Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

41 Orang Dilaporkan Jadi Korban Owner Travel di Surabaya, Kerugian Capai Rp 1,7 Miliar

SURABAYA, Cinta-news.com – Nasib nahas menimpa Riri, salah satu korban dari biro perjalanan CV Uniality Tour and Travel, yang kini harus menelan pil pahit akibat ulah oknum tak bertanggung jawab. Dengan suara bergetar, perempuan malang ini mengaku kehilangan uang sebesar Rp 30 juta setelah rencananya untuk bertolak ke Negeri Ginseng gagal total di tengah jalan. Bayangkan, ia sudah membayar lunas paket wisata yang dijanjikan dengan manis, namun semua harapannya sirna dalam sekejap!

Perjalanan impian yang seharusnya berlangsung pada rentang waktu Juni hingga Desember 2026 itu pun kandas secara mendadak. Kurnia Yulianti, selaku pemilik Uniality Tour, dengan seenaknya membatalkan semua jadwal perjalanan tanpa memberikan penjelasan yang masuk akal kepada para pelanggan setianya. Hal ini tentu saja memicu kemarahan dan kekesalan yang mendalam di hati para korban yang sudah menaruh kepercayaan penuh.

“Yang bikin saya paling geram dan kesal, ada rombongan yang sudah sampai di bandara untuk trip ke Bangkok pada tanggal 19 Juni, tetapi tiba-tiba perjalanan mereka dibatalkan di tempat! Ini sungguh keterlaluan dan terlalu bodoh, maksud saya,” ujar Riri dengan nada tinggi saat ditemui tim kami di Surabaya pada Senin (13/7/2026). Ia terus menggelengkan kepala, masih tidak percaya dengan perlakuan semena-mena yang diterimanya.

Nasib serupa juga menimpa Riri yang baru mendapat kabar buruk tentang kegagalan visa H-7 sebelum jadwal keberangkatan yang telah ditentukan. Ketika semua barang bawaan sudah rapi dalam koper dan semangat membara, kabar tersebut datang bagaikan petir di siang bolong! “Tiba-tiba kami diberi tahu, ‘Eh visa kamu gagal nih.’ Kami langsung panik dan stres karena sudah melakukan persiapan matang. Akhirnya dia (Kurnia) malah menawarkan solusi dengan berkata, ‘Ini bisa Kak, tapi harus deposit dulu Rp 30 juta,'” kenang Riri dengan nada getir.

Tanpa pikir panjang, karena sudah terlanjur berharap, Riri pun mentransfer uang deposit yang diminta. “Ia berjanji bahwa H+1 setelah saya pulang dari Korea, uang deposit akan segera dikembalikan utuh. Namun, kenyataan berkata lain! Saya sudah menunggu hingga H+7 tetapi tidak ada kabar sama sekali, bahkan saya pun gagal berangkat ke Korea,” jelasnya dengan suara lirih.

Dana Menguap, Kontak Diputus! Pemilik Travel Tiba-Tiba Menghilang Seperti Ditelan Bumi!

Pada hari yang seharusnya menjadi puncak kegembiraan, Kurnia justru bertindak ekstrem! Ia memblokir semua rekening bank yang diketahui para korban, menutup akses nomor telepon yang selama ini menjadi jalur komunikasi, dan menghilang bagaikan ditelan bumi. “Semua rekening diblokir, nomor telepon saya juga ikut diblokir, dan akses untuk bertemu langsung dengan dia sama sekali tidak bisa. Tidak ada transparansi dan kejelasan sama sekali,” sesal Riri dengan mata berkaca-kaca.

Jumlah Korban Tembus 41 Orang, Kerugian Meroket hingga Miliaran Rupiah!

Setelah dilakukan pendataan lebih lanjut, terungkap fakta mencengangkan bahwa tidak kurang dari 41 orang menjadi korban keganasan penipuan berkedok travel ini. Mereka tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga menyebar dari Aceh, Medan, Lampung, hingga Jakarta! Kerugian yang diderita para korban ditaksir mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp 1,7 miliar! Jumlah ini merupakan akumulasi dari berbagai paket perjalanan wisata, mulai dari trip Korea Selatan, Bangkok, hingga Jepang.

“Jumlah kerugian masing-masing korban bervariasi. Ada yang satu orang memesan 33 pax untuk trip kantor, ada juga yang 6 pax. Saya sendiri hanya menderita kerugian Rp 30 juta untuk perjalanan pribadi saya,” sebut Riri dengan nada prihatin.

Wakil Wali Kota Turun Tangan, Kantor Travel Digerebek Massal!

Persoalan ini tidak berhenti di sini! Riri dan para korban lainnya akhirnya melaporkan kasus ini kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Tanpa menunggu waktu lama, Armuji langsung bertindak sigap dengan mendatangi kantor CV Uniality Tour and Travel bersama rombongan korban yang kecewa. Pihak travel pun dipaksa untuk menandatangani surat perjanjian yang berisi komitmen pengembalian seluruh uang korban.

“Pihak travel berjanji akan melakukan refund secara bertahap dalam waktu satu hingga tiga bulan terhitung tanggal 13 Juli ini,” ujar Riri menjelaskan hasil pertemuan tersebut. Namun, ia tetap waspada dan memberi peringatan tegas: “Saya sudah bilang ke mereka, jika sampai tiga bulan ke depan uang kami belum lunas, kami akan kembali lagi ke Pak Armuji. Saya tidak akan tinggal diam!” tegasnya penuh determinasi.

Komisaris Travel Angkat Bicara, Audit Independen Digelar untuk Lacak Dana!

Di tengah situasi yang semakin memanas, Feber selaku Komisaris CV Uniality Tour and Travel angkat bicara. Dengan nada serius, ia menekankan bahwa permasalahan ini akan diselesaikan melalui audit independen yang dilakukan oleh perusahaan. “Kami masih melakukan audit independen untuk menelusuri aliran dana yang diterima Kurnia selama ini. Kami masih mendalami ke mana saja dana tersebut dialirkan,” ucapnya dengan tatapan tajam.

Feber juga mengakui bahwa tidak ada jaminan yang bisa diberikan saat ini. Rumah pribadinya di Jalan Nginden dan kantor mereka di Jagir, Sidoarjo, saat ini tengah dijaminkan ke bank sebagai agunan. “Rumah ini dan yang di Jalan Nginden masih menjadi agunan bank. Bagaimana bisa dijadikan jaminan tambahan?” tanyanya dengan nada pasrah. Meski demikian, ia berjanji akan mengembalikan seluruh uang korban dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Owner Travel Mengaku Pasrah, Mengakui Sistem Gali Lubang Tutup Lubang Bikin Bangkrut!

Sementara itu, Kurnia Yulianti selaku owner hanya memberikan komentar singkat penuh penyesalan. Dengan wajah muram, ia mengakui bahwa seluruh dana korban telah habis akibat kesalahan pengelolaan. “Saya menggunakan sistem gali lubang tutup lubang untuk usaha. Semua dana diputar untuk menutupi kebutuhan bisnis lainnya, tetapi kini semuanya sudah tidak tersisa,” ungkapnya dengan suara parau.

Ia juga mengaku pasrah dan tidak memiliki aset lain yang bisa dijaminkan atau digunakan untuk mengganti kerugian korban. “Semua ini terjadi karena kesalahan pengelolaan dalam bisnis saya. Saat ini saya benar-benar tidak memiliki uang,” pungkasnya dengan kepala tertunduk.

Terungkap! Kasus Ini Berkaitan dengan Penipuan Tiket Konser BTS yang Merugikan ARMY!

Menariknya, kasus ini terungkap bersamaan dengan pengungkapan laporan dugaan penipuan tiket konser BTS yang juga merugikan para ARMY, sebutan untuk penggemar boy band asal Korea Selatan itu, hingga mencapai Rp 400 juta. Keterkaitan kedua kasus ini semakin membuat publik geram dan mempertanyakan integritas pelaku usaha travel di tanah air. Akankah janji pengembalian dana benar-benar terealisasi? Kita nantikan perkembangan selanjutnya!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version