SAMARINDA, Cinta-news.com – Kasus kejahatan yang sangat terencana kini mendadak bikin geger dan menggegerkan seluruh warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur, setelah jajaran kepolisian dari Polresta Samarinda bergerak cepat mendalami dugaan keterlibatan ‘orang dalam’ pada aksi pembobolan dua mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berlokasi strategis di dalam sebuah minimarket populer kawasan Jalan Cendana, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang.

Oleh karena itu, penyidikan maraton ini sengaja dilakukan oleh aparat penegak hukum setelah kawanan pelaku diduga kuat telah menjalankan aksi kejahatan mereka secara sangat matang, rapi, serta menguasai setiap detail kondisi bangunan dan tata letak interior toko secara sempurna.
Selanjutnya, Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Arie Soeharyadi, menegaskan secara terbuka bahwa jajaran tim penyidik memang tidak menutup kemungkinan sedikit pun untuk terus mengembangkan alur investigasi ini ke arah dugaan keterlibatan pihak internal yang ikut memuluskan kejahatan tersebut.
“Oleh sebab itu, perkara ini masih terus kami dalami secara mendalam dan teliti, sehingga memang tidak menutup kemungkinan bahwa pihak kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut ke arah keterlibatan pihak internal sebagaimana yang rekan-rekan media tanyakan,” ujar Ipda Arie Soeharyadi secara gamblang saat dikonfirmasi pada Selasa (3/11/2026).
Di samping itu, kejahatan nekat yang menyita perhatian publik ini diperkirakan menyerap kerugian materiil bernilai sangat fantastis hingga menembus angka Rp 400 juta, setelah dua unit mesin pengambil uang tunai milik Bank BCA serta jaringan ATM Bersama sukses dirusak dan dikuras habis isinya oleh pelaku.
Jejak Rahasia di TKP! Polisi Bongkar Siasat Pelaku yang Sangat Terencana
Lebih lanjut, salah satu aspek krusial yang kini menyita perhatian utama tim penyidik kepolisian adalah ditemukannya indikasi kuat bahwa para pelaku sudah memahami secara persis setiap sudut serta kondisi riil di dalam gedung minimarket tersebut sebelum melancarkan aksi.
Sebab, sebelum berhasil membongkar dan merusak dua boks mesin ATM sasaran, para pelaku diduga telah merencanakan langkah cerdik dengan terlebih dahulu melacak tempat penyimpanan perangkat Digital Video Recorder (DVR) yang tersambung langsung ke seluruh kamera pengawas CCTV toko.
Akibatnya, perangkat berharga yang tersimpan di dalam ruang gudang penyimpanan barang tersebut berhasil dinonaktifkan oleh pelaku secara cepat, sehingga seluruh pergerakan maupun aksi pencurian mereka sama sekali tidak dapat terekam oleh kamera pengawas.
“Maka dari itu, kawanan pelaku ini sepertinya sudah sangat paham dan menguasai situasi medan toko, karena sebelum membobol kedua mesin ATM tersebut, mereka dengan sengaja mematikan sistem CCTV terlebih dahulu,” terang Ipda Arie Soeharyadi saat mengungkap kecerdikan pelaku.
Selain memeriksa secara detail kondisi fisik perangkat DVR yang dimatikan, tim kepolisian juga menelusuri berbagai temuan penting pada bagian meteran listrik minimarket yang diduga kuat berkaitan erat dengan upaya para pelaku dalam memutus arus listrik demi menghilangkan jejak aksi mereka.
Kendati demikian, kerja keras Tim Inafis Polresta Samarinda yang menyisir seluruh lokasi kejadian perkara (TKP) berhasil menemukan beberapa titik bekas sidik jari yang tertinggal, sehingga temuan berharga tersebut kini sedang dianalisis secara intensif guna membocorkan identitas asli para pelaku.
“Memang ada sidik jari yang berhasil terdeteksi oleh tim ahli di TKP, dan saat ini Tim Inafis sudah melacak sidik jari tersebut secara maraton di laboratorium forensik, sehingga setiap perkembangan positif dari penyelidikan ini pasti akan segera kami sampaikan kepada publik,” jelas Ipda Arie memberikan kepastian.
Kesaksian Kunci Kepala Toko dan Perburuan Besar-Besaran Kawanan Pelaku
Sementara itu, dalam merangkai konstruksi hukum perkara pembobolan ini, pihak kepolisian telah memanggil serta melakukan pemeriksaan intensif terhadap sosok kepala toko yang merupakan pelapor pertama yang memergoki insiden kejahatan tersebut.
Bahkan, aksi pembobolan spektakuler ini pertama kali terendus pada hari Minggu pagi (1/11/2026) sekitar pukul 07.00 WITA, sewaktu sang kepala toko melangkah menuju gerai dengan niat untuk membuka toko dan memulai operasional bisnis sebagaimana hari-hari biasanya.
Namun, betapa kagetnya ia saat menginjakkan kaki di dalam gerai dan menyaksikan kondisi dua mesin penyedia uang tunai sudah berada dalam keadaan terbuka paksa, rusak parah, serta area bagian dalam kedua mesin tersebut berserakan secara berantakan.
Oleh sebab itu, temuan mencengangkan tersebut langsung ia laporkan secara berjenjang kepada pimpinan manajemen perusahaan minimarket, sebelum akhirnya diteruskan kepada aparat kepolisian terdekat agar segera ditindaklanjuti secara hukum.
“Oleh karena itu, untuk saat ini pihak pelapor yang merupakan kepala toko sudah selesai kami periksa secara menyeluruh, sedangkan untuk keterangan saksi-saksi penting lainnya tentu akan terus kami perbarui perkembangannya kepada rekan-rekan sekalian,” ucap Ipda Arie merincikan progres investigasi.
Dengan demikian, jajaran kepolisian terus bekerja secara konsisten mengumpulkan berbagai keterangan saksi kunci serta menyelaraskannya dengan barang bukti fisik di lapangan demi mengungkap misteri di balik kasus pembobolan bernilai ratusan juta rupiah ini.
Tidak hanya itu, tim gabungan berskala besar yang menerjunkan personel Polresta Samarinda bersama jajaran Reserse Jatanras Polda Kalimantan Timur kini bergerak serentak melakukan pemburuan sengit terhadap para pelaku kejahatan tersebut.
“Oleh sebab itu, seluruh tim penyidik dan petugas lapangan saat ini sedang tersebar di berbagai titik lokasi untuk terus melakukan penyelidikan mendalam hingga kasus ini tuntas terungkap,” tegas Ipda Arie Soeharyadi menutup keterangannya dengan penuh keyakinan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











