Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

16 Jam Padamkan Api Pabrik Kipas Angin Tangerang, BPBD Pastikan Nihil Korban Jiwa

TANGERANG, Cinta-news.com – Warga di kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten mendadak gempar ketika kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi menyelimuti langit sejak Jumat (6/11/2026) siang, tatkala amukan jago merah melalap habis sebuah pabrik manufaktur kipas angin ternama di wilayah tersebut.

Pasalnya, kobaran api raksasa yang membakar hebat gedung megah tiga lantai itu memaksa puluhan petugas tangguh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang berjuang ekstra keras menaklukkan amukan si jago merah hingga memakan waktu 16 jam nonstop.

Selanjutnya, berdasarkan penelusuran awal para petugas di lokasi kejadian perkara, titik lidah api pertama kali menyambar cepat dari salah satu ruangan di area lantai dua bangunan tersebut.

Mengenai pemicu utama musibah mengerikan ini, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, secara tegas mengonfirmasi dugaan sementara bahwa letupan korsleting listrik menjadi penyebab utama yang menyulut kobaran api raksasa tersebut.

Lebih lanjut, Taufik memaparkan kronologi tersebut saat memberikan keterangan resmi pada Sabtu (7/11/2026) dengan menyatakan, “Menurut laporan awal yang kami terima dari lapangan, percikan korsleting listrik itu bermula tepat di lantai dua, yakni di dalam area gudang penyimpanan komponen baling-baling.”

Kendati demikian, pihak berwenang bersama tim penyidik kepolisian masih terus menggelar penyelidikan mendalam serta olah TKP lanjutan demi memastikan secara pasti penyebab utama di balik kebakaran dahsyat ini.

Padam Setelah 16 Jam dan Bangunan Ambruk

Memang sangat mengejutkan, amuk si jago merah yang mulai berkobar hebat sejak Jumat siang sekitar pukul 12.00 WIB tersebut baru benar-benar berhasil dikendalikan secara penuh oleh tim petugas pada Sabtu (7/11/2026) dini hari tepat pukul 04.00 WIB.

Bahkan, proses pemadaman marathon ini terpaksa memakan waktu panjang hingga 16 jam penuh lantaran besarnya letupan api serta tingginya risiko keselamatan akibat potensi bangunan yang runtuh sewaktu-waktu.

Akibat amukan api yang begitu dahsyat, kerusakan terparah menghancurkan area lantai dua dan lantai tiga hingga mengakibatkan struktur beton bangunan megah tersebut ambruk total ke dasar.

Tak hanya itu, gelombang reruntuhan material dari lantai atas bahkan meluncur deras menutup rapat pintu serta jalan akses utama yang menuju ke area lantai dasar pabrik.

Oleh sebab itu, Taufik menggambarkan situasi mencekam di lokasi kebakaran seraya menjelaskan, “Petugas kami sudah berhasil menjinakkan sebagian besar titik api sejak dini hari… Namun kondisi fisik bangunan tiga lantai itu memang sudah banyak yang runtuh dan hancur.”

Terkendala Sumber Air dan Reruntuhan

Di samping itu, seluruh armada pemadam kebakaran harus bertarung menembus berbagai rintangan ekstrem dan kendala berat selama melangsungkan operasi pemadaman di area musibah.

Pasalnya, selain ancaman bangunan ambruk yang menghalangi personel untuk mendekati titik pusat api secara langsung, posisi kobaran bara yang tertimbun puing-puing material tebal juga sangat sulit dijangkau oleh semprotan air petugas.

Tidak berhenti di situ, hambatan lain pun muncul tatkala posisi titik sumber air relatif sangat jauh dari lokasi pabrik, sehingga sempat tersendat menyuplai kebutuhan armada di garis depan.

Namun beruntung, keberadaan bantuan armada mobil tangki milik internal perusahaan langsung bergerak cepat menyuplai pasokan air secara berkelanjutan demi menyukseskan operasi penjinakan api tersebut.

Kerahkan 52 Personel dan 10 Unit Damkar

Demi memenangi pertarungan sengit melawan amuk si jago merah ini, BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan pasukan penuh sebanyak 52 personel pemberani yang didukung langsung oleh 10 unit armada mobil pemadam kebakaran.

Selanjutnya, seusai berhasil menjinakkan kobaran api utama pada Sabtu pagi, para petugas tetap bertahan di lokasi untuk melangsungkan tahap pendinginan (cooling down) sekaligus menyiram sisa-sisa bara api yang masih tersembunyi di bawah puing reruntuhan.

Permukiman Warga Aman, Nihil Korban Jiwa

Di tengah musibah yang menghanguskan seluruh isi bangunan ini, pihak BPBD membawa kabar lega dengan mengonfirmasi bahwa tidak ada satu pun korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa menegangkan ini.

Bahkan, guna mengantisipasi risiko lidah api menjalar ke area perkampungan dekat pabrik, tim petugas menyiagakan taktis satu hingga dua unit mobil damkar serta armada tangki air tepat di perbatasan rumah warga.

Alhasil, strategi benteng pertahanan tersebut sukses mengamankan seluruh area pemukiman warga di sekeliling pabrik sehingga tetap aman dan tidak terkena sambaran api sedikit pun.

Pada akhirnya, Taufik mengakhiri laporannya dengan menyampaikan rasa syukur yang mendalam, “Alhamdulillah, seluruh kawasan pemukiman warga di sekitar area pabrik dipastikan aman dan tidak mengalami dampak apa pun.”

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *