posisi normalnya. Penurunan yang cukup signifikan ini tentu saja menjadi alarm bahaya bagi seluruh warga Balikpapan yang menggantungkan hidupnya pada pasokan air dari waduk tersebut.
Menurut pantauan tim di lapangan, kondisi Waduk Manggar terlihat sangat mengkhawatirkan. Area pinggiran waduk yang biasanya terendam air kini mulai terlihat kering dan retak-retak. Pohon-pohon di sekitar waduk pun mulai layu dan menguning karena kekurangan asupan air. Pemandangan ini tentu saja membuat siapa pun yang melihatnya merasa cemas dan khawatir akan kelangsungan pasokan air ke depan.
Tak hanya Waduk Manggar, kondisi Waduk Teritip juga tak kalah parahnya. Volume air di waduk kedua ini terus menyusut dari hari ke hari, membuat petugas PTMB harus berpikir keras untuk mencari solusi terbaik agar pelayanan kepada pelanggan tetap bisa berjalan meskipun dalam kapasitas terbatas.
Instruksi Mendadak dari BWS, PTMB Harus Tunduk!
Direktur Teknik PTMB, Muhammad Kohirudin, mengungkapkan bahwa pengurangan pengambilan air baku ini bukanlah tanpa alasan. Pihaknya menerima instruksi tegas dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda yang mulai berlaku sejak 1 September lalu. Instruksi ini mengharuskan PTMB untuk menurunkan kapasitas pengambilan air dari kedua waduk secara signifikan demi menjaga kelestarian ekosistem dan ketersediaan air jangka panjang.
“Dari Waduk Manggar, kami sebelumnya bisa mengambil air sebanyak 1.150 liter per detik,” jelas Kohirudin saat ditemui di Balai Kota pada Senin (7/9/2026). “Namun sekarang, kapasitas itu harus kita turunkan menjadi hanya 900 liter per detik. Artinya, kita kehilangan sekitar 250 liter per detik dari sumber air utama ini.”
Pasokan Air Tergerus 50 Persen, Pelanggan Teriak!
Kabar buruknya, penurunan kapasitas pengambilan air dari Waduk Teritip bahkan lebih parah lagi. Jika sebelumnya PTMB bisa mengalirkan 220 liter air per detik dari waduk ini, kini mereka hanya diizinkan mengambil separuhnya, yakni 110 liter per detik. Dengan kata lain, terjadi pengurangan hingga 50 persen yang setara dengan kehilangan 110 liter per detik.
Jika kedua sumber air ini diakumulasikan, PTMB harus rela kehilangan total pasokan air baku sebesar 360 liter per detik. Angka yang fantastis dan tentu saja berdampak langsung pada ribuan pelanggan setia mereka. Bayangkan, setiap detiknya, air yang seharusnya mengalir ke rumah-rumah warga kini harus ditahan dan dikurangi jumlahnya.
38.000 Sambungan Rumah Berteriak, Jam Layanan Dipangkas!
Tak pelak lagi, penurunan kapasitas air baku ini langsung berimbas pada pelayanan PTMB kepada para pelanggannya. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan tim manajemen, tercatat sekitar 38.000 sambungan rumah yang mengalami gangguan jam pelayanan. Jumlah yang tidak sedikit dan tentu saja menjadi pukulan berat bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan pasokan air dari PTMB.
Kohirudin dengan tegas menegaskan bahwa gangguan ini bukan berarti aliran air ke seluruh pelanggan akan terhenti total. Namun, masyarakat harus siap menerima kenyataan bahwa durasi pelayanan air yang sebelumnya berlangsung selama 24 jam penuh akan berkurang untuk sementara waktu. Ini adalah konsekuensi logis yang harus diterima mengingat kuantitas air baku yang bisa diolah oleh PTMB kini menurun drastis.
“Kami mohon masyarakat tidak panik,” ujar Kohirudin dengan nada menenangkan. “Ini hanya masalah jam pelayanan saja yang berkurang. Bukan berarti air tidak mengalir sama sekali. Kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar pelayanan tetap berjalan meskipun dalam kondisi yang terbatas.”
Imbauan Penting untuk Warga: Siapkan Tandon, Tapi Jangan Menimbun!
Menyikapi situasi kritis ini, PTMB segera mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar mulai menyiapkan tampungan air untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari ke depan. Namun, perusahaan juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan penimbunan air secara berlebihan yang justru bisa merugikan sesama warga.
“Kami mengerti kekhawatiran masyarakat,” tambah Kohirudin. “Tapi kami juga mengimbau untuk bijak dalam menyimpan air. Ambil secukupnya untuk kebutuhan 2-3 hari, jangan sampai ada yang menimbun berlebihan sehingga warga lain tidak kebagian.”
PTMB juga berjanji akan berupaya mendistribusikan air secara lebih merata agar wilayah-wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan tetap bisa mendapatkan pelayanan. Tim distribusi akan dioptimalkan untuk memastikan air bisa menjangkau seluruh wilayah pelanggan meskipun dengan jam layanan yang terbatas.
Tiga Terminal Tangki Disiagakan, Siap Melayani Warga!
Sebagai langkah antisipasi darurat, PTMB dengan sigap menyiapkan tiga terminal tangki air yang tersebar di tiga titik strategis, yakni Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Utara. Masyarakat yang membutuhkan pasokan air darurat bisa mengakses layanan ini melalui nomor kontak atau kanal komunikasi yang telah disediakan oleh PTMB.
Kohirudin menjelaskan bahwa wilayah timur menjadi perhatian utama mengingat di kawasan ini terjadi pengurangan kapasitas air baku hingga 50 persen. Untuk itu, PTMB akan memaksimalkan terminal tangki yang berlokasi di Jalan MT Haryono, tepat di depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan. Terminal ini akan difokuskan untuk melayani kebutuhan masyarakat di Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur.
Sementara itu, terminal tangki di Balikpapan Utara akan melayani wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah. Untuk Balikpapan Barat, terminal tangki akan difokuskan melayani wilayah tersebut yang sejak awal memang belum memiliki jam pelayanan maksimal dari PTMB. Adapun sebagian kebutuhan air di Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah akan mendapat dukungan pasokan dari Balikpapan Selatan.
“Inilah upaya-upaya konkret yang kami lakukan agar air masih bisa diakses oleh masyarakat Kota Balikpapan,” tegas Kohirudin dengan penuh optimisme.
Kemarau Masih Mengganas Hingga Oktober, Warga Diminta Hemat Air!
Berdasarkan prediksi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan dalam rapat terakhir, kondisi kemarau yang disertai fenomena El Nino ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Oktober 2026. Artinya, masyarakat masih harus bersabar dan beradaptasi dengan kondisi kekurangan air selama beberapa bulan ke depan.
Oleh karena itu, PTMB kembali mengingatkan agar seluruh warga menggunakan air secara bijaksana dan tidak berlebihan. Setiap tetes air sangat berharga saat ini. Masyarakat diimbau untuk tidak menyiram halaman atau mencuci kendaraan dengan air bersih yang berlebihan. Gunakan air hanya untuk kebutuhan yang benar-benar esensial seperti minum, memasak, dan mandi.
“Kami juga masih menunggu surat keterangan kondisi darurat dari Wali Kota Balikpapan,” ungkap Kohirudin. “Dokumen ini sangat penting untuk mendukung upaya mitigasi risiko yang lebih masif lagi. Dengan adanya surat dari pemerintah kota, kami bisa melakukan langkah-langkah lebih luas dan efektif dalam menangani krisis air ini.”
Masyarakat pun diharapkan tetap tenang dan saling membantu dalam menghadapi masa sulit ini. Dengan kerja sama antara PTMB, pemerintah kota, dan seluruh warga Balikpapan, krisis air ini pasti bisa dilewati bersama. Yang terpenting, jangan panik dan tetap bijak dalam menggunakan air!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
