MAKASSAR, Cinta-news.com — Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang menghantam wilayah Sulawesi Selatan kini memicu keputusan teramat ekstrem, di mana pihak pemerintah provinsi terpaksa menghentikan total aktivitas belajar mengajar secara tatap muka selama sepekan demi menekan mobilitas warga yang kian tak terkendali.
Selanjutnya, hingga Sabtu (12/9/2026), pemandangan memprihatinkan berupa antrean panjang kendaraan yang ular-mengular sampai menutupi jalan raya masih terus memadati hampir seluruh sentra pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendadak merilis kebijakan resmi untuk menghentikan sementara proses sekolah tatap muka di seluruh tingkatan pendidikan, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Kemudian, sistem pembelajaran secara daring ini mulai berlaku secara efektif sejak Sabtu (12/9/2026) dan rencananya akan terus berjalan hingga satu pekan ke depan.
Langkah drastis ini sengaja diambil oleh otoritas pemerintah guna menekan dan mengurangi pergerakan kendaraan masyarakat di tengah kelangkaan stok BBM yang saat ini melumpuhkan berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
Mengenai keputusan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan langkah darurat ini secara langsung saat meninjau keosnya antrean panjang di salah satu SPBU Makassar pada Jumat (11/9/2026). Beliau menyatakan, “Hasil koordinasi intensif bersama sejumlah pihak menyepakati bahwa Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan resmi mengalihkan pembelajaran ke sistem daring untuk seluruh sekolah selama seminggu penuh, dan kita memang mengambil langkah tegas pembelajaran daring ini selama satu minggu.”
Selain itu, beliau juga menambahkan penjelasannya agar masyarakat tidak panik, “Proses pembelajaran anak-anak sebenarnya tetap berlangsung seperti biasa, hanya saja tidak melakukan tatap muka secara langsung. Keputusan ini sifatnya sementara waktu karena kami wajib merespons kondisi nyata di lapangan serta dampaknya yang sangat memberatkan aktivitas harian masyarakat.”
Sementara itu, fenomena antrean kendaraan yang mengular liar hingga menutup bahu jalan raya di berbagai SPBU ini rupanya sudah terjadi sejak tiga hari terakhir, sehingga memicu kemacetan lalu lintas yang amat parah.
Bahkan, kelangkaan BBM yang menakutkan ini terjadi bersamaan dengan meroketnya kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram serta musibah pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah kabupaten.
Di samping itu, maraknya aksi pemadaman listrik massal tersebut diduga kuat merupakan imbas langsung dari musim kemarau ekstrem yang memaksa tim teknis PT PLN melakukan perbaikan instalasi darurat di beberapa titik vital.
Jurus Darurat Pertamina: Pasokan Tambahan, Operasional 24 Jam, dan Pemblokiran Ribuan Nopol
Merespons situasi darurat tersebut, Pertamina langsung mengambil langkah cepat demi menjamin ketersediaan energi masyarakat di tengah kepungan antrean kendaraan yang kian membludak.
Dengan demikian, strategi penanganan krisis ini mencakup peningkatan pasokan alokasi BBM secara signifikan hingga penerapan rekayasa kelancaran jalur kendaraan di SPBU yang mengalami kemacetan paling parah.
Sejalan dengan upaya tersebut, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, pada Kamis (10/9/2026) membeberkan bahwa demi mengatasi lonjakan kebutuhan warga, pihak Pertamina mengunci keputusan untuk menambah pasokan BBM sebesar 10 hingga 15 persen dari rata-rata kuota harian normal di daerah-daerah kritis.
Tak hanya itu, Pertamina juga menerjunkan sistem pengaturan khusus berupa marshalling di SPBU yang diserbu antrean panjang, di mana petugas lapangan akan mengarahkan pengendara menuju lokasi SPBU terdekat yang kondisinya jauh lebih lengang.
Lebih lanjut lagi, sebanyak 16 SPBU strategis di Kota Makassar langsung mendapatkan perintah perpanjangan jam operasional penuh selama 24 jam non-stop.
Oleh sebab itu, jika sebelumnya hanya ada sebelas SPBU yang melayani konsumen sepanjang hari, kini total SPBU beroperasional 24 jam penuh di Kota Makassar langsung membengkak menjadi 25 lokasi.
Selanjutnya, Deny kembali menegaskan bahwa seluruh langkah penyesuaian teknis ini murni merujuk pada pemantauan real-time terhadap kebutuhan pasokan energi di lapangan.
Beliau memaparkan detail penanganannya, “Kami terus mengoptimalkan jalur distribusi berbasis kondisi aktual di lapangan, mulai dari menyuntikkan tambahan alokasi BBM, menata jalur antrean lewat marshalling, memperkuat pasokan LPG, hingga memperluas jam operasional SPBU.”
Lebih jauh, Deny menggaransi keamanan pasokan dengan menyatakan, “Kami menjamin ketersediaan stok BBM maupun LPG akan terus terjaga demi memenuhi kebutuhan dasar seluruh lapisan masyarakat.”
Di samping langkah penyaluran energi, Pertamina juga memperketat sistem pengawasan digital terhadap transaksi pembelian BBM bersubsidi agar tidak bocor ke pihak yang salah.
Hasilnya sangat mengejutkan, di mana sebanyak 6.023 nomor polisi kendaraan resmi diblokir secara permanen oleh sistem karena terbukti melakukan transaksi tidak wajar yang melanggar aturan penyaluran subsidi.
Oleh karena itu, tindakan pengawalan ketat pada setiap transaksi BBM bersubsidi kini semakin diperkuat demi memastikan penyalurannya benar-benar tepat sasaran.
Biang Kerok Antrean: Panic Buying, Sektor Logistik, dan Kepungan Hoaks Medsos
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, ikut menjelaskan bahwa kepungan antrean BBM ini dipicu oleh akumulasi beberapa faktor utama, termasuk lonjakan drastis pada angka permintaan.
Bahkan, beliau menyoroti munculnya fenomena panic buying atau aksi borong panik di tengah warga yang ikut memperkeruh suasana antrean di lapangan.
Rainier mengungkapkan data pendukungnya dilansir dari Antara Sulsel pada Kamis, “Lonjakan permintaan ini terdorong pesat oleh geliat sektor pariwisata serta aktivitas armada logistik yang memegang porsi sangat besar dalam konsumsi BBM.”
Ia juga menambahkan keheranannya atas kondisi tersebut, “Tim kami selalu menyuplai stok BBM ke seluruh SPBU tanpa henti setiap harinya, namun anehnya antrean kendaraan tetap saja terjadi dan terus memanjang.”
Menurut analisis teknis Rainier, dinamika perilaku konsumen memang menjadi salah satu variabel paling rumit yang sangat sulit untuk dikendalikan.
Sebab, para konsumen sangat mudah terprovokasi oleh simpang siur rumor di media sosial, termasuk isu hoaks seputar lonjakan harga BBM dan elpiji.
Padahal, penelusuran mendalam terhadap berbagai akun media sosial viral membuktikan bahwa tidak ada satupun unggahan resmi yang membahas rencana kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat.
Sebaliknya, konten yang mendadak viral justru dipenuhi rekaman video antrean kendaraan yang mengular berjam-jam, jeritan keluhan masyarakat, serta rumor ketatnya syarat pembelian bensin subsidi per 15 September 2026 yang diwajibkan menunjukkan STNK.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











