Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Bukan Main! Arab Saudi Tambah 20 Kereta Cepat, Makkah–Madinah Makin Anti Macet

Cinta-news.com — Arab Saudi benar-benar tidak main-main. Di tengah persiapan menyambut puluhan juta jamaah dunia, mereka kembali bikin gebrakan. Pada Minggu lalu, Saudi Arabian Railways (SAR) secara resmi mengumumkan kesepakatan fantastis: membeli 20 kereta cepat anyar dari perusahaan Spanyol, Talgo. Bukan sekadar ganti armada, ini adalah lompatan raksasa.

Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Saleh Al-Jasser langsung memimpin langsung pengumuman ini, didampingi Menteri Transportasi dan Mobilitas Berkelanjutan Spanyol, Oscar Puente, yang terbang jauh-jauh ke Riyadh demi menyaksikan momen bersejarah ini.

Bukan cuma seremonial belaka. Kesepakatan ini menjadi bukti nyata: Arab Saudi sedang mempercepat visinya menjadi raja logistik dunia. Setiap tanda tangan di atas dokumen itu seolah berbisik, “Bersiaplah, karena era baru transportasi jamaah segera dimulai.”

Spanyol Angkat Bicara, Saudi Buka Gerbang Besar

Dari laporan Saudi Gazette, kita bisa menangkap aura berbeda dalam acara penandatanganan ini. Oscar Puente duduk tenang di barisan depan, tapi senyumnya tidak bisa disembunyikan. Ya, siapa yang tidak bangga? Talgo, kebanggaan industri perkeretaapian Spanyol, kembali dipercaya menjaga denyut nadi perjalanan suci umat Islam.

SAR tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng langsung pihak produsen, merancang detail, dan menekan tombol start proyek raksasa ini. Proyek ini bukan pesanan dadakan. Semua sudah diperhitungkan matang. Pengiriman perdana akan dimulai akhir 2028, dan seluruh unit tiba rampung pada 2031. Waktu memang masih panjang, tapi dampaknya akan terasa puluhan tahun ke depan.

20 Kereta Baru, 5 Stasiun Siap Tersenyum

Jangan bayangkan kereta biasa. Dua puluh unit baru ini akan langsung diterjunkan ke jaringan utama Kereta Cepat Haramain, si penghubung suci antara Makkah dan Madinah. Lima stasiun kebanggaan—Makkah, Madinah, Jeddah, Bandara King Abdulaziz, dan King Abdullah Economic City—bersiap menyambut kedatangan mereka dengan tangan terbuka.

Sebagai tokoh kunci di balik proyek ini, Saleh Al-Jasser tidak menyembunyikan rasa bangganya. Tepat di hadapan awak media, ia menyampaikan apresiasi setinggi langit kepada pimpinan Arab Saudi. Menurutnya, dukungan tanpa henti terhadap sektor transportasi menjadi kunci utama transformasi ini. Bukan hanya itu, ia menegaskan bahwa ekspansi armada ini dirancang selaras sempurna dengan Strategi Transportasi dan Logistik Nasional. Dengan lantang, ia menyebut targetnya jelas: menjadikan Arab Saudi pusat logistik nomor satu dunia, bukan sekadar pemain regional.

Bukan Sekadar Kereta, Ini Layanan untuk Dua Rumah Suci

Dengar baik-baik. Al-Jasser mengingatkan kita semua bahwa Kereta Cepat Haramain bukan proyek komersial biasa. Sejak diresmikan langsung Raja Salman bin Abdulaziz pada 2018, jalur ini mengemban misi mulia: melayani tamu-tamu Allah. Setiap rel yang dipasang, setiap gerbong yang meluncur, semuanya berniat ibadah.

Oleh karena itu, tambahan 20 kereta ini menjadi napas segar. Ia menyebut, peningkatan armada merupakan langkah strategis untuk memperbaiki mobilitas jamaah dan pengunjung. Ia ingin setiap penumpang merasakan transportasi yang aman, modern, dan andal. Tak hanya itu, transisi menuju sistem transportasi berkelanjutan juga menjadi prioritas. Jadi, Saudi tidak hanya berpikir hari ini, tapi juga puluhan tahun ke depan.

30 Juta Penumpang per Tahun? Siap Tampung!

Bashar Al-Malik, Kepala Eksekutif SAR, angkat bicara dengan nada penuh optimisme. Ia menjelaskan, penambahan armada akan merevolusi pengalaman perjalanan jamaah haji dan umrah, terutama saat musim puncak. Dulu, kepadatan ekstrem antara Makkah dan Madinah sering membuat jamaah kelelahan sebelum beribadah. Kini, semua itu perlahan terkikis.

Ia menekankan, fleksibilitas operasional akan melonjak drastis. Jadwal perjalanan menjadi lebih longgar. Frekuensi bertambah. Penumpang tidak perlu lagi berdesakan atau menunggu berjam-jam. Hasilnya? Kapasitas tahunan Kereta Cepat Haramain melesat menembus lebih dari 30 juta penumpang per tahun. Angka ini bukan isapan jempol, melainkan proyeksi realistis seiring meledaknya jumlah jamaah dalam dekade mendatang.

Makkah–Madinah Cuma 2 Jam, Makin Cepat Makin Hemat

Sadarkah Anda? Saat ini, Kereta Cepat Haramain adalah moda tercepat antara dua kota suci. Dengan kecepatan operasi 300 kilometer per jam, perjalanan yang dulu memakan waktu setengah hari, kini cukup hanya dua jam. Dua jam! Cukup untuk membaca Al-Qur’an, tidur sejenak, atau menikmati kopi hangat.

Rutenya juga tidak main-main. Kereta ini singgah di Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz, dan King Abdullah Economic City. Artinya, konektivitas antarwilayah terjalin rapi. Jamaah yang baru turun dari pesawat bisa langsung melanjutkan perjalanan tanpa repot.

Total 55 Kereta, Armada Raksasa Siap Gerak

Fakta mencengangkan: saat ini, 35 rangkaian kereta sudah beroperasi penuh. Mereka bekerja keras siang malam mengantar jamaah. Tapi, dengan tambahan 20 unit baru dari Talgo, total armada melonjak menjadi 55 kereta. Bukan sekadar tambahan jumlah, ini adalah loncatan kapasitas luar biasa. Setelah seluruh pengiriman selesai, kesiapan jaringan selama musim umrah dan haji mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Tidak ada lagi cerita tiket habis dalam hitungan menit. Tidak ada lagi jamaah tertahan di stasiun karena kapasitas terbatas.

Gerbong Khusus Disabilitas: Semua Berhak Nyaman

Nah, inilah bagian yang paling membanggakan.
Pertama-tama, setiap kereta baru terdiri dari 13 gerbong: delapan ekonomi dan lima bisnis. Dengan komposisi seperti ini, total kapasitas per rangkaian mencapai 417 penumpang. Namun, bukan hanya jumlah yang dikejar. Yang lebih penting, satu gerbong khusus disiapkan, lengkap dengan fasilitas khusus untuk penumpang disabilitas.

Desainnya ramah, aksesnya mudah, kenyamanannya terjamin. Langkah ini membuktikan bahwa Arab Saudi serius mendukung akses inklusif. Mereka tidak ingin jamaah berkebutuhan khusus merasa terbatas. Sebaliknya, kereta ini menjadi ruang ramah bagi semua. Kualitas layanan meningkat tajam, bukan hanya untuk mayoritas, tapi juga untuk mereka yang selama ini kurang terakomodasi.

Pesan di Balik Rel Cepat

Namun, jika kita mundur sejenak dan merenung, apa sebenarnya makna di balik pembelian 20 kereta ini? Sekali lagi, ini bukan sekadar kontrak dagang. Juga bukan sekadar perluasan bisnis. Lebih dari itu semua, ini adalah deklarasi bahwa Arab Saudi siap memikul amanah besar sebagai tuan rumah umat Islam dunia.

Setiap rel yang dipasang, setiap kereta yang meluncur, dan setiap stasiun yang dibangun, semuanya mengarah pada satu tujuan: memberikan pengalaman perjalanan ibadah terbaik. 

Jamaah datang dalam keadaan letih, membawa rindu panjang pada Baitullah dan Masjid Nabawi. Sudah sepatutnya mereka disambut dengan layanan kelas dunia.

Talgo mungkin yang memproduksi, SAR yang mengoperasikan, Arab Saudi yang membiayai. Tapi sesungguhnya, yang menerima manfaat adalah jutaan wajah penuh haru dari seluruh penjuru dunia. 

Mereka yang turun di stasiun Makkah, melangkahkan kaki menuju Masjidil Haram, dan melantunkan doa di tanah suci.

Kereta cepat ini memang hanya logam, kabel, dan roda. Namun, di dalamnya mengalir misi besar: membawa tamu Allah dengan selamat, cepat, dan penuh kemuliaan. 

Maka, ketika kereta-kereta baru ini mulai beroperasi, bukan hanya kecepatan yang bertambah, tapi juga keberkahan.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version