Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

DLH Semarang Tegur Pemilik Warung Bakso yang Viral Buang Limbah Kuah ke Got Warga

SEMARANG, Cinta-news.com — Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang secara tegas meminta seluruh pemilik usaha kuliner agar tidak lagi mengalirkan sisa minyak dan limbah cair makanan langsung ke saluran air milik warga.

Langkah tegas ini diambil oleh pemerintah daerah setelah masyarakat yang bermukim di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, meluapkan kekecewaan mereka akibat aroma menyengat yang mencemari lingkungan pemukiman.

Bahkan, fenomena menggelikan sekaligus memprihatinkan ini mendadak viral di berbagai platform media sosial akibat unggahan video bentrok adu mulut antara warga setempat dan pekerja warung bakso.

Dalam tayangan video tersebut, tampak jelas seorang karyawan kedai bakso santai mencurahkan sisa kuah berlemak ke dalam selokan yang berada persis di depan pekarangan rumah warga.

Melihat amarah warga yang kian memuncak, jajaran aparatur wilayah bersama petugas teknis DLH Kota Semarang bergegas turun ke lapangan guna memediasi pertikaian kedua pihak.

Imbas dari pertemuan tersebut, pemilik warung bakso akhirnya bersedia menghentikan seluruh aktivitas usahanya untuk sementara waktu demi membenahi sistem pembuangan limbah secara komprehensif.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pemberdayaan Lingkungan DLH Kota Semarang, Wahyu Heryawan, menegaskan bahwa para pengusaha kuliner wajib memiliki penampungan penyaring awal sebelum mengalirkan limbah cair ke drainase publik.

Menurut pakar lingkungan ini, alat penangkap lemak atau grease trap merupakan solusi mutlak yang sangat ampuh untuk menyaring kotoran sebelum memasuki got umum.

“Prinsip utamanya, pengusaha setidaknya memasang grease trap di dapur mereka. Akibatnya, sisa air cuci piring maupun minyak tak akan langsung mencemari saluran got pemukiman,” papar Wahyu saat memberikan keterangan resmi, Kamis (5/10/2026).

DLH Sarankan Penggunaan Grease Trap

Secara teknis, Wahyu menerangkan bahwa perangkat grease trap bekerja layaknya wadah pengendap yang bertugas memisahkan gumpalan lemak padat serta sisa makanan dari cairan limbah.

Berkat pemanfaatan alat penyaring ini, seluruh sisa lemak gurih dan kotoran makanan tidak akan ikut meluncur ke saluran pembuangan kota.

Oleh sebab itu, penerapan teknologi sederhana ini sangat krusial agar kawasan pemukiman warga terbebas dari serangan bau busuk yang mengganggu kesehatan.

Di samping itu, Wahyu mengingatkan bahwa potensi pencemaran saluran air ini tidak hanya datang dari kedai bakso, melainkan mengintai seluruh jenis bisnis kuliner lain.

Terlebih lagi, masakan berkuah gurih seperti bakso menyisakan kadar lemak jenuh tinggi yang berpotensi membusuk dengan cepat di dalam got tertutup.

Kendati demikian, pihak dinas sangat memahami bahwa kewajiban mengelola limbah ini kerap menjadi beban berat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tantangan terbesar ini khususnya menghantam para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggantungkan hidup pada gerobak dorong atau tenda bongkar-pasang tanpa bangunan permanen.

“Kami menyadari keterbatasan para pelaku UMKM, sehingga fokus utama kami adalah memberikan edukasi intensif. Apabila restoran besar umumnya sudah mengantongi izin pengolahan limbah, maka pedagang tenda tentu membutuhkan pendekatan khusus,” kata Wahyu menambahkan.

Selanjutnya, tim DLH bersama jajaran kecamatan dan tokoh masyarakat setempat menyambangi langsung titik lokasi pembuangan kuah bakso di wilayah Srondol Wetan.

Selain memberikan pemahaman langsung kepada pengelola warung, petugas lapangan juga menyodorkan beragam pilihan teknologi pembuangan limbah yang ramah lingkungan.

Selain menyarankan pemasangan perangkap lemak, dinas terkait memaparkan opsi penggunaan tempat penampungan khusus berbahan tangki kedap udara.

Nantinya, cairan limbah berlemak yang tertampung di dalam tangki tersebut dapat disedot secara berkala menggunakan truk tangki pengangkut khusus.

Hasilnya, pemilik kedai bakso di Srondol Wetan sepakat untuk menampung seluruh sisa kuah di wadah penampung sebelum dijadwalkan proses penyedotan.

Tak hanya itu, pihak DLH turut merekomendasikan penggunaan unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) portable yang sangat praktis.

Inovasi IPAL portable ini menjadi solusi paling ideal bagi pengusaha yang menyewa tempat, sebab perangkat ini mudah dibongkar-pasang saat pindah lokasi.

“Kami menyodorkan dua solusi utama, yakni pemasangan grease trap atau unit IPAL portable. Apalagi saat ini perangkat IPAL portable sangat mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang relatif terjangkau,” jelas Wahyu lebih lanjut.

DLH Gencarkan Sosialisasi Pengelolaan Limbah

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa DLH Kota Semarang tak pernah berhenti menggelar sosialisasi pengolahan limbah menyasar sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeca).

Namun demikian, proses edukasi ini harus dijalankan secara bertahap mengingat jumlah usaha kuliner di Kota Semarang yang terus bertambah pesat.

Oleh karena itu, DLH menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, seperti Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan Kota Semarang, guna memperluas jangkauan pembinaan.

“Dinas kami berfokus pada aspek teknis limbahnya. Sementara itu, kawan-kawan dari Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan mengampu pembinaan operasional pedagang serta pasar,” ungkap Wahyu.

Selain itu, Wahyu menjelaskan perbandingan sistem penanganan limbah cair yang sangat berbeda dengan pengolahan sampah padat di TPA Jatibarang.

Mengenai limbah cair rumah tangga, Pemkot Semarang telah mengoperasikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di bawah naungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

Sementara itu, tanggung jawab DLH Kota Semarang lebih mengarah pada pengawasan serta tata kelola Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

“Tempat Pemrosesan Akhir Jatibarang murni diperuntukkan bagi limbah padat rumah tangga. Adapun limbah cair seluruhnya bermuara di fasilitas IPLT milik Disperkim,” tegas Wahyu mengakhiri penjelasannya.

Warung Bakso Tutup Sementara, Warga Sempat Protes

Sebelum pemerintah turun tangan, seorang warga sekitar bernama Rina (27) mengaku hidupnya sangat terganggu oleh bau menyengat dari selokan di depan rumahnya.

Bahkan, aroma lemak busuk tersebut menembus masuk hingga ke dalam kamar tidur serta ruang tamu rumah kediamannya.

“Pada dasarnya saya mendukung usaha tetangga, namun saya sangat tersiksa karena setiap malam harus menghirup udara berbau busuk dari got depan rumah,” ungkap Rina pada Rabu (4/11/2026).

Sebenarnya, Rina sudah mencoba menempuh jalan damai dengan menegur pengelola warung secara baik-baik sebelum kasus ini mendadak viral di media sosial.

Namun sayangnya, niat baik Rina untuk berdialog secara kekeluargaan malah berujung pada percekcokan yang memanas.

Belakangan terkuak bahwa tetangga sekitar juga memendam rasa kesal yang sama, namun mereka enggan bersuara karena menganggap pengelola warung sangat keras kepala.

Setelah pihak kelurahan dan DLH Kota Semarang memediasi bentrokan tersebut, pemilik kedai akhirnya berjanji akan memasang saringan limbah standar.

Di samping itu, pengelola usaha menyepakati penutupan warung sementara sampai seluruh perbaikan drainase selesai dikerjakan.

“Berkat bantuan kelurahan, pemilik warung berkomitmen memasang filter agar tak membuang sisa makanan sembarangan lagi. Oleh sebab itu, warung mereka tutup sementara,” ujar Rina lega.

Sudah Berjalan 2 Tahun

Di sisi lain, perwakilan pekerja warung bakso bernama Indra (32) secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga Srondol Wetan.

Dengan jujur, Indra mengakui bahwa kebiasaan buruk membuang sisa kuah bakso ke got warga tersebut sudah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Sebagai bentuk penyesalan, pihak manajemen warung kini sedang menyiapkan tangki penampung khusus agar limbah tak lagi mengalir bebas ke selokan.

“Kami sudah berdialog dan meminta maaf secara langsung kepada warga. Ke depannya, kami akan menampung seluruh limbah cair di tangki khusus sebelum diangkut petugas,” janji Indra.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *