Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Dmitry Peskov Bantah Keras Laporan Soal Transfer Teknologi Militer ke Iran

MOSKWA, Cinta-news.com – Geger! Dunia internasional mendadak panas setelah Wall Street Journal (WSJ) menggebrak dengan laporan eksklusifnya. Media raksasa Amerika itu menyebut Rusia secara diam-diam menyuplai teknologi satelit dan drone super canggih ke Iran. Tapi Kremlin? Mereka langsung naik pitam dan menyebut laporan itu omong kosong besar!

Dmitry Peskov Bantah Keras Laporan Soal Transfer Teknologi Militer ke Iran

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, buka suara dengan nada tinggi. Dengan tegas ia memukul meja dan menyatakan bahwa kabar yang beredar itu tidak berdasar dan palsu total. Di tengah situasi Teheran yang memanas bak kawah gunung berapi, Kremlin malah meluncurkan kecaman keras. Mereka gerbang dengan aksi brutal yang menewaskan sejumlah petinggi Iran dalam serangan udara gabungan AS-Israel.

“Kami melontarkan kutukan paling keras terhadap setiap tindakan biadab yang membahayakan atau melenyapkan anggota kepemimpinan Iran yang berdaulat dan merdeka,” ujar Peskov dengan nada berapi-api, dikutip dari Iran International, Kamis (19/3/2026). Suasana di Moskwa terasa sangat tegang saat ia menyampaikan pernyataan ini.

Bocoran Bom Waktu dari WSJ

Coba kita bedah laporan WSJ yang meledak pada Selasa (17/3/2026) itu. Mereka mengungkap bukti mengejutkan bahwa Rusia diduga keras telah melebarkan sayap kerja sama intelijen militernya dengan Iran. Tujuannya? Membantu Teheran menghabisi pasukan AS yang tersebar di Timur Tengah!

Menurut sumber yang benar-benar mengetahui seluk-beluk masalah ini, kerja sama mengerikan itu mencakup penyediaan citra satelit super detail dan teknologi drone maut. Tujuannya sangat spesifik: membantu Teheran membidik dan meluluhlantakkan pasukan AS di kawasan tersebut.

Tapi tunggu, itu belum semua! Rusia juga disebut-sebut dengan antusias membagikan pengalaman tempur berdarahnya dari medan perang Ukraina. Moskwa dengan gamblang memberikan panduan taktis tentang jumlah drone yang harus dikerahkan dalam sekali serangan. Mereka juga mengajarkan ketinggian optimal untuk melancarkan serangan mematikan!

Seorang perwira intelijen senior Eropa dan seorang diplomat Timur Tengah membocorkan rahasia paling sensitif. Mereka mengungkap bahwa kerja sama rahasia ini menguat bak simpul mati pada awal peperangan. Saat itu, Rusia memberikan akses langsung citra satelit kepada Iran. Data intelijen ini berasal langsung dari armada satelit mata-mata canggih yang dikelola oleh Pasukan Dirgantara Rusia (VKS)!

Jim Lamson, peneliti di King’s College London dan mantan analis CIA yang menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari militer Iran, menjelaskan betapa berharganya data ini. Ia mengungkapkan dengan detail, “Jika Rusia menyediakan gambar dengan tingkat kerincian ekstrem, seperti menunjukkan jenis pesawat tertentu, lokasi penyimpanan amunisi, penempatan aset pertahanan udara, hingga pergerakan angkatan laut, maka Iran mendapatkan harta karun intelijen yang tak ternilai!” Mata Lamson berbinar saat menjelaskan nilai strategis kolaborasi ini.

Serangan Maut ala Rusia di Timur Tengah

Bukti kerja sama ini ternyata sudah mulai menampakkan hasilnya di medan tempur! Iran diduga menggunakan bantuan Rusia untuk melancarkan serangan dahsyat terhadap sistem radar peringatan dini milik AS di Yordania. Mereka menghantam sistem THAAD yang super mahal itu! Tak berhenti di situ, fasilitas militer strategis di Bahrain, Kuwait, dan Oman juga ikut menjadi sasaran.

Para analis militer dunia tercengang! Mereka mengamati pola serangan Iran yang tiba-tiba berubah drastis. Polanya sangat mirip dengan taktik Rusia di Ukraina! Mereka melihat skenario yang persis sama: Iran menggunakan gelombang drone untuk melumpuhkan radar musuh terlebih dahulu. Setelah pertahanan udara musuh buta, barulah mereka meluncurkan serangan rudal pamungkas!

Nicole Grajewski, profesor di Sciences Po, Paris, Perancis, mengamati fenomena ini dengan seksama. Ia menjelaskan dengan penuh keyakinan, “Target Iran di Teluk kini lebih terfokus pada radar serta pusat komando dan kendali. Mereka tidak asal serang!” Grajewski kemudian menambahkan analisisnya yang menohok, “Paket serangan Iran sekarang ini mulai sangat menyerupai apa yang dilakukan Rusia di Ukraina. Polanya sama persis!”

Ketegangan Meningkat di Tengah Bantahan

Di tengah badai tuduhan ini, Rusia terus bertahan dengan bantahannya. Kremlin bersikukuh bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam transfer teknologi drone ke Iran. Mereka menuding WSJ menyebarkan propaganda barat untuk merusak hubungan Rusia-Iran yang semakin hangat.

Namun fakta di lapangan berbicara berbeda! Para pengamat internasional mencatat eskalasi signifikan dalam kemampuan militer Iran pasca-perang Ukraina. Drone-drone Iran kini memiliki teknologi yang lebih canggih dan akurasi yang lebih mematikan. Pola serangan mereka juga mencerminkan doktrin militer Rusia modern.

Situasi di Timur Tengah kini berada di ujung tanduk! Dengan kemampuan baru yang didapat Iran, pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk hidup dalam ketakutan. Sistem pertahanan canggih seperti THAAD yang sebelumnya dianggap kebal, ternyata bisa dilumpuhkan dengan taktik gelombang drone ala Rusia.

Para ahli memprediksi ketegangan akan terus meningkat dalam beberapa minggu ke depan. Iran kini memiliki daya gentar baru yang membuat AS harus berpikir ulang sebelum bertindak. Sementara Rusia, di tengah bantahannya, justru menikmati pengaruh strategis yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.

Wall Street Journal sendiri tetap pada pendiriannya. Mereka mengklaim memiliki bukti kuat dan sumber terpercaya yang membenarkan kerja sama rahasia ini. Meski Kremlin membantah, bola panas kini berada di tangan komunitas internasional untuk menilai kebenarannya.

Yang jelas, satu hal tak terbantahkan: peta kekuatan di Timur Tengah telah bergeser secara dramatis. Iran yang dulu terkekang sanksi, kini menjelma menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan. Dan di belakang layar, semua mata tertuju pada Moskwa yang terus tersenyum meski bibirnya berkata sebaliknya.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *