Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Perancis Serukan Sidang Darurat PBB Menyusul Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL Asal Indonesia

Cinta-news.com – Dunia internasional mendadak diguncang! Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Noel Barrot, secara tegas meminta digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan (DK) PBB. Langkah dramatis ini menyusul serangkaian insiden mematikan yang secara langsung menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL di Lebanon. Bukan tanpa alasan, karena insiden tersebut telah menewaskan personel yang bertugas menjaga stabilitas di kawasan konflik.

Barrot secara blak-blakan menyebut peristiwa ini sebagai “kejadian yang sangat serius.” Bagaimana tidak, nyawa personel penjaga perdamaian melayang dalam tugas mulia mereka. “Serangan di dekat posisi pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan,” tegas Barrot dengan nada tegas, seperti dilansir media Perancis L’Orient Today, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Mutilasi Ayam Geprek di Bekasi: Korban Menolak Diajak Mencuri

Lebih lanjut, pemerintah Perancis mendorong penyelidikan menyeluruh secara terbuka. Mereka ingin mengungkap secara terang-benderang apa yang sebenarnya menjadi pemicu tragedi berdarah ini. Dunia berhak tahu, dan keluarga besar korban berhak mendapatkan keadilan!

Korban dari Indonesia ini menjadi catatan kelam tersendiri. Mereka merupakan prajurit pertama dari misi UNIFIL yang gugur sejak konflik baru meletus antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, yang kembali memanas pada 2 Maret 2026.

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Dua Insiden Terpisah

Sayangnya, duka tak datang hanya sekali. Setelah seruan mendesak dari Barrot, kabar buruk kembali menghantam. Ternyata masih ada korlan tewas tambahan dari pasukan UNIFIL asal Indonesia. Jumlahnya bahkan dua personel sekaligus. Dengan demikian, total tiga pahlawan bangsa telah gugur dalam dua insiden berbeda di Lebanon selatan.

Baca Juga: Dave Laksono: 2 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Ranjau dan Serangan Saat Evakuasi

Dua prajurit gugur pada Senin pagi setelah ledakan dahsyat dari sumber yang hingga kini masih misterius menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan. Dua tentara lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa nahas tersebut. Bayangkan, dalam sekejap, kendaraan yang mereka tumpangi hancur lebur, merenggut nyawa dua putra terbaik bangsa.

Sebelumnya, satu prajurit Indonesia lainnya lebih dulu gugur pada Minggu (29/2/2025) malam. Sebuah proyektil meledak di dekat posisi UNIFIL di sekitar desa Adchit al-Qusayr. Satu personel lainnya kritis kritis akibat ledakan tersebut. Duka menyelimuti keluarga besar TNI dan seluruh rakyat Indonesia.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, memberikan klarifikasi penting bahwa kedua kejadian tersebut merupakan insiden berbeda. Mereka tengah menyelidikinya secara terpisah. “Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya secara terpisah,” ujarnya mengutip BBC.

PBB Naik Pitam! Serangan Ini Berpotensi Jadi Kejahatan Perang

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, langsung bereaksi keras. Ia menegaskan dengan lantang bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Bahkan, Guterres menyebut tindakan ini bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang! Peringatan keras ini tentu tak bisa dianggap enteng oleh pihak mana pun.

Baca Juga: Pengadaan Alutsista TNI AU: Kontrak 12 Jet PC-24 dan Rencana Pembelian 24 PC-21

Tak kalah tegas, Kepala Operasi Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, ikut mengecam habis insiden tersebut. “Kami sangat mengutuk insiden yang tidak dapat diterima ini. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target,” kata Lacroix dalam konferensi pers, Senin. Suaranya mencerminkan kemarahan dan kekecewaan mendalam atas hilangnya nyawa para penjaga perdamaian.

Insiden memilukan ini terjadi di tengah panasnya konflik yang kembali membara antara Israel dan Hizbullah sejak awal Maret 2026. Kematian prajurit UNIFIL dengan tragis menyoroti betapa tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik. Mereka seharusnya berada di sana untuk menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel, bukan malah menjadi sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan atas kedua insiden tersebut masih berlangsung intensif. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan segera menggelar sidang darurat. Mereka akan membahas situasi yang terus memburuk dan semakin mengkhawatirkan di kawasan tersebut. Dunia menanti langkah konkret DK PBB untuk melindungi pasukan penjaga perdamaian dan menghentikan eskalasi konflik yang merenggut nyawa.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *