Cinta-news.com – Para pengendara di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mendadak kaget bukan kepalang! Sebuah lubang raksasa tiba-tiba menganga di aspal pada Jumat (29/5/2026) pagi, tepatnya di jalur arah Depok. Karena itu, kemacetan langsung mengular panjang di kawasan tersebut. Menurut pantauan di lokasi, bagian jalan yang ambles itu berada di sisi kiri dan berhasil memakan sebagian besar badan jalan.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan aspal yang turun drastis hingga memperlihatkan tanah merah di bawahnya. Selain itu, genangan air dari saluran pinggir jalan juga ikut memenuhi area sekitar lubang, membuat pemandangan mencekam. Untuk mengatasi kondisi genting ini, petugas pun segera menurunkan alat berat guna mengeruk tanah di titik ambles. Sementara itu, ruas jalan yang masih bisa dilintasi kendaraan langsung dipasangi pelat besi oleh petugas agar pengendara tetap aman melintas.
Macet Mengular, Dua Jalur Alternatif Ikut Tersendat
Dampaknya? Macet total! Penyempitan jalan akibat amblesnya badan jalan ini langsung membuat lalu lintas di Lenteng Agung tersendat parah. Akibatnya, antrean kendaraan mengular dari pertigaan Jalan Langga Raya. Di sana, berbagai jenis kendaraan—mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, bus Transjakarta, truk gede, hingga mobil boks—semua terjebak dalam kemacetan panjang yang bikin gregetan. Setelah melintasi Stasiun Lenteng Agung, petugas mengarahkan pengendara menuju dua jalur alternatif: sisi rel kereta api dan jalur menuju SMA Negeri 38 Jakarta. Namun sayangnya, kedua jalur itu juga langsung dipadati kendaraan. Hasilnya, sepeda motor cuma bisa merayap perlahan di sela-sela mobil, dan kepadatan kembali terjadi saat dua arus kendaraan bertemu di depan Hotel Kartika One.
Baca Juga: Terminal Leuwipanjang Gantikan Peran Cicaheum sebagai Pusat Bus Antar Kota di Bandung
Lantas, kapan jalan ini bakal diperbaiki? Ternyata, perbaikan permanen belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Menurut penjelasan dari Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, kerusakan parah di bagian bawah jalan harus ditangani lebih dulu. Kepala Sudin Bina Marga Jaksel, Rifki Rismal, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan tim di lapangan menunjukkan kondisi bawah jalan sudah kopong alias kosong melompong. Ia menduga, kerusakan ini dipicu oleh masalah pada saluran air yang berada di bawah jalan. Oleh karena itu, Rifki menegaskan bahwa perbaikan saluran air akan dilakukan terlebih dahulu oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan. Setelah itu, barulah pihak Bina Marga akan memperbaiki badan jalan yang ambles.
Saluran Lama Jadi Biang Kerok
Namun jangan khawatir, ada kabar baik! Suku Dinas SDA Jakarta Selatan memastikan bahwa perbaikan permanen akan mulai digarap pada Jumat malam hari. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak kemacetan yang menyiksa warga. Pasalnya, pada siang hari, fokus petugas masih diarahkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di lokasi. Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan dengan cara mengganti saluran lama menggunakan box culvert beton. Ia merinci, saluran baru tersebut memiliki lebar sekitar dua meter dengan panjang mencapai 16 meter. Santo pun optimistis, proses pengerjaan ini diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga hari saja. “Kita percepatan dua sampai tiga hari, kita usahakan selesai salurannya diperbaiki,” ujarnya dengan tegas.
Lantas, apa pemicu amblesnya Jalan Lenteng Agung? Dinas SDA menduga kuat, kejadian ini berkaitan dengan saluran penghubung (PHB) UI yang berada tepat di bawah ruas jalan tersebut. Santo mengungkapkan, di bawah Jalan Raya Lenteng Agung ternyata terdapat saluran lama berbentuk honk dengan lebar sekitar tiga meter dan panjang sekitar enam meter.
Baca Juga: Pasal 78 dan 153 UU Cipta Kerja Digugat ke MK: Soal Lembur, PHK, dan Celah Hukum
Kondisi konstruksi jadul itu diduga menyebabkan tanah di bawah jalan menjadi kosong sedikit demi sedikit hingga akhirnya ambles. “Betul bahwa di bawah Jl Raya Lenteng Agung tersebut terdapat crossing saluran penghubung (PHB) UI berupa honk (saluran lama) dengan lebar kurang lebih 3 meter dan panjang kurang lebih 6 meter,” ujar Santo menjelaskan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
