DEPOK, Cinta-news.com – Pemandangan tak biasa terjadi di sejumlah minimarket Kota Depok, Jawa Barat. Rak-rak yang biasanya dipenuhi karung beras premium kemasan 5 kilogram kini terlihat kosong melompong. Kelangkaan ini telah berlangsung selama satu hingga dua bulan terakhir, membuat warga Depok harus gigit jari saat hendak membeli beras favorit mereka.
Berdasarkan pantauan langsung di tiga minimarket berbeda pada Senin (7/9/2026) malam, situasi ini ternyata cukup mengkhawatirkan. Para pegawai toko pun mengaku kebingungan menghadapi kelangkaan pasokan yang terjadi secara mendadak ini.
Petugas Toko Buktikan Langsung: Dua Bulan Tanpa Beras Premium!
Saat memasuki Alfamart di Jalan Raya Kartini, Depok, pemandangan berbeda langsung menyambut. Rak beras premium yang biasanya penuh dengan berbagai merek ternama kini hanya menyisakan beberapa karung beras jenis lain.
Ian, pegawai Alfamart yang sudah bekerja cukup lama di gerai tersebut, menceritakan pengalamannya menghadapi kelangkaan ini. “Baru datang sih hari ini. Sebelum-sebelumnya memang langka banget, ada kali dua bulan mah,” ujarnya sambil menggelengkan kepala saat ditemui di lokasi, Senin.
Menurut pengakuan Ian, tokonya sama sekali tidak menerima pasokan beras premium selama kurang lebih 60 hari berturut-turut. “Enggak pernah datang sama sekali. Full enggak ada beras, cuma beras merah doang yang setia menemani rak-rak kami,” ungkapnya dengan nada frustasi.
Pegawai tersebut menambahkan bahwa kondisi ini sangat mempengaruhi omzet toko, mengingat beras premium merupakan salah satu komoditas yang paling sering dicari pelanggan. “Sama pas sebulan baru datang yang beras porang, itu juga enggak keluar (tidak ada yang beli) sama sekali sih. Jadi ya percuma juga,” keluhnya.
Baru pada hari Senin kemarin, tokonya mendapatkan pasokan beras premium kembali. Namun, stok yang datang hanya satu merek saja, yakni Anak Raja ukuran 5 kilogram. Sementara itu, beras premium merek Sania, Raja, Topi Koki, dan FS masih belum tersedia di rak-rak toko.
Pasokan Beras Premium: Kapan Normalnya?
Ketika ditanya mengenai kepastian kapan pasokan akan kembali normal, Ian hanya bisa mengangkat bahu. “Enggak ada sih kepastian kapan datangnya. Semuanya tergantung dari gudang Alfamart pusat,” katanya dengan ekspresi pasrah.
Hal yang paling membuat khawatir, kelangkaan ini ternyata tidak hanya terjadi di satu gerai. Ian mengungkapkan bahwa hampir semua Alfamart di sekitar wilayah Kartini Depok mengalami nasib serupa.
“Hampir semua di semua Alfa sih yang saya datangi di sekitar sini. Hampir enggak ada semua,” jelasnya sembari mengingat-ingat pengalamannya mengunjungi gerai-gerai lain.
Meskipun stok sangat terbatas, Ian memastikan bahwa harga jual beras premium masih relatif stabil. Beras merek Anak Raja, misalnya, masih dibanderol Rp 93.500 untuk kemasan 5 kg. “Harganya masih sama kok seperti dua bulan lalu. Belum ada kenaikan,” terangnya.
Yang menarik, Alfamart Jalan Raya Kartini tidak memberlakukan pembatasan pembelian meskipun stok sedang terbatas. “Enggak ada pembatasan. Mau beli dua, tiga karung sekalipun, enggak apa-apa,” ujar Ian dengan santai.
Gerai Seberang Juga Sepi Stok! Indomaret Terapkan Aturan Ketat
Kondisi serupa ternyata juga ditemukan di Indomaret yang berada tidak jauh dari Alfamart tersebut. Virgi, pegawai Indomaret Jalan Raya Kartini, membenarkan bahwa gerainya juga mengalami kekurangan stok beras premium yang cukup parah.
Menurut Virgi, pasokan beras premium di tokonya tidak datang secara rutin selama lebih dari sebulan terakhir. “Semua Indomaret juga pada kosong. Sejak sebulan kayaknya, sebulan lebih ya,” katanya saat ditemui pada Senin malam.
Bahkan ketika stok datang, jumlahnya sangat terbatas. “Kalau pun datang cuma satu karung dan tidak pernah ada jadwal pasti. Jadi kami juga bingung,” ungkap Virgi dengan nada kesal.
Akibat stok yang sangat terbatas, beras premium yang datang biasanya langsung habis disambar konsumen. Melihat kondisi ini, pihak Indomaret pun terpaksa mengambil langkah tegas.
“Ada pembatasan pembelian sekarang. Kami batasi dua merek maksimal dan hanya satu kali transaksi,” tegas Virgi menjelaskan aturan baru yang diberlakukan.
Namun sayangnya, Virgi mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama kelangkaan stok beras premium ini. “Ya itu mah dari kantor pusat. Kalau kita mah enggak tahu-menahu masalah stok,” tukasnya singkat.
Tak Semua Gerai Sepi: Ternyata Ada yang Masih Berlimpah!
Meskipun kelangkaan terjadi di banyak gerai, ternyata tidak semua minimarket Depok mengalami nasib serupa. Saat mengunjungi Indomaret di Jalan Kemakmuran, Depok, suasana berbeda terlihat.
Putra, pegawai Indomaret di gerai tersebut, mengatakan bahwa stok beras kemasan 5 kg di tokonya masih tersedia dengan baik. “Bukan stoknya yang jarang sih. Ada, cuma memang banyak juga yang beli,” ujarnya dengan tenang.
Putra memastikan bahwa gerainya tidak mengalami kekosongan stok seperti yang terjadi di Indomaret Jalan Raya Kartini. “Biasa aja sih, maksudnya normal-normal aja. Enggak ada yang aneh,” kata dia sambil tersenyum.
Mengapa Stok Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Logisnya!
Virgi mencoba memberikan penjelasan logis mengenai perbedaan stok antar gerai minimarket. Menurutnya, setiap toko tidak selalu memiliki jenis produk yang sama, dan ini merupakan hal yang wajar dalam bisnis ritel.
“Setiap toko kan model itemnya enggak selalu sama. Ada item-item tertentu yang ada di sini, tapi belum tentu ada di toko lain,” jelas Virgi mencoba memberikan gambaran.
Faktor lain yang mempengaruhi ketersediaan stok adalah layanan pemesanan daring di masing-masing gerai. Virgi menjelaskan bahwa gerai yang memiliki pengemudi untuk mengantarkan pesanan online memiliki jangkauan layanan yang lebih luas.
“Mungkin di situ ada aplikasi online-nya. Kan kalau di toko sini enggak ada driver online-nya. Kalau ada driver online-nya kayaknya dia banyak deh stoknya, tapi dia rata-rata 10 kg,” paparnya.
“Soalnya kalau yang di toko sini 10 kg enggak masuk. Jadi setiap toko kan model item-nya enggak selalu sama,” pungkas Virgi mengakhiri penjelasannya.
Kelangkaan beras premium ini tentu menjadi perhatian serius bagi warga Depok yang sehari-hari mengandalkan komoditas ini untuk kebutuhan dapur mereka. Semoga pasokan segera kembali normal dan stabilitas harga tetap terjaga. Kita pantau terus perkembangannya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
