DENPASAR, Cinta-news.com – Warga Bali kini diresahkan oleh kematian puluhan ekor babi secara mendadak dalam sepekan terakhir. Isu mengejutkan ini langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai lapisan masyarakat.
60 Ekor Babi di Canggu Mati Seketika, Peternak Panik!
Sebut saja di wilayah Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, seorang peternak kehilangan 60 ekor babi kesayangannya hanya dalam hitungan hari. Betapa terpukulnya sang pemilik saat mendapati satu per satu ternaknya roboh tanpa sebab yang jelas.
Tak berhenti di situ, kisah serupa juga menimpa warga di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Dari tangan dinginnya, 26 ekor babi ikut mati mendadak. Bayangkan, total puluhan ekor babi kini bergelimpangan, dan dugaan sementara menunjukkan bahwa virus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika menjadi biang keroknya.
Ancaman ASF Mematikan, Distan Pangan Bali Cepat Ambil Tindakan!
Menanggapi situasi genting ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Provinsi Bali, Wayan Sunad, langsung angkat bicara. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak termakan hoaks,” tegasnya. Namun di balik imbauan tersebut, ia juga memperingatkan bahwa ASF adalah penyakit virus ganas yang memiliki tingkat kematian sangat tinggi pada ternak babi.
Lantas, bagaimana virus ini menyebar? Penularannya bisa terjadi dengan sangat cepat melalui kontak langsung dengan babi yang sudah terinfeksi. Selain itu, air liur, feses, sisa makanan berbahan babi (swill feeding), bahkan peralatan kandang dan manusia yang lengah bisa menjadi pembawa virus mematikan ini.
“Meski begitu, kami pastikan penyakit ini tidak menular ke manusia,” jelasnya pada Sabtu (23/5/2026). “Daging babi tetap aman dikonsumsi selama berasal dari ternak sehat dan diolah secara benar.”
Tim Kesehatan Hewan Langsung Diterjunkan ke Lokasi!
Bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Bali sungguh nyata. Tanpa membuang waktu, Distan Pangan langsung menerjunkan tim kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan lapangan sekaligus pemantauan ketat di sejumlah lokasi terdampak.
Tim tersebut tidak hanya memeriksa kondisi fisik ternak yang masih hidup, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada para peternak. Inti pesannya jelas: terapkan biosekuriti ketat di kandang! Karena hingga saat ini, vaksin ASF belum tersedia secara komersial, maka pengendalian penyakit sangat bergantung pada kebersihan kandang dan pengawasan yang disiplin.
Oleh sebab itu, peternak diwajibkan untuk rajin membersihkan kandang setiap hari. Mereka juga harus menyemprot disinfektan secara rutin, membatasi lalu lintas orang di area peternakan, serta memastikan pakan ternak dalam kondisi aman. Jangan lupa, isolasi babi baru sebelum dicampur dengan ternak lain juga wajib hukumnya!
Peringatan Keras: ASF Sudah Endemis di Bali!
Lebih lanjut, Wayan Sunada menyebutkan fakta yang tak bisa diabaikan: ASF saat ini telah menjadi penyakit endemis di Bali. Karena itu, pihaknya kembali menekankan bahwa kewaspadaan dan disiplin peternak menjadi faktor utama untuk menekan laju penyebaran virus.
“ASF memang sudah endemis di Bali, sehingga yang terpenting saat ini adalah meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam biosekuriti,” tuturnya dengan tegas. “Kami imbau peternak menjaga sanitasi kandang, batasi lalu lintas orang dan barang, serta segera laporkan jika ada ternak sakit atau mati mendadak!”
Pesan penting juga disampaikan terkait peran manusia sebagai perantara virus. Tanpa prosedur kebersihan yang benar, setiap orang yang keluar masuk kandang berpotensi menyebarkan ASF. Karena itu, semua pengunjung diwajibkan menggunakan alas kaki khusus, mencuci tangan, dan memastikan peralatan yang dibawa sudah disterilkan.
Kerja Sama Semua Pihak Diperkuat, Hoaks Jangan Disebar!
Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota terus memperkuat pengawasan lalu lintas ternak serta edukasi publik. Tujuannya jelas: mencegah penyebaran ASF semakin meluas.
“Ramainya informasi di media sosial jangan sampai memicu kepanikan atau panic selling yang merugikan peternak,” pungkasnya. “Masyarakat kami imbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jangan membuang bangkai ternak sembarangan, dan segera laporkan kepada petugas jika menemukan kematian ternak yang tidak normal!”
Dengan begitu, kewaspadaan kolektif menjadi senjata utama kita semua. Tetap tenang, disiplin, dan hanya percaya pada sumber resmi!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











