Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Debit Sungai Mahakam Menurun Drastis, Warga Long Apari Alami Kesulitan Akses Logistik

Cinta-news.com – Bencana kemarau panjang tengah menghantam wilayah perbatasan Kalimantan Timur! Debit Sungai Mahakam di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), menyusut secara dramatis. Akibatnya, mobilitas warga lumpuh total dan distribusi kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM) terhenti. Padahal, kecamatan ini merupakan pintu gerbang Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Camat Long Apari, Petrus Ngo, mengungkapkan keputusasaannya. Kondisi sungai yang semakin dangkal membuat speedboat dan longboat sama sekali tidak bisa beroperasi normal. “Kami di Long Apari nyaris tak bisa bergerak. Air sungai debitnya sangat kecil. Mati kutu kami, tidak bisa bergerak,” keluhnya dengan nada prihatin. Saat ini, distribusi sembako hanya mengandalkan ketinting atau perahu kecil dengan kapasitas angkut sangat terbatas. Konsekuensinya, ongkos kirim melonjak drastis.

Meski stok kebutuhan pokok di Long Apari masih tersedia, masyarakat terpaksa merogoh kocek lebih dalam. Pemerintah Kabupaten Mahulu melalui Dinas Ketahanan Pangan sebenarnya sudah menyalurkan sembako murah. Namun, Petrus menegaskan bahwa akses tetap menjadi kendala utama. “Kami pantau terus. Stok sembako ada, jalan sudah Long Nunuk jemput pakai kapal. Tetapi mahal. Yang penting ada saja barang, meskipun mahal,” ujarnya. Sebagian pedagang terpaksa mengambil barang dari Long Nunuk menggunakan ketinting, menjadikan jalur tersebut sebagai satu-satunya urat nadi distribusi.

Dampak kenaikan biaya distribusi langsung terasa di kantong warga. Harga beras melambung tinggi! Dalam kondisi normal, beras kemasan 25 kilogram dijual sekitar Rp650.000 per karung. Kini, harganya meroket hingga Rp850.000! Meski harga kebutuhan pokok meningkat, Petrus menyebut masyarakat masih terbantu oleh aktivitas mendulang emas yang menjadi salah satu sumber penghasilan warga.

Keterbatasan akses sungai juga berdampak serius pada pasokan BBM. Stok semakin menipis, sehingga pembelian di APMS (Agen Penyalur Minyak dan Solar) dibatasi maksimal lima liter per kepala keluarga. Warga bahkan harus mengantre sejak dini hari untuk mendapatkan jatah! “Jam empat subuh mereka harus antre di APMS. Tetapi kalau ada keperluan mendesak bisa ambil lebih banyak BBM,” jelas Petrus.

Sudah Sebulan Terjadi, Kondisi Terparah Dua Pekan Terakhir

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahakam Ulu, Agus Darmawan, mengonfirmasi bahwa kondisi surut Sungai Mahakam sudah berlangsung hampir sebulan. Bahkan, puncak terparah terjadi dalam dua pekan terakhir. “Situasi Sungai Mahakam memang surut cukup dalam beberapa minggu terakhir. Ada dua kecamatan, Long Pahangai dan Long Apari. Distribusi logistik memang terkendala, harga akhirnya juga naik karena situasi ini,” jelas Agus, Minggu (9/8/2026).

Pemerintah kabupaten bergerak cepat dengan mengirimkan sekitar 4-5 ton logistik ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut meliputi beras, minyak goreng, dan gula untuk menjaga stabilitas harga. Selain itu, operasi pasar juga digalakkan untuk menekan lonjakan harga akibat distribusi yang tersendat. “Pemkab juga sudah 4-5 ton logistik dikirim ke sana, beras, minyak, gula untuk membantu menstabilkan harga,” tambahnya.

Agus menyatakan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan distribusi logistik yang dilakukan oleh dinas terkait bersama Bulog. Jika pasokan masih kurang, BPBD Mahulu siap mengusulkan peningkatan status darurat agar dana Belanja Tidak Terduga (BTT) bisa dikucurkan untuk menambah pasokan sembako. “Kalau tidak cukup, nanti BPBD Mahakam Ulu juga membuka peluang menetapkan status agar bisa dikucurkan BTT untuk bergerak menyuplai sembako ke sana. Tetapi saat ini informasinya ada kegiatan dari dinas terkait dan Bulog untuk menyuplai sembako ke daerah terdampak,” katanya.

BBM Hanya 5 Liter Per KK, Antrean Mulai Subuh!

Kapolsek Long Apari IPDA Faris membeberkan kondisi yang semakin memprihatinkan. Dangkalnya Sungai Mahakam membuat distribusi barang dan BBM menuju Long Apari menjadi perjuangan berat. Saat ini, pengiriman logistik dari jalur darat ditempuh dari Kecamatan Long Bagun menuju Long Pahangai dengan waktu perjalanan 7-8 jam. Perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu ces atau ketinting menuju Long Apari selama tiga jam. “Surutnya jauh, sementara BBM dan logistik sembako diangkut dari jalur darat, dari Kecamatan Long Bagun menempuh jalur darat ke Long Pahangai selama 7-8 jam. Ada beberapa titik yang kondisinya memang tidak baik sehingga butuh waktu cukup lama,” ujar Faris.

Jalur sungai kini tidak memungkinkan untuk kapal besar. Debit Sungai Mahakam yang rendah membuat sejumlah bagian sungai menjadi dangkal, ditambah batu-batu besar di kawasan riam yang meningkatkan risiko pelayaran. “Karena menggunakan perahu kecil, tidak banyak barang yang bisa diangkut,” jelasnya.

Pasokan BBM pun sangat terbatas. Warga Long Apari harus antre setiap pagi untuk mendapatkan jatah BBM. Dalam sehari, APMS hanya melayani sekitar enam drum Pertalite atau sekitar satu ton. Warga dibatasi maksimal lima liter per kepala keluarga. “Antrean BBM sudah berjalan sekitar sebulan terakhir. Stok BBM terbatas. Dalam satu hari dari APMS hanya melayani enam drum BBM jenis Pertalite atau sekitar satu ton,” terang Faris. Untuk menjaga ketertiban, warga mendapatkan kupon dan pembelian dibatasi. Situasi ini dilaporkan masih berjalan kondusif.

Harga Meroket! Pertalite Tembus Rp30.000, Gas 3 Kg Rp250.000!

Kelangkaan pasokan memicu lonjakan harga yang mencengangkan! Pertalite yang biasa dijual APMS sekitar Rp10.000 per liter, di tingkat pengecer melonjak menjadi Rp20.000-Rp30.000 per liter. Faris menjelaskan, pedagang eceran mendapatkan pasokan dengan membeli BBM dari Kecamatan Long Bagun, sehingga biaya transportasi turut mempengaruhi harga jual.

Lebih parah lagi, stok solar dan Pertamax dilaporkan kosong selama satu bulan terakhir! Bukan hanya BBM, harga kebutuhan pokok dan elpiji ikut melonjak. Harga elpiji 3 kilogram atau gas melon mencapai Rp250.000 per tabung, sedangkan elpiji tabung besar mencapai Rp800.000! Harga beras kemasan 25 kilogram bahkan berada di kisaran Rp800.000 hingga Rp1 juta. “Semoga situasinya kondusif dan tidak ada gejolak,” harap Faris.

Bantuan Sembako Murah Solusi Jangka Pendek, Akses Darat Mendesak!

Petrus menyatakan bahwa kondisi surutnya Sungai Mahakam hampir setiap tahun menjadi persoalan di Long Apari, terutama saat kemarau panjang. Bantuan sembako murah dan subsidi hanya solusi jangka pendek. Pemerintah harus menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada jalur sungai. “Kondisi ini setiap tahun nyaris terjadi di Mahulu, khususnya Long Apari. Memberikan solusi dengan subsidi itu solusi jangka pendek saja. Saya minta ada solusi jangka panjang,” tegasnya.

Petrus mendesak pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk segera membangun akses jalan darat menuju wilayah perbatasan negara, termasuk jalur Long Nunuk menuju Tiong Ohang. Akses darat akan mempermudah distribusi barang karena kendaraan dapat membawa sembako dalam jumlah besar tanpa bergantung pada kondisi debit Sungai Mahakam. “Kami minta Pemprov Kaltim dan pusat segera pembangunan akses darat sampai ke Tiong Ohang (Ibu Kota Kecamatan Long Apari). Karena dengan adanya jalan darat, mobil bisa bawa sembako dengan mudah,” pintanya.

Selama ini, masyarakat sangat bergantung pada jalur sungai. Begitu kemarau tiba dan sungai surut, distribusi langsung terganggu. Akibatnya, barang langka atau harganya melambung tinggi. “Selama ini kita tergantung banget dengan sungai. Kalau kemarau pasti terganggu distribusi. Ujungnya langka, atau ada barangnya tetapi harganya mahal,” ujarnya.

Petrus memaparkan bahwa perjalanan dari Long Lunuk di Kecamatan Long Pahangai menuju Tiong Ohang menggunakan ketinting bisa memakan waktu lebih dari tiga jam. Medan berat dan kapasitas perahu terbatas membuat pengangkutan barang semakin sulit. “Silakan datang ke sini kalau tidak percaya. Medannya berat dan panjang serta berbahaya,” tantangnya.

Ia berharap pembangunan akses darat ke wilayah pedalaman dan perbatasan segera direalisasikan. Dengan begitu, masyarakat tidak akan terus-menerus menghadapi persoalan distribusi setiap kali Sungai Mahakam mengalami kekeringan. Sudah saatnya pemerintah bergerak cepat menyelamatkan warga perbatasan dari ancaman kelangkaan dan harga sembako yang tak terjangkau!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *