JAKARTA, Cinta-news.com – Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, secara mengejutkan mengakui sebuah fakta pahit. Ia mengiyakan bahwa citra negatif masih membayangi institusinya. Masyarakat masih sangat kuat melekatkan anggapan bahwa Bea Cukai adalah ‘sarang pungutan liar’ di benak mereka. Namun, Djaka dengan penuh semangat langsung berjanji untuk menghancurkan perspektif kelam tersebut. Ia memiliki misi yang sangat jelas: dia akan memulihkan kepercayaan masyarakat yang sempat tercabik-cabik. “Ya mungkin imej di masyarakat bahwa bea cukai adalah sarang pungli itu sedikit demi sedikit kita hilangkan,” ucap Djaka dengan tegas di Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta, Rabu (3/12/2025). Pernyataannya ini bukan sekadar omongan angin, melainkan sebuah deklarasi perang terhadap praktik buruk.
Lalu, apa yang mendasari gerakan cepat ini? Ternyata, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan arahan khusus sebagai landasan pacu. Arahan tersebut langsung memicu percepatan ‘bersih-bersih’ secara menyeluruh di internal institusi. Tekanan dari level tertinggi ini memaksa semua lini bergerak! Selanjutnya, Djaka tidak main-main dalam eksekusinya. Ia secara terbuka menyebut bahwa timnya sudah menindak tegas sejumlah pegawai yang kedapatan melakukan pelanggaran. Bahkan, ia menegaskan dengan keberanian penuh bahwa dirinya sama sekali tidak akan ragu untuk memecat pegawai yang bandel dan tidak kunjung berbenah. Tegasnya, “Harus optimis. Kalau kita enggak optimis, tahun depan selesai semua. Masa kita mau dirumahkan dan makan gaji buta? Tentu tidak,” tegasnya. Kalimat tersebut sekaligus menjadi cambuk bagi seluruh jajarannya.
Namun, Anda mungkin bertanya-tanya, apakah tenggat waktu satu tahun dari Pak Menteri itu sebuah ancaman? Djaka dengan lugas meluruskan persepsi itu. Ia menyebut bahwa deadline tersebut justru memberikan dorongan positif untuk mempercepat kinerja, bukan menjadi momok yang menakutkan. Intinya, waktu satu tahun itu memberi mereka momentum untuk membuktikan diri. Selain itu, transformasi besar ini tidak bisa mereka lakukan sendirian. Oleh karena itu, Djaka secara khusus meminta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Partisipasi publik dapat mendorong proses perbaikan ini agar berjalan lebih cepat dan efektif. Pada akhirnya, Djaka menilai bahwa kepercayaan dari masyarakat merupakan kunci utama. Kepercayaan itulah yang akan menjadi senjata ampuh untuk menghapus stigma ‘pungli’ di tubuh DJBC dan sekaligus memperkuat transformasi internal yang sedang mereka galakkan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











