DELI SERDANG, Cinta-news.com – Gelombang kekesalan mendalam atas maraknya peredaran gelap narkoba yang kian merusak tatanan hidup masyarakat lokal akhirnya mendorong Kepala Dusun 3 Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Ayub Pirngadi Marbun, untuk segera mengambil tindakan nyata yang sangat berani di lapangan. Oleh karena itu, tokoh masyarakat ini secara langsung menyergap sekaligus membumihaguskan sebuah bangunan barak kayu yang terbukti menjadi sarang persembunyian para pelaku tindak kejahatan narkotika pada Senin (26/10/2026) sore lalu.

Seiring dengan tindakan pemberantasan tersebut, sang Kepala Dusun mendatangi lokasi terlarang itu tanpa mengikutsertakan pengawal satu pun. Tak hanya itu, ia nekat mengendarai sepeda motor pribadinya dengan tetap mengenakan Pakaian Dinas Harian lengkap, sehingga penampilannya langsung menyita perhatian publik.
Setelah tiba di tempat kejadian perkara, Ayub secara cermat menyaksikan sekumpulan orang sedang berkumpul dan menjalankan berbagai macam aktivitas ilegal secara terang-terangan. Lantas, ia mengamati bahwa sebagian pengunjung tempat tersebut sedang asyik bermain judi, sementara sebagian lainnya sedang mengonsumsi sabu-sabu serta melangsungkan transaksi jual beli barang haram tersebut.
“Awalnya saya hanya melintas di kawasan ini, namun saya langsung melihat kerumunan orang yang sedang melakukan kegiatan sangat negatif. Lebih lanjut, beberapa di antaranya sedang berjudi, sebagian lagi aktif memakai sabu, dan kami juga menyaksikan secara jelas adanya proses transaksi narkoba di tempat itu,” ungkap Ayub Pirngadi Marbun saat memberikan penjelasan resmi pada Selasa (27/10/2026).
Jeritan Hati Para Ibu Dan Istri Jadi Pemicu Amarah Sang Kepala Dusun!
Di samping keberaniannya di lapangan, keputusan tegas Ayub untuk meratakan sarang narkoba tersebut sebenarnya lahir dari rasa keprihatinan yang mendalam serta luapan emosi warga desa yang sudah mencapai puncaknya. Lebih jauh lagi, pemimpin lokal ini hampir setiap hari mendengarkan aduan pilu dari para ibu rumah tangga dan para istri yang merasa sangat terpukul oleh ulah anggota keluarga mereka akibat kecanduan zat adiktif.
“Kami selaku jajaran Kepala Dusun tentu memikul beban berat dan merasakan langsung dampak buruk dari bencana sosial ini. Bahkan, beberapa warga sering mendatangi rumah saya pada tengah malam sambil menangis histeris karena suami mereka mendadak mengamuk hebat akibat pengaruh obat-obatan terlarang tersebut,” kata Ayub menjelaskan realitas pahit di lingkungannya.
“Tak jarang pula para orang tua memanggil saya di larut malam lantaran anak kandung mereka mendadak hilang kendali hanya karena tidak mendapatkan uang untuk membeli sabu. Akibatnya, keberadaan narkotika ini sungguh-sungguh menghancurkan masa depan generasi muda dan mengancam keselamatan warga,” tambah Ayub dengan nada penuh penyesalan.
40 Orang Kocar-Kacir Saat Digerebek Secara Mendadak!
Selanjutnya, ketika pertama kali melangkah masuk ke dalam area sarang narkotika tersebut, Ayub mendapati pemandangan yang sangat mengejutkan dengan hadirnya sekitar 40 orang yang sedang asyik bertransaksi serta menikmati sabu secara bersama-sama. Oleh sebab itu, suasana lokasi yang terisolasi tersebut seketika berubah menjadi sangat tegang saat sang Kepala Dusun muncul secara tiba-tiba.
Tanpa memperlihatkan rasa gentar sedikit pun, Ayub langsung meluapkan amarahnya yang membara dengan mengusir seluruh pengunjung tempat maksiat tersebut hingga mereka berlarian kocar-kacir menyelamatkan diri. Alhasil, para pemakai narkoba itu meninggalkan puluhan alat isap sabu atau bong yang berhamburan secara tidak teratur di atas lantai barak.
Setelah berhasil membersihkan area tersebut dari para pelaku, Ayub tidak buang-buang waktu dan langsung berjalan menuju sepeda motor miliknya. Kemudian, ia mengambil satu botol berisi bahan bakar minyak jenis Pertalite yang sudah ia persiapkan di dalam bagasi kendaraan roda dua tersebut.
Lantas, pria yang berani ini menyiramkan cairan Pertalite tersebut ke seluruh permukaan dinding dan sudut bangunan kayu yang menjadi markas narkoba. Setelah menyulutkan api, ia menyaksikan bangunan liar tersebut langsung dilalap si jago merah hingga rata dengan tanah dalam waktu singkat.
“Jika ada pihak-pihak tertentu yang nekat mencoba membuka kembali bisnis narkoba di kawasan Selambo ini, saya pastikan akan membakarnya lagi tanpa ampun. Maka dari itu, saya sudah berulang kali menyampaikan peringatan keras agar siapapun tidak bermain-main dengan narkoba di Dusun 3 Selambo ini,” tegas Ayub memberikan peringatan menakutkan bagi para pengedar.
Lebih lanjut, Ayub menegaskan bahwa aksi pembakaran secara mandiri ini terpaksa ia jalankan lantaran teguran lisan yang ia layangkan tiga hari sebelumnya sama sekali tidak dipedulikan oleh para pengelola barak tersebut.
Barak Liar Baru Berdiri Seminggu Akibat Imbas Penggerebekan Polisi!
Berdasarkan hasil penelusuran mendalam yang Ayub lakukan di lapangan, bangunan kayu liar tersebut ternyata baru berdiri sekitar satu minggu di atas lahan milik seorang warga setempat. Seiring dengan hal itu, kemunculan sarang baru ini ditengarai kuat merupakan dampak langsung dari penggerebekan masif yang gencar dilakukan oleh aparat kepolisian di wilayah Jermal dan Blok 1 Medan.
Oleh karena tekanan hukum yang begitu ketat di pusat kota, para jaringan bandar dan pecandu narkoba lantas berupaya mencari wilayah persembunyian baru di kawasan perbatasan kabupaten guna melanjutkan bisnis haram mereka.
“Oleh sebab itu, sebelum ancaman ini berkembang menjadi sangat besar, kita harus segera memusnahkannya sejak awal. Padahal ibarat memadamkan api lilin yang masih kecil, kita dapat meniupnya dengan sangat mudah tanpa memerlukan usaha yang terlampau keras,” ujar Ayub menggambarkan strategi pencegahannya.
“Namun demikian, apabila masalah narkoba ini sudah membesar seperti kebakaran hebat, maka kita tentu harus mendatangkan armada pemadam yang jauh lebih besar serta menghabiskan biaya dan waktu yang sangat banyak. Maka dari itu, selagi ancaman ini masih berskala kecil, kami selaku kepala dusun masih sanggup menanggulangi dan membersihkan lingkungan kami secara mandiri,” pungkas Ayub mengakhiri pembicaraannya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











