Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Data PB Porprov Jateng 2026: 193 Atlet Cedera, 22 Orang Harus Dirawat di Rumah Sakit

SEMARANG, Cinta-news.com – Panggung pesta olahraga terbesar se-Jawa Tengah mendadak berubah menjadi kabar duka yang sangat mengejutkan publik, setelah Panitia Besar (PB) Porprov Jawa Tengah merilis data resmi terkait maraknya insiden cedera medis yang menimpa para atlet selama perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jateng 2026 di kawasan Semarang Raya.

Berdasarkan rekapitulasi data kesehatan di posko medis darurat, para tenaga kesehatan profesional telah menangani secara langsung sebanyak 157 atlet yang membutuhkan perawatan rawat jalan, sementara tim medis terus melakukan pemantauan ketat serta prosedur observasi mendalam terhadap 14 atlet lainnya.

Namun demikian, nasib yang jauh lebih mengkhawatirkan justru menimpa 22 atlet unggulan lainnya yang menderita trauma fisik amat parah, sehingga petugas kesehatan terpaksa harus membawa dan merawat mereka secara intensif di ruang rawat inap rumah sakit rujukan.

Menanggapi deretan kasus cedera yang melonjak tajam tersebut, Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng Dr. Elhamangto Zuhdan menjelaskan bahwa sebagian besar kasus rujukan darurat memang didominasi oleh para atlet dari cabang olahraga berisiko tinggi yang melibatkan benturan kontak fisik langsung, terutama yang berlangsung di wilayah Kota Salatiga.

“Oleh karena itu, kami mencatat bahwa deretan kasus rujukan medis menuju rumah sakit paling banyak bertumpuk pada pertandingan cabang olahraga kontak fisik sengit, sebagaimana yang terjadi di arena Kota Salatiga,” ungkap Dr. Elham saat memimpin konferensi pers resmi di hadapan para awak media di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (29/10/2026).

“Selain itu, jenis cedera berat yang membutuhkan tindakan medis lanjutan tersebut sangat bervariasi, mulai dari kasus patah tulang hidung akibat benturan keras sampai pendarahan hebat di area wajah para atlet,” tambah Dr. Elham saat merinci laporan diagnosa klinis dari tim dokter penanggung jawab.

Fakta Mencekam Tak Terduga! Atlet Catur Pun Turut Jadi Korban Parah Cedera Kepala

Di samping memaparkan kondisi atlet dari arena fisik, Dr. Elham juga menyampaikan fakta menarik bahwa potensi bahaya fisik ternyata tidak cuma mengintai para olahragawan yang berlaga di cabang olahraga berisiko tinggi atau adu fisik penuh tekanan semata.

Sebab, tim kesehatan PB Porprov secara tak terduga juga menerima laporan medis darurat mengenai seorang atlet catur yang mengalami vulnus laceratum atau luka robek terbuka yang cukup mengkhawatirkan di area kulit kepalanya.

“Padahal, jika kita mengkaji secara medis, tingkat risiko keselamatan pada cabang olahraga catur sebenarnya tergolong sangat rendah, namun kenyataannya ada insiden tak terduga yang menyebabkan sang atlet catur mengalami luka robek di kepala,” tutur Dr. Elham memberikan penjelasan medisnya.

“Oleh sebab itu, kami perlu meluruskan bahwa insiden memilukan tersebut bukan terjadi karena aktivitas pertandingan di atas papan catur, melainkan karena sang atlet terpeleset dan jatuh membentur lantai saat berada di dalam toilet venue,” tambah beliau menerangkan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Siaga Penuh! Ratusan Tim Medis Darurat Dikemas Lengkap Demi Melindungi Nyawa Atlet

Kendati ratusan atlet mengalami cedera secara beruntun selama kompetisi, Dr. Elham menegaskan bahwa seluruh personel medis telah bersiap siaga secara maksimal untuk mengawal seluruh rangkaian perhelatan Porprov yang berlangsung sejak tanggal 20 hingga 30 Oktober 2026.

Demi memberikan perlindungan kesehatan yang optimal, PB Porprov menerjunkan dan menyebar sekitar 275 tim medis profesional di enam daerah penyelenggara utama, yaitu Kabupaten Blora, Pati, Demak, Kota Salatiga, Kota Semarang, dan Kabupaten Kendal.

Selain itu, setiap unit tim medis berstandar P3K tersebut beroperasi secara sigap dengan didampingi satu unit kendaraan ambulans darurat serta tiga personel ahli yang terdiri dari satu dokter spesialis, satu perawat berpengalaman, dan satu pengemudi ambulans terampil.

Selanjutnya, panitia penyelenggara juga menyediakan tim ambulans mobile bergerak yang selalu siap menggantikan posisi petugas di arena pertandingan apabila unit ambulans utama harus meninggalkan lokasi demi melakukan evakuasi pasien ke rumah sakit rujukan.

Bahkan, pihak panitia juga memfasilitasi berbagai kebutuhan khusus untuk cabang olahraga tertentu, seperti menyiagakan tim evakuasi tandu, tenaga fisioterapis profesional, masseur terampil, hingga penyediaan sarana pemulihan khusus seperti kolam es pendingin otot.

“Dengan demikian, untuk penanganan kondisi darurat medis yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa, kami menerapkan standar prosedur rujukan cepat menuju rumah sakit terdekat dengan memperhitungkan rute terbaik dan waktu tempuh paling singkat,” jelas Dr. Elham menerangkan protokol krisis kesehatan mereka.

Namun sangat disayangkan, di tengah kesiapan armada medis tersebut, duka mendalam sebelumnya telah menyelimuti panggung Porprov Jateng 2026 setelah dua atlet muda berprestasi dilaporkan meninggal dunia, yaitu Syabilla Rizkia Putri Raharja (22) dan Ayudiah Rivana Tridiandinata (19).

Almarhumah Syabilla merupakan atlet selam kebanggaan kontingen Kabupaten Jepara yang menghembuskan napas terakhirnya tepat seusai menyelesaikan perjuangan sengit pada nomor pertandingan open water finswimming 3.000 meter di perairan kawasan Awann Costa, Semarang, pada Senin (26/10/2026).

Sementara itu, almarhumah Ayudiah merupakan sosok pesilat tangguh dari kontingen Kota Semarang yang bertarung sekuat tenaga demi membela nama daerahnya di ajang olahraga tingkat provinsi ini.

Pada akhirnya, atlet pencak silat muda tersebut dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Primaya pada Rabu (28/10/2026) setelah mendapatkan perawatan dan tindakan operasi darurat akibat komplikasi medis yang dipicu oleh cedera patah tulang pada jari tengahnya.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *