Bekasi, Cinta-news.com – Suasana di Jalan Mutiara Gading Timur, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, berubah mencekam Jumat siang (21/8/2026). Enam ruko yang saling berdempetan ambruk mendadak sekitar pukul 14.30 WIB, membuat para pedagang dan warga sekitar panik.
Hingga Sabtu (22/8/2026), pantauan di lokasi masih menunjukkan pemandangan memilukan. Deretan ruko yang ambruk masih terlihat rata dengan tanah di beberapa bagian. Pecahan beton, genteng berserakan, kayu-kayu patah, dan material bangunan lainnya masih menumpuk di depan tempat usaha. Tali polisi membentang di sepanjang deretan ruko, melarang siapa pun mendekat. Aktivitas jual beli di lokasi masih belum pulih seperti sediakala.
“Tau-tau langsung ambruk, kayak kucing bertengkar!”
Ridwan (29), pedagang dari ruko di seberang lokasi dan menjadi saksi mata, masih belum percaya peristiwa itu terjadi. Menurutnya, bangunan tua itu ambruk tanpa tanda-tanda bahaya.
“Awalnya saya dengar suara berisik, kayak kucing lagi berantem. Tapi tiba-tiba, langsung barengan ambruk semuanya!” cerita Ridwan saat ditemui Sabtu pagi (22/8/2026) di lokasi kejadian.
Dia menjelaskan, bagian yang pertama kali roboh berada di dua tempat usaha utama, yaitu warung soto mi dan warung ayam goreng. Keduanya ambruk nyaris bersamaan.
“Pertama dari dua sisi, soto mi sama ayam. Ayam duluan, tapi barengan banget,” tambahnya dengan mata masih membelalak.
Pedagang tertimpa reruntuhan, sempat terjebak!
Saat ruko-ruko itu ambruk, beberapa pedagang masih berada di dalam dan di depan toko. Ridwan mengungkapkan bahwa salah satu pedagang di warung ayam bahkan tertimpa puing-puing bangunan.
“Ibu pedagang di warung ayam duduk di depan dekat rolling. Tiba-tiba puing berjatuhan, dan beliau sempat kecepit di antara puing-puing reruntuhan!” ungkapnya terisak.
Para pengendara dan warga yang melintas segera berhenti. Namun alih-alih membantu, banyak dari mereka yang hanya menonton keramaian.
“Pengendara banyak yang berhenti. Mereka malah pada nontonin, bukannya nolongin,” ujar Ridwan menyayangkan situasi tersebut.
Pedagang lainnya kabur menyelamatkan diri
Ridwan menambahkan, para pedagang dari ruko yang berdempetan dengan bangunan ambruk langsung menyelamatkan diri. Mereka tidak sempat mengambil barang dagangan. Prioritas utama adalah keselamatan nyawa.
Semua pedagang masih berada di tempat usahanya saat kejadian. Tidak ada yang mencurigai bangunan akan roboh.
“Semua pedagang pada di tempatnya masing-masing. Tidak ada yang keluar duluan, dan tidak ada yang sadar kalau bangunan akan ambruk,” jelas Ridwan.
Bangunan tua usia puluhan tahun jadi tersangka utama
Menurut Ridwan, deretan ruko itu dibangun sekitar tahun 2002. Artinya, bangunan sudah berusia lebih dari 20 tahun.
“Saya di sini sekitar enam bulan, dan memang terlihat bangunan cukup tua. Tapi penyebab pastinya ambruk saya tidak tahu,” katanya.
Satu hal yang dia pastikan: tidak ada ledakan sebelumnya.
“Tidak ada suara ledakan. Hanya suara kucing seperti berantem,” ulangnya.
Jam makan siang lewat, korban jiwa berhasil dihindari!
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, seusai jam makan siang. Kawasan itu biasanya ramai saat makan siang, terutama warung soto mi.
“Alhamdulillah pelanggan soto mi sudah pada keluar semua. Sebelumnya memang ramai, tapi jam makan siang sudah lewat,” jelas Ridwan.
Bayangkan jika bangunan ambruk saat pelanggan masih memenuhi tempat usaha! Bisa dipastikan korban jiwa berjatuhan.
Ridwan bersyukur, “Untung semua pelanggan sudah pada keluar. Kalau enggak, mereka juga pasti kena!”
Barang dagangan tak sempat diselamatkan
Setelah ambruk, para pedagang hanya bisa pasrah melihat dagangannya hancur. Mereka tidak sempat menyelamatkan barang berharga.
“Pedagang pada keluar menyelamatkan diri. Enggak ada yang sempat ambil barang,” ujar Ridwan.
Pedagang dari ruko sebelah yang tidak ambruk pun ikut keluar. Rasa khawatir bangunan berdempetan ikut runtuh membuat mereka panik.
Polisi dan damkar siaga, garis polisi masih terpasang
Petugas kepolisian langsung datang setelah kejadian untuk mengamankan lokasi. Sementara petugas pemadam kebakaran baru tiba sekitar pukul 15.30 WIB, atau satu jam kemudian.
Hingga Sabtu (22/8/2026), garis polisi masih terpasang. Warga dan pengendara dilarang mendekati bangunan yang mengalami kerusakan parah. Material bangunan masih menumpuk di sejumlah titik.
Media sosial berbondong-bondong unggah video
Kejadian mengerikan ini pun viral di media sosial. Akun Instagram Info Bekasi Official mengunggah video suasana ruko yang ambruk.
Video itu menunjukkan betapa dahsyatnya kerusakan bangunan. Dalam unggahan disebutkan dua pedagang dilaporkan luka-luka, masing-masing mengalami cedera di bagian kaki dan kepala akibat tertimpa material bangunan.
Di balik reruntuhan, enam usaha hancur dalam seketika
Keenam ruko yang ambruk sebelumnya diisi berbagai usaha. Mulai dari warung soto mi, ayam goreng, bebek goreng, gorengan pisang, hingga toko kelontong. Satu lagi ruko martabak belum buka karena baru berjualan sore hari.
Jam operasional para pedagang berbeda. Ada yang mulai berjualan pukul 06.00 WIB, 07.00 WIB, hingga 09.00 WIB. Mereka biasanya bertahan berjualan hingga malam.
Kini semua aktivitas terhenti. Deretan bangunan yang dulu menjadi sumber penghidupan puluhan keluarga kini hanya menyisakan puing dan duka.
Pelajaran berharga: jangan abaikan umur bangunan
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak. Bangunan tua yang tidak terawat bisa menjadi bom waktu.
Para pedagang dan warga kini masih menanti langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti kejadian ini. Akankah ada pemeriksaan rutin bangunan tua? Akankah ada bantuan bagi pedagang yang kehilangan mata pencaharian?
Satu hal yang pasti, peristiwa ini telah mengubah wajah Jalan Mutiara Gading Timur. Dari pusat ekonomi menjadi tumpukan reruntuhan. Semoga langit Bekasi tidak lagi menurunkan musibah serupa!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











