Cinta-news.com – Memasuki babak baru dalam penataan kawasan pesisir Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kini secara resmi meluncurkan langkah strategis dengan membidik kawasan Pulau Lusi di Kecamatan Jabon sebagai proyek percontohan destinasi wisata unggulan masa depan yang siap terealisasi penuh pada tahun 2028 mendatang.
Namun demikian, sebelum alat-alat berat dan jajaran investor menginjakkan kaki di pulau buatan ini, Pemkab Sidoarjo akan mengutamakan jalinan koordinasi yang intensif bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia demi menjamin kepastian status hukum, pemanfaatan tata ruang, serta kejelasan pola pengelolaan lahan di wilayah perairan pesisir tersebut.
Mengulas rencana besar penataan kawasan ini, Plt. Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan secara langsung komitmen tersebut tak lama setelah memimpin peninjauan lapangan secara maraton bersama rombongan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Jabon.
Di sela-sela peninjauan lokasi tersebut, Subandi menegaskan bahwa kunjungan kerja ini sengaja digelar untuk melihat dan memetakan secara langsung potensi tersembunyi Pulau Lusi, sehingga lokasi eksotis tersebut sanggup disulap menjadi ikon wisata alam pesisir kelas atas yang membanggakan bagi Kabupaten Sidoarjo.
Menyikapi impian besar penataan potensi daerahnya pada Minggu (8/11/2026), Subandi menyampaikan gagasannya, “Kami sangat ingin mengembangkan potensi wisata lokal yang ada di Sidoarjo, sehingga warga masyarakat kita kelak tidak perlu lagi pergi jauh-jauh keluar daerah hanya untuk menikmati momen liburan, karena kita memiliki destinasi megah yang patut dibanggakan bersama.”
Sinergi Strategis Bersama KKP dan Target Pematangan Grand Design 2027
Selanjutnya, guna menindaklanjuti arahan strategis dalam menyulap pulau tersebut, Subandi akan segera memandatkan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo agar secepatnya menjalin komunikasi tingkat tinggi dengan pihak KKP terkait kejelasan hak guna dan administrasi pengelolaan lahan.
Oleh karena itu, langkah sinergi dan koordinasi antarlembaga ini memegang peranan yang sangat krusial sebagai pijakan awal sebelum jajaran pemerintah daerah memberanikan diri menyusun dokumen cetak biru (masterplan) pengembangan kawasan pariwisata terpadu secara komprehensif.
Menjelaskan skenario teknis di lapangan, beliau menambahkan, “Nanti kita perintahkan jajaran Disporapar untuk berkoordinasi secara mendalam dengan KKP terkait aspek pengelolaan lahan di kawasan ini, sehingga nantinya kita mampu menyusun grand design atau perencanaan pengembangan kawasan wisata Pulau Lusi secara jauh lebih matang, modern, dan terintegrasi.”
Di samping itu, Subandi juga membeberkan bahwa Pemkab Sidoarjo telah mematok linimasa kerja yang sangat presisi, di mana target penyusunan dokumen grand design penataan Pulau Lusi akan digodok sepanjang tahun 2027, yang kemudian bakal disusul oleh pelaksanaan konstruksi fisik di lapangan mulai tahun 2028.
Berbicara mengenai tahapan eksekusi program tersebut, sosok pemimpin Sidoarjo ini mengungkapkan optimismenya, “Kalau nanti seluruh kawasan ini sudah bisa resmi kita manfaatkan, maka pada tahun 2027 kita siapkan seluruh dokumen perencanaannya secara mendalam. Setelah tahapan itu tuntas, baru pada tahun 2028 kita targetkan penataan fisiknya bisa mulai dieksekusi di lapangan.”
Melejitkan Roda Perekonomian dan Sentra UMKM Kuliner Kecamatan Jabon
Di sisi lain, proyek raksasa transformasi wilayah muara ini tidak sekadar bertujuan menambah ragam pilihan tempat rekreasi keluarga bagi warga Jawa Timur, melainkan juga diyakini sanggup memicu efek domino yang positif bagi kebangkitan roda perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pesisir.
Oleh sebab itu, Subandi menaruh harapan amat besar agar penataan terpadu Pulau Lusi nantinya sanggup mendorong pertumbuhan ekosistem bisnis lokal secara masif, khususnya dalam menghidupkan wirausaha kuliner khas laut serta melejitkan daya saing ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Jabon.
Mengakhiri penjelasannya kepada media, beliau menyimpulkan, “Harapannya, kawasan Pulau Lusi ini kelak dapat kita kemas dengan jauh lebih rapi dan profesional, sehingga berubah menjadi destinasi wisata yang sangat menarik, memberikan rasa nyaman bagi pengunjung, sekaligus mendatangkan nilai manfaat ekonomi yang nyata bagi segenap warga Kabupaten Sidoarjo.”
Dari Sedimentasi Lumpur Lapindo Menjadi Kawasan Konservasi Hijau
Menarik untuk diketahui sebagai latar belakang ekologis, Pulau Lusi sejatinya merupakan pulau buatan bernilai sejarah unik yang terbentuk secara tidak sengaja dari proses pengendapan atau sedimentasi material lumpur panas Lapindo yang terus dialirkan menuju muara laut melalui aliran Sungai Porong sejak letupan bencana terjadi pada tahun 2006 silam.
Lambat laun, akumulasi endapan lumpur pekat yang berlangsung secara konsisten selama bertahun-tahun di kawasan estuari Sungai Porong tersebut berhasil membentuk hamparan daratan baru nan subur yang membentang luas dengan cakupan area diperkirakan mencapai 94 hingga 100 hektar.
Akhirnya, kawasan unik yang belakangan populer dengan sebutan Pulau Lusi—sebuah singkatan kreatif dari ‘Lumpur Sidoarjo’—kini terus ditanami oleh berbagai vegetasi pelindung pesisir seperti hutan mangrove dan pohon cemara udang, guna menggalakkan aksi penghijauan lingkungan sekaligus membendung ancaman abrasi pantai di kawasan pesisir Kabupaten Sidoarjo.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











