Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Api Bertahan 4 Hari di Gudang Plastik Jakbar, Air Tak Tembus Reruntuhan

Jakarta, Cinta-news.com – Bayangkan, sudah empat hari berlalu sejak gudang plastik di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat dilalap si jago merah, tapi hingga Kamis (21/5/2026) api belum mau benar-benar padam. Wah, kejadian ini bikin warga sekitar geleng-gelap kepala sekaligus cemas. Kok bisa, ya?

Di balik lamanya proses pemadaman ini, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, akhirnya buka suara. Menurutnya, petugas di lapangan tidak sedang bergadang sia-sia. Justru ada satu “musuh tersembunyi” yang bikin upaya damkar serasa perang melawan hantu api: tumpukan reruntuhan tembok dan atap gudang yang ambruk menimpa ribuan material plastik. Ibaratnya, sumber api kini terkubur hidup-hidup di bawah puing-puing.

“Kendala utamanya sederhana: barang-barang plastik itu ketiban tembok, jadi kami enggak bisa nyiram langsung ke inti apinya,” jelas Syaiful dengan nada frustrasi tapi tetap profesional saat dihubungi lewat telepon, Kamis. “Kalau sudah begini, tantangannya berat banget. Bayangkan saja, barang di dalam sana jumlahnya banyak, terus tertindih material bangunan.”

Akibatnya, meski petugas sudah menyemprotkan air dengan tekanan tinggi, percikan air itu hanya membasahi permukaan puing. Sementara di dasar reruntuhan, api masih cekikikan dengan asap hitam pekat yang terus mengepul. Api yang sempat padam di permukaan, sewaktu-waktu bisa membesar lagi karena mendapat oksigen dari celah-celah puing.

Untuk memetakan titik-titik panas yang “bersembunyi” di balik puing, petugas pemadam tidak tinggal diam. Mereka rutin menerbangkan drone dari atas lokasi kebakaran. Teknologi mungil ini jadi mata ketiga yang membantu tim melihat posisi api yang tidak kasat mata dari darat.

“Kami pantau terus dari udara pakai drone. Hasilnya, ternyata masih banyak titik api yang bersembunyi di balik reruntuhan bangunan itu,” ungkap Syaiful. Dengan temuan ini, jelas sudah bahwa menyemprot air saja tidak akan pernah cukup.

Nah, karena air tidak bisa menembus puing yang padat, damkar pun mengubah strategi. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan selang, tapi juga menerjunkan alat berat—ekskavator alias beko. Alat ini bertugas mengurai dan mengangkat puing-puing satu per satu, membuka jalan bagi air untuk mencapai sumber api.

“Jadi begini polanya: beko kerja dulu mengangkat dan mengurai reruntuhan, baru setelah itu kami semprotkan air ke dalam. Karena di dalam sana apinya masih ada, cuma ketindihan,” jelas Syaiful. Ia menambahkan, tanpa beko, api di dasar tidak akan pernah kena tembak.

Proses mengurai puing menggunakan beko ini sudah dimulai sejak Rabu sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, karena keterbatasan visibilitas dan keamanan malam hari, operasi beko sempat dihentikan dan baru dilanjutkan lagi pagi ini. Artinya, sejak Kamis pagi, kombinasi antara garpu baja dan semprotan air kembali dimaksimalkan.

Hingga Kamis pagi, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat masih menurunkan 18 armada pemadam dengan total 90 personel di lokasi. Mereka kerja secara bergantian, tak kenal lelah, meski asap masih saja membumbung.

Ketika ditanya soal kapan operasi ini bisa benar-benar berakhir, Syaiful mengaku tidak bisa memberi jaminan. Jujur, ia mengakui prediksi sebelumnya meleset.

“Saya enggak bisa prediksi, sungguh. Kemarin saya kira sampai sore bisa selesai, ternyata enggak bisa. Titik-titik asapnya masih banyak banget. Maka dari itu, kami lanjutkan dulu proses maksimal dengan alat berat,” tuturnya setengah pasrah tapi tetap berapi-api dalam semangat.

Kebakaran Gudang Plastik Ini Mulai Senin Lalu

Sebagai informasi tambahan, gudang plastik di Jalan Peternakan Raya, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, pertama kali terbakar pada Senin (18/5/2026) siang. Dalam video amatir yang beredar, api membara hingga menyentuh atap gudang bercat biru dan putih itu. Bahkan, terdengar ledakan besar yang sempat terekam, membuat api semakin ganas melahap isi gudang.

Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakbar, Syaiful Kahfi, membenarkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.23 WIB. Saat itu, api langsung menjalar cepat karena bahan plastik yang mudah terbakar.

“Kami terima laporan kebakaran di gudang Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06 RW 04, Kelurahan Kapuk,” ujar Syaiful dalam keterangan resmi, Senin lalu.

Sayangnya, hingga saat ini penyebab pasti munculnya api pertama masih belum diketahui. Yang jelas, dari awal proses pemadaman memang sudah diprediksi sulit karena gudang itu menyimpan ribuan ton plastik.

“Tumpukan barangnya sangat banyak, jadi kami masih proses. Apinya itu dari plastik, kalau cuma kami semprot dari atas, air enggak akan tembus sampai ke bawah,” jelas Syaiful Kahfi pada Selasa (19/5/2026) lalu.

Di awal kejadian, total 27 unit mobil pemadam dan 135 personel dikerahkan. Kini jumlahnya memang menyusut menjadi 18 unit dan 90 personel, tapi itu bukan karena lemah, melainkan strategi: fokus pada pembongkaran puing dengan beko, bukan lagi pemadaman massal.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *