Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

80 Flare Disita, 33 Suporter Persis Solo Diamankan, 8 Penonton Sesak Napas

SOLO, Cinta-news.com – Manajemen Persis Solo akhirnya buka suara dan menyayangkan keras insiden penyalaan flare serta bom asap yang terjadi saat laga kandang terakhir Liga 1 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (16/5/2026) malam. Akibat kejadian ini, delapan orang penonton terpaksa dilarikan ke tim medis karena mengalami sesak napas yang cukup parah.

Pihak kepolisian pun bergerak cepat dan berhasil mengamankan puluhan suporter beserta barang bukti mengejutkan berupa 80 kembang api. Sungguh miris, euforia kemenangan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi sebagian penonton.

Panitia Buka Suara: Ada Anak Kecil yang Panik dan Minta Diamankan!

Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS) sekaligus ketua panitia pelaksana (Panpel) pertandingan, Ginda Ferachtriawan, menjelaskan secara rinci pada Minggu (17/5/2026) bahwa total sekitar delapan orang langsung mendapat perawatan intensif di ambulans yang sudah siaga di lokasi. “Sebagian sesak napas karena menghirup asap tebal, sebagian lagi kaget karena suara ledakan,” ungkapnya dengan nada prihatin. Bahkan, beberapa ibu yang membawa anak kecil panik dan meminta petugas untuk mengamankan mereka lantaran ketakutan melihat flare menyala di tengah kerumunan.

Atap Stadion Tertutup Memperparah Keadaan, Asap Tak Bisa Keluar!

Menurut Ginda, insiden ini tidak bisa disamakan dengan kejadian di stadion lain yang atapnya lebih terbuka. Ia menjelaskan bahwa pekatnya asap berkutat lama di dalam Stadion Manahan karena struktur atap yang tertutup rapat. “Jangan samakan dengan stadion lain yang atapnya lebih terbuka, karena di sini asapnya sulit keluar,” tegasnya. Ia mengingatkan keras agar jangan sampai ada korban yang tidak perlu terjadi hanya demi sebuah perayaan tanpa pertimbangan keselamatan.

Sterilisasi Ketat Sudah Dilakukan, Tapi Flare Tetap Lolos!

Panpel bersama aparat kepolisian sebenarnya sudah melakukan pengamanan super ketat, termasuk sterilisasi menyeluruh dari benda-benda berbahaya yang dilarang masuk. “Sebelum pertandingan dimulai, kami sudah mengamankan banyak flare dan kembang api, baik yang dibawa langsung oleh penonton maupun yang sengaja disembunyikan di dalam stadion,” jelas Ginda. Namun, upaya maksimal itu ternyata masih belum cukup membendung aksi nekat para suporter.

Imbauan Diabaikan, Manajemen Kecewa Berat!

Dengan nada kesal sekaligus kecewa, Ginda menyoroti sikap suporter yang sama sekali tidak mengindahkan imbauan untuk berkoordinasi dengan Panpel sebelum melakukan aksi apapun. “Kami temukan flare di dalam stadion. Secara regulasi, membawa kembang api dan flare jelas tidak diizinkan. Semata-mata aturan itu dibuat agar pertandingan bisa berjalan aman, nyaman, dan lancar,” terangnya. Sayangnya, aturan tegas justru dilanggar dengan alasan euforia.

Sanksi Komdis PSSI Mengintai di Tengah Euforia Kemenangan!

Meski Persis Solo berhasil meraih tiga poin penting usai menang 1-0 atas Dewa United—kemenangan krusial yang membawa Laskar Sambernyawa keluar dari zona degradasi di akhir musim—kini ancaman sanksi dari Komisi Disiplin PSSI justru membayangi klub. Ironis, kebahagiaan yang seharusnya utuh kini tercoreng oleh ulah segelintir oknum.

Manajemen Pasrah: Siapkan Nota Pembelaan Sambil Menunggu Surat Resmi!

“Memang aksi itu dilakukan untuk merayakan kemenangan di pertandingan terakhir. Tapi dari sisi manajemen dan Panpel, kami sangat menyayangkan perayaan seperti ini. Kita pernah kena sanksi sebelumnya,” kenang Ginda. Sekarang, manajemen Persis Solo hanya bisa pasrah sembari menunggu surat resmi dari Komdis PSSI. Mereka pun mulai menyiapkan nota pembelaan sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Jangan Kalian Suruh Tim Menang, Tapi Malah Bikin Kena Denda Ratusan Juta!”

Ginda melontarkan kritik pedas kepada oknum suporter yang kerap menuntut manajemen untuk memenangkan tim dan memperbaiki segalanya, namun di sisi lain justru melakukan pelanggaran berisiko. “Kami nggak mau nyalahin suporter. Tapi kalau ada korban, ada sanksi, ya repot juga. Kalian tuntut kami menang, tuntut manajemen memperbaiki, tapi kalau kena denda ratusan juta, tim yang kena imbasnya,” ujarnya dengan nada geram. Ia mempertanyakan siapa yang bakal bertanggung jawab jika sampai ada korban jiwa akibat kelalaian semacam ini.

Polresta Solo Amankan 33 Suporter dari Luar Kota!

Sebelumnya, sebanyak 33 suporter Persis Solo resmi diamankan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo. Kabag Ops Polresta Solo, Kompol Wahyu Joko Nugroho, mengungkapkan bahwa para suporter yang diamankan ternyata bukan berasal dari Kota Solo, melainkan dari Sukoharjo, Sragen, dan Klaten. Mereka langsung digelandang ke Markas Komando (Mako) Polresta Solo untuk menjalani pembinaan dan pendataan. Untungnya, tidak ada penahanan setelah pertandingan usai.

Barang Bukti Melimpah: 23 Flare hingga Miras Disita Petugas!

Setelah mengamankan para suporter, petugas juga menyita berbagai barang bukti yang cukup mencengangkan. Rinciannya antara lain 23 buah flare, dua smoke ukuran besar, lima smoke ukuran kecil, dua petasan flare, sembilan kembang api, dan satu botol minuman keras (miras). Semua barang berbahaya ini sekarang disimpan di Mako Polresta Solo untuk penanganan lebih lanjut. Polisi pun tidak main-main dalam memastikan keamanan pertandingan ke depan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version