Cinta-news.com – Tim penyelamat masih terus menyisir puing-puing bangunan yang rata dengan tanah pasca gempa dahsyat mengguncang Venezuela. Dua getaran kuat berkekuatan M 7,2 dan M 7,5 berturut-turut melanda wilayah utara negara itu pada Rabu (24/6/2026) malam dengan selang waktu kurang dari satu menit, menyebabkan bangunan-bangunan megah berubah menjadi tumpukan beton yang retak, miring, bahkan ambruk total. Getaran susulan yang tak kalah mengerikan masih terus dirasakan hingga keesokan harinya, membuat warga semakin ketakutan.
Proses evakuasi korban pun berjalan sangat lambat. Kondisi ini semakin memprihatinkan karena banyak jenazah yang masih terlihat tersembunyi di balik puing-puing berjam-jam setelah bencana, sementara waktu terus berlalu dan menjadi musuh terbesar bagi mereka yang masih terperangkap dengan luka-luka. Setiap detik terasa sangat berharga bagi para korban yang menunggu pertolongan.
Jumlah Korban Tembus 188 Orang, Ribuan Lainnya Terluka

Berdasarkan laporan yang dihimpun dari AFP, Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengumumkan bahwa angka korban tewas telah meningkat signifikan menjadi 188 orang hingga Kamis (26/6/2026) malam. Selain itu, sebanyak 1.520 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dengan proses pencarian yang masih berlangsung.
Salah satu pemandangan paling memilukan terjadi di sebuah kota di negara bagian La Guaira, yang menjadi wilayah paling parah terdampak gempa. Di sana, warga hanya bisa terdiam pasrah mendengar teriakan meminta tolong dari seorang gadis kecil yang terperangkap di bawah reruntuhan selama berjam-jam. “Kami sangat membutuhkan bantuan personel militer untuk mengeluarkannya,” ujar Dani Rizo (48), warga setempat, dengan nada putus asa. Namun sayang, nyawa gadis malang itu tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.
Kisah serupa juga terjadi di lokasi lain di La Guaira, di mana tiga orang masih terdengar jelas suaranya dari balik puing-puing bangunan yang roboh. “Mereka masih hidup, tapi kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Kami sama sekali tidak punya alat untuk mengevakuasi mereka,” keluh Antonio Bermudez, warga lainnya, dengan nada frustasi.
Seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Domingo Luciani menceritakan kondisi menyayat hati ketika banyak anak-anak tiba di ambulans tanpa didampingi orang tua setelah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan. “Beberapa anak masih bisa menyebutkan nama mereka, sementara yang lainnya hanya datang dengan gelang identitas di lengan mereka,” tutur sang dokter dengan mata berkaca-kaca.
Tim Penyelamat Internasional Mulai Dikerahkan
Seorang petugas penyelamat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kondisi di lapangan sangat genting. Menurutnya, kekurangan personel terlatih dan keterbatasan alat berat menjadi kendala utama dalam proses evakuasi korban. Situasi ini semakin diperparah dengan sulitnya akses menuju lokasi-lokasi terdampak.
Presiden sementara Delcy Rodriguez langsung mengunjungi La Guaira pada Kamis dan menetapkan daerah tersebut sebagai “zona bencana” untuk mempercepat proses penanganan darurat. Namun di tengah situasi kacau tersebut, para reporter AFP menyaksikan aksi penjarahan yang terjadi di sebuah supermarket lokal, menunjukkan betapa desperasinya kondisi masyarakat saat ini.
Direktur Komite Penyelamatan Internasional (IRC) untuk Venezuela, Nicole Kast, menggambarkan situasi ini sebagai bencana kemanusiaan yang membutuhkan respon cepat dan masif. Beruntung, tawaran bantuan mulai mengalir deras dari berbagai penjuru dunia. Swiss, Spanyol, Prancis, Portugal, dan Meksiko termasuk di antara negara-negara yang segera mengirimkan tim spesialis dan peralatan penyelamatan ke Venezuela.
Bantuan Global Mengalir Deras
Dukungan juga datang dari negara-negara besar seperti China, India, Brasil, dan bahkan Iran yang turut menawarkan bantuan kemanusiaan. Paus Leo XIV tidak ketinggalan mengirimkan bantuan awal sebesar 100.000 euro untuk meringankan penderitaan para korban.
Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan pihaknya sedang memobilisasi bantuan besar-besaran senilai 150 juta dolar AS. “Kami memiliki respons terkoordinasi dari seluruh pemerintah. Bantuan ini akan besar, cepat, dan efektif,” tegas Rubio dengan penuh keyakinan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut menyampaikan duka cita mendalam atas bencana ini dan berjanji akan memberikan dukungan penuh bagi Venezuela. Kepala bantuan PBB Tom Fletcher menekankan bahwa “gempa terkuat yang melanda Venezuela dalam 126 tahun terakhir ini membutuhkan upaya kolektif yang luar biasa besar.”
Bandara Internasional Ditutup, Warga Asing Jadi Korban
Operasi bantuan semakin rumit karena Bandara Internasional di La Guaira terpaksa ditutup menyusul kerusakan parah yang dideritanya. Penutupan ini tentu saja mempersulit proses pengiriman bantuan dan evakuasi korban. Dilaporkan bahwa seorang warga negara Italia dan seorang warga negara Portugal termasuk di antara korban jiwa dalam bencana ini.
Getaran gempa yang sangat kuat ini ternyata tidak hanya dirasakan di Venezuela, tetapi juga terasa hingga ke negara tetangga Kolombia. Warga di ibu kota Bogota bahkan terpaksa mengungsi dari gedung-gedung tinggi sebagai langkah pencegahan. Selain itu, jaringan pemantauan seismik juga melaporkan adanya getaran yang terasa di beberapa kota di Brasil bagian utara.
Kepanikan Melanda Caracas, Seorang Ibu Berjuang Mencari Putrinya
Pemandangan kepanikan dan kehancuran juga terjadi di ibu kota Caracas. Banyak warga memilih menghabiskan malam dengan tidur di jalanan atau di dalam mobil mereka karena takut akan gempa susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Kota yang biasanya ramai ini kini berubah menjadi lautan kepanikan.
Kisah haru datang dari Rita Gomez (60) yang rela melakukan perjalanan jauh ke ibu kota setelah melihat di media sosial bahwa bangunan tempat tinggal putrinya telah runtuh total. Yang lebih mengkhawatirkan, putrinya tidak juga menjawab panggilan telepon. “Alat berat akhirnya tiba dan tetangga-tetangga sangat kooperatif. Kami berdoa kepada Tuhan semoga dia ditemukan dalam keadaan hidup,” ujar Rita dengan air mata berlinang, masih menyisakan secercah harapan di tengah keputusasaan.
Situasi di Venezuela saat ini masih sangat mencekam. Tim penyelamat terus bekerja tanpa kenal lelah meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Dukungan internasional yang datang diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban. Masyarakat dunia kini menaruh perhatian besar pada nasib para korban gempa yang masih terperangkap di bawah reruntuhan dan berharap upaya penyelamatan dapat segera membuahkan hasil maksimal.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











