Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Terminal Leuwipanjang Gantikan Peran Cicaheum sebagai Pusat Bus Antar Kota di Bandung

BANDUNG, Cinta-news.com – Wah, gebrakan besar terjadi di dunia transportasi Bandung! Pemerintah resmi memindahkan layanan bus dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang, dan dampaknya langsung terasa banget. Sejak kebijakan ini mulai berlaku pada 26 Mei 2026, puluhan armada angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP) kini sudah berkumpul semua di Terminal Leuwipanjang. Akhirnya, Terminal Cicaheum resmi pensiun sebagai pusat bus antarkota!

LALU, BAGAIMANA SIH SUASANA TERMINAL LEUWIPANJANG SETELAH PADAT MERAYAP?

Nah, berdasarkan pantauan langsung tim di lapangan pada Kamis (28/5/2026), suasana Terminal Leuwipanjang tuh jauh lebih rame dari biasanya. Bayangkan aja, puluhan bus yang sebelumnya mangkal di Terminal Cicaheum sekarang sudah memarkirkan kendaraannya di area terminal ini. Mereka semua antre menunggu penumpang sebelum berangkat ke berbagai destinasi. Bahkan, bus-bus tersebut terparkir berdempetan dengan armada lama yang sudah lebih dulu beroperasi di Leuwipanjang. Akibatnya, aktivitas keluar-masuk kendaraan pun makin sibuk dan padat merayap.

PROSES PEMINDAHAN MASIH BERLANGSUNG SECARA BERTAHAP

Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengungkapkan kalau proses pemindahan ini masih dilakukan secara bertahap. Menurutnya, saat ini sekitar 80 persen armada sudah pindah ke Terminal Leuwipanjang, sementara 20 persen sisanya masih beroperasi dari Terminal Cicaheum meskipun sosialisasi sudah gencar dilakukan. “Bus yang masuk ke Terminal Leuwipanjang sudah ada 60 unit, karena saat ini masih ada beberapa bus yang berangkat dari Terminal Cicaheum,” ujar Asep dengan lugas. Jadi, jangan kaget kalau masih nemu bus di Cicaheum, ya!

MENGAPA TERMINAL CICAHEUM HARUS DITUTUP? INI ALASANNYA!

Penutupan Terminal Cicaheum ternyata bukan tanpa alasan, guys. Kebijakan ini merupakan bagian dari proyek strategis pemerintah pusat untuk mengembangkan sistem transportasi massal berbasis Bus Rapid Transit (BRT). Kawasan terminal tersebut akan disulap menjadi depo utama BRT. Tujuannya jelas: mendukung integrasi transportasi dan mengurai kemacetan parah di wilayah Bandung Raya.

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah ada surat edaran resmi dari pemerintah pusat. “Kemarin itu hasil rapat, sudah ada surat edaran dan langsung kami tindaklanjuti untuk seluruh bus AKAP maupun AKDP agar dialihkan ke Terminal Leuwipanjang,” tegasnya. Langkah ini sekaligus mengakhiri era kejayaan Terminal Cicaheum sebagai pusat layanan bus antarkota yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya.

PO-PO BESAR MANA SAJA YANG SUDAH PINDAH?

Jangan salah, sejumlah perusahaan otobus (PO) besar sudah mulai memindahkan armadanya ke Terminal Leuwipanjang. Penasaran siapa saja? Yuk simak daftarnya:

  • PO Budiman dengan rute populer menuju Wonosobo, Pangandaran, dan Tasikmalaya
  • PO Gunung Harta untuk rute favorit Bandung–Bali
  • PO Eka dan Sugeng Rahayu yang melayani perjalanan menuju Surabaya
  • PO Kalingga serta sejumlah operator lain seperti KYM, 27 Trans, dan Bandung Express

Dengan masuknya berbagai operator gede tersebut, Terminal Leuwipanjang kini resmi menjadi pusat utama pergerakan bus AKDP dan AKAP di Bandung. Wah, siap-siap makin rame ya, Terminal Leuwipanjang!

BAGIMANA LAYANAN DI MASA TRANSISI? APAKAH PENUMPANG BINGUNG?

Meskipun layanan utama sudah dialihkan, masa transisi ini ternyata masih menyisakan sejumlah aktivitas di Terminal Cicaheum. Beberapa penumpang yang belum mengetahui kebijakan ini masih terus berdatangan ke lokasi lama. Oleh karena itu, pengelola terminal pun gencar melakukan sosialisasi melalui pengeras suara dan memberikan arahan langsung kepada para penumpang yang kebingungan.

Di sisi lain, Terminal Leuwipanjang tetap berjalan normal meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan. “Jadi, di sini tetap kami buka layanan biarpun masih ada sebagian atau sekitar 20 persen bus yang berangkat dari Terminal Cicaheum,” kata Asep Hidayat meyakinkan. Pelayanan tetap diprioritaskan, kok!

PROGRES PEMBANGUNAN DEPO BRT: SUDAH 5 PERSEN, LOH!

Sembari memindahkan layanan bus, pembangunan depo BRT di kawasan Leuwipanjang juga sedang berlangsung dengan cepat. Proyek strategis ini dikerjakan oleh kontraktor profesional dengan target penyelesaian selama 365 hari. Saat ini, progres pembangunannya masih berada pada tahap awal.

“Kami tetap menyiapkan layanan BRT. Progres pembangunan depo di sini kurang lebih masih 5 persen, sekarang baru memasuki tahap pemasangan pancang,” ujar Asep Hidayat menjelaskan. Depo tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 3.961 meter persegi dan mampu menampung hingga 29 unit bus.

FASILITAS KEREN DEPO BRT: APA SAJA SIH YANG DISIAPKAN?

Pemerintah tidak main-main dalam menyiapkan fasilitas depo BRT ini. Beberapa fasilitas canggih yang akan tersedia di antaranya:

  • Area parkir bus yang luas dan tertata rapi
  • Tempat perawatan dan pencucian kendaraan modern
  • Fasilitas pengisian daya khusus untuk bus listrik

Ke depannya, depo ini akan melayani rute ke wilayah barat Bandung seperti Cimahi, Kabupaten Bandung, hingga Bandung Barat. Sementara itu, depo di Cicaheum nantinya akan difokuskan untuk melayani wilayah timur Bandung seperti Tegalluar dan Jatinangor.

Pemindahan layanan bus dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang adalah langkah berani pemerintah dalam mentransformasi transportasi publik di Bandung. Meskipun masih dalam masa transisi, kebijakan ini diyakini akan membawa dampak positif bagi kelancaran lalu lintas dan kenyamanan penumpang di masa depan. Terminal Leuwipanjang kini resmi menjadi raja baru pusat bus AKAP dan AKDP, sementara Terminal Cicaheum bersiap menyongsong era baru sebagai depo BRT modern. Jadi, jangan sampai salah naik bus, ya! Pastikan kamu selalu mengecek informasi terbaru sebelum bepergian. 

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version