Tangerang, Cinta-news.com – Bayangkan gunungan sampah setinggi bukit yang terus mengeluarkan asap pekat seperti gunung berapi yang siap meletus! Itulah pemandangan mengerikan yang kini masih menyelimuti Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, yang telah memasuki hari keempat kebakarannya pada Jumat (3/7/2026).
Meskipun kobaran api terbuka sudah tidak lagi mendominasi pemandangan, kepulan asap putih keabu-abuan tetap dengan gagahnya membubung tinggi dari celah-celah gunungan sampah yang terus membara di perutnya.
Jika Anda menyaksikan langsung pada Jumat siang, Anda akan mendapati area TPA Jatiwaringin bertransformasi menjadi lautan perbukitan asap yang begitu dramatis. Gundukan sampah menjulang tinggi bagai pegunungan kecil, sementara kepulan asap terus menerobos keluar dari puncak-puncaknya seolah-olah bumi sedang menghembuskan nafas panasnya. Di beberapa sudut, Anda dapat melihat para petugas pemadam kebakaran yang dengan sigap mengarahkan selang air bertekanan tinggi ke titik-titik asap yang mencurigakan, berharap dapat mendinginkan amukan panas di bawah permukaan.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Ruslan, dengan tegas meluruskan anggapan bahwa hilangnya api besar di siang hari berarti situasi telah aman. Menurutnya, justru di sinilah letak bahaya terbesar yang mengintai!
“Kandungan gas metana di dalam perut gunungan sampah membuat bara api di bagian bawah terus menyala layaknya kompor gas raksasa, dan dari sanalah asap pekat terus dihasilkan,” jelas Ruslan dengan nada waspada saat berbincang dengan kami di lokasi kejadian, Jumat (3/7/2026).
Yang membuat situasi ini semakin mencekam, Ruslan memperingatkan bahwa kobaran api terbuka biasanya akan kembali menunjukkan taringnya saat malam hari. Mengapa demikian? Reaksi gas metana di bawah timbunan sampah menjadi semakin aktif, apalagi jika angin kencang ikut bermain dan menyulut kembali bara yang selama ini terpendam. Ini seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja!
BNPB Kerahkan Helikopter, Pertahanan Udara Dimulai!
Untuk menekan penyebaran titik api yang terus bergerilya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhirnya mengerahkan bantuan udara yang sangat krusial sejak Jumat pagi. Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk menjinakkan amukan api dari udara!
“Tadi kami dibantu oleh dua helikopter dari BNPB yang melakukan pengeboman air. Operasi dimulai sejak jam 08.00 pagi dan baru selesai sekitar jam 11.00-an. Mereka bergantian melakukan misi, dan sekarang tampaknya sedang beristirahat di Pondok Cabe,” ungkap Ruslan menjelaskan strategi perang melawan api yang melibatkan angkatan udara ini.
Mengapa Api Sulit Dijinakkan? Ini Kendala Utamanya!
Memasuki hari keempat, luas area TPA Jatiwaringin yang telah dilalap si jago merah mencapai angka mencengangkan, yakni sekitar 15 hingga 18 hektar! Bayangkan, itu setara dengan 80 persen dari total luas lahan TPA yang mencapai 33 hektar. Kebakaran ini bukanlah kebakaran biasa, ini adalah bencana skala besar yang memakan korban lahan hampir seluruhnya!
Ruslan dengan jujur mengakui bahwa luasnya area kebakaran serta sulitnya akses bagi armada darat untuk menjangkau titik api di tengah-tengah gunungan sampah menjadi kendala utama yang membuat petugas kewalahan. “Akses menuju titik api sangat sulit, dan areanya terlalu luas untuk kami jangkau dengan cepat,” keluh Ruslan.
Namun, para petugas tidak menyerah begitu saja. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran kini disiagakan di lokasi, didukung oleh operasional dari berbagai pihak yang bergotong-royong, termasuk unit pemadam kebakaran dari PLTU, Summarecon, Kota Tangerang, serta para relawan yang dengan rela mengorbankan waktu dan tenaga mereka.
50 Personel Siaga 24 Jam, Ini Kondisi Terkini Mereka!
Secara keseluruhan, Ruslan menyebut bahwa sekitar 50 personel pemadam kebakaran kini bersiaga penuh selama 24 jam penuh dengan sistem rolling yang terorganisir dengan baik. Mereka terus memantau situasi secara dinamis di lapangan, karena api bisa muncul kembali kapan saja tanpa peringatan.
Ruslan mengakui bahwa memadamkan kebakaran di area pembuangan sampah memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi dan menguras energi petugas yang telah berjaga sejak hari pertama. Namun, syukurlah, para petugas pemadam yang telah bertugas sejak hari pertama masih dalam kondisi baik dan sehat.
“Alhamdulillah, teman-teman yang dari hari pertama sampai sekarang terus bergantian secara rolling. Semua petugas sehat, termasuk saya sendiri yang juga bertahan dari hari pertama hingga saat ini,” ujarnya dengan nada lega.
Apakah Asap Ini Berbahaya? Ini Fakta Mengejutkannya!
Di sisi lain, Ruslan menjelaskan bahwa kepulan asap berskala kecil sebenarnya merupakan pemandangan lumrah yang dapat ditemui sehari-hari di kawasan TPA. Namun, kebakaran besar yang terjadi kali ini dipicu oleh rambatan cepat dari titik api kecil akibat embusan angin kencang beberapa hari lalu—sebuah pengingat betapa cepatnya bencana dapat membesar di luar kendali.
“Kalau namanya api atau asap di TPA, hampir setiap hari juga ada, hanya saja tidak sebesar ini. Kali ini sungguh luar biasa karena sebelumnya sempat terbakar kecil, tiba-tiba angin kencang datang dan langsung merembet dengan cepat menjadi kebakaran besar,” paparnya dengan ekspresi serius.
Pelajaran Penting dari Kebakaran Ini
Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi pengingat keras bagi kita semua tentang bahaya laten yang mengintai di balik tumpukan sampah yang tampak biasa. Gas metana yang terperangkap di dalam gunungan sampah adalah ancaman nyata yang tidak bisa dianggap remeh. Diperlukan penanganan serius dan terintegrasi, mulai dari pengelolaan sampah yang lebih baik hingga kesiapsiagaan bencana yang lebih matang.
Sementara itu, masyarakat di sekitar TPA diimbau untuk tetap waspada, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan segera melapor jika melihat kemunculan titik api baru yang mencurigakan.
Meskipun kobaran api terlihat mereda di siang hari, pertempuran melawan kebakaran TPA Jatiwaringin masih jauh dari kata selesai. Dengan gas metana yang terus bergejolak di perut gunungan sampah dan ancaman api yang dapat muncul kembali kapan saja, para petugas harus tetap waspada dan siaga 24 jam penuh.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk bantuan udara dari BNPB, sangatlah krusial untuk memastikan bahwa kebakaran ini dapat segera diatasi sepenuhnya. Kita semua berharap agar situasi segera pulih dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Semoga para petugas tetap sehat dan diberikan kekuatan untuk menyelesaikan tugas berat ini. Dan yang tak kalah penting, semoga kejadian ini menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan mitigasi bencana di masa depan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
