Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Diduga Lemahnya Sling, Tower Infokom Cianjur Roboh dan Menimpa Seorang Bocah

CIANJUR, Cinta-news.com – Sebuah tragedi mengerikan baru saja mengguncang Cianjur. Seorang bocah berusia 10 tahun meninggal dunia dengan cara yang sangat menyedihkan. Tiang tower setinggi 60 meter tiba-tiba roboh dan menimpanya. Awalnya, angin kencang diduga menjadi biang keladi peristiwa nahas ini.

Lokasi kejadian berada di Kampung Cipicung, Desa Girimukti. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, 24 Januari 2026. Informasi dari Kepala Polsek Tanggeung, AKP Dedi Suryaman, menyebutkan korban berinisial MRP tengah asyik bermain di depan rumahnya sendiri. Tiba-tiba, struktur tower yang runtuh itu menghantamnya.

“Korban mengalami luka parah di bagian kepala, kaki, dan tangan. Kondisi itu langsung menyebabkan ia meninggal dunia di tempat,” jelas AKP Dedi Suryaman dalam rilisnya. Insiden ini tidak hanya merenggut nyawa seorang anak. Tower milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cianjur itu juga mengakibatkan kerusakan pada dua unit rumah warga di sekitarnya.

Dedi menyampaikan analisis sementara dari timnya. “Kami menduga sling atau tali pengikat menara tidak kuat menahan tekanan angin. Informasi yang kami terima, pihak pembangun menyelesaikan tower ini pada tahun 2024,” ungkapnya. Ia menambahkan data teknis, “Tinggi menara mencapai 60 meter. Namun, bagian yang patah dan jatuh menimpa korban panjangnya sekitar 30 meter.”

Pasca kejadian, keluarga korban membuat keputusan yang mengejutkan. Mereka secara resmi menolak prosedur autopsi untuk jenazah. Keluarga menyatakan penolakan itu melalui surat pernyataan bermaterai. Mereka memilih untuk menerima kejadian ini sebagai takdir dan musibah.

“Keluarga telah menguburkan jenazah korban sesuai tradisi,” kata Dedi, menutup pernyataannya. Tragedi ini langsung menyulut banyak pertanyaan kritis dari publik. Masyarakat mulai mempertanyakan standar keamanan dan prosedur pembangunan infrastruktur publik. Terutama karena usia tower yang masih sangat baru.

Insiden ini harusnya menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Pemerintah daerah dan kontraktor wajib mengevaluasi seluruh infrastruktur sejenis. Mereka harus memastikan semua struktur telah memenuhi standar ketahanan yang berlaku. Tujuannya jelas, untuk mencegah terulangnya musibah serupa di masa depan.

Kepergian sang bocah tidak boleh sia-sia. Keluarga besar Cianjur berduka. Semoga tragedi pilu ini membuka mata kita semua tentang pentingnya keselamatan dan tanggung jawab dalam setiap pembangunan.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *