JAKARTA, Cinta-news.com — TNI Angkatan Udara (AU) bergerak cepat. Mereka merespons hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Tim menerjunkan 79 personel Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) ke Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Insiden ini terjadi pada Sabtu (17/1/2026).
Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, mengonfirmasi hal ini. “Kami mengirim 79 personel Pasgat untuk membantu pencarian,” katanya via pesan singkat, Sabtu siang.
TNI AU juga mengerahkan sepuluh personel dukungan dari Lanud Hasanuddin Makassar. Mereka terbang dengan Helikopter Caracal H225 nomor registrasi H2213. Helikopter ini andal untuk operasi SAR.
Koordinasi intensif telah dilakukan dengan AirNav Makassar dan Kantor SAR Makassar. “Kami bekerja sama dengan semua pihak untuk memaksimalkan pencarian,” tegas Suadnyana.
Sementara itu, Basarnas Makassar menerima laporan pesawat hilang kontak di kawasan Leang Leang. Titik koordinat terakhir dari AirNav kini menjadi fokus utama.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan strateginya. “Regu pertama kami kirim untuk asesmen awal. kedua menyusul dengan 15 personel. ketiga akan berangkat sekitar 40 orang,” ujarnya.
Pesawat tersebut terbang dari Yogyakarta menuju Makassar. Penyebab hilangnya kontak masih dalam penyelidikan. Masyarakat sekitar diminta melaporkan temuan mencurigakan.
Operasi gabungan ini berharap segera menemukan titik terang. TNI AU, Basarnas, dan instansi terkait terus bekerja sama. Mereka memperluas area pencarian dan menggunakan teknologi terbaru.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











