Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

BPOM Tutup Pabrik MinyaKita di Karanganyar, Polisi Tahan 1 Pegawai

WONOGIRI, Cinta-news.com – Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Karanganyar! Operasional pabrik penghasil minyak goreng MinyaKita milik PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) terpaksa menghentikan seluruh aktivitas produksinya. Tindakan tegas ini diambil menyusul penemuan produk MinyaKita yang mengeluarkan bau menyengat menyerupai minyak tanah hingga solar—sebuah temuan yang sontak membuat publik bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi di balik layar pabrik tersebut?

Pabrik Minyakita Karanganyar

Kasus ini mencuat setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama aparat kepolisian menemukan produk bermasalah dalam paket bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Bayangkan, sebanyak 1.203 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, nyaris mengonsumsi minyak goreng yang diduga tidak layak konsumsi tersebut! Sungguh sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan bagi masyarakat yang seharusnya menerima bantuan kebaikan dari pemerintah.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo, dengan tegas membenarkan bahwa BPOM telah menyegel pabrik dan melarang segala bentuk produksi sejak kasus ini terungkap. “Ditutup BPOM. Tidak boleh produksi sejak ada kasus tersebut,” ujar Agung saat ditemui awak media pada Kamis (6/8/2026). Selain itu, pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan berapa total liter MinyaKita bermasalah yang sudah diproduksi dan didistribusikan ke masyarakat. “Pastinya berapa liter, kami masih melakukan pendalaman terkait pemeriksaannya,” jelas Agung sembari menegaskan komitmen Polres Wonogiri untuk melindungi masyarakat dari produk berbahaya.

Fakta Mencengangkan dari Laboratorium: Minyak Bantuan Ini Ternyata Berbahaya bagi Kesehatan!

Yang lebih mengkhawatirkan, hasil laboratorium resmi menyatakan bahwa produk MinyaKita tersebut benar-benar tidak layak untuk dikonsumsi manusia! Hal ini langsung mengundang keprihatinan mendalam bagi seluruh pihak terkait. Agung Sedewo menjelaskan bahwa penyebab utama timbulnya bau minyak tanah atau solar pada produk tersebut diketahui melalui keterangan ahli dari pihak laboratorium yang telah melakukan serangkaian pengujian menyeluruh.

“Keterangan saksi penyebab bau itu dari ahli yang mengetahui dari laboratorium,” tegas Agung. Bahkan, berdasarkan pengakuan para saksi yang juga menjadi korban, ketika minyak tersebut digunakan untuk memasak, muncul pemandangan mengerikan—warnanya langsung berubah menjadi kehitaman dan aroma solarnya benar-benar menyengat! “Saksi korban ini kan dari baunya juga sudah jelas. Kemudian ketika dibuat menggoreng juga langsung warnanya hitam. Kemudian bau solar,” ungkap Agung mengkhawatirkan.

Namun, pihak kepolisian belum bisa menyampaikan secara spesifik apakah ada tambahan zat berbahaya dalam produk, kesalahan di fase produksi, maupun masalah pada proses penyimpanan. Hal ini dikarenakan semua temuan tersebut merupakan kewenangan mutlak pihak laboratorium yang memiliki kapabilitas ilmiah untuk menentukan penyebab pasti. “Kemudian dari hasil lab, saya tidak menyampaikan secara spesifik takutnya saya keliru, karena saya bukan ahli. Intinya tidak layak untuk dikonsumsi manusia,” pungkas Agung dengan nada tegas.

Karyawan PT KMR Resmi Ditahan, Status Kini Tersangka!

Polisi tidak tinggal diam! Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam terhadap sejumlah saksi, korban, dan hasil laboratorium, akhirnya seorang tersangka resmi ditetapkan. Pria berinisial J (50), seorang warga Ibu Kota Jakarta yang bekerja sebagai pegawai PT KMR Karanganyar, kini harus berurusan dengan hukum. Apa perannya? Ternyata, J bertanggung jawab sebagai petugas final check produk MinyaKita—sebuah posisi yang sangat krusial untuk memastikan kualitas minyak sebelum diedarkan ke masyarakat luas!

Yang memprihatinkan, J justru diduga lalai menjalankan tugasnya. Pihak kepolisian menemukan fakta bahwa tersangka tidak melakukan final check sesuai prosedur yang telah ditetapkan! Saat menjalani pemeriksaan, J berusaha mengelak dan mengaku tidak mengetahui adanya produk bermasalah yang lolos dari pengawasannya. “Dari pengakuan J, namanya tersangka ya tidak mengetahui. (Mengelak) ya jelas,” ujar Agung menegaskan. Kini, nasib J berada di tangan hukum dan proses penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap seluruh fakta yang ada.

Kisah Mengerikan Warga Gesing: Saat Menggoreng, Bau Solar Menyengat dan Warna Berubah Hitam

Sebelum semua penggerebekan ini terjadi, warga di Kelurahan Gesing, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, sudah lebih dulu dibuat resah oleh kualitas minyak goreng MinyaKita yang mereka terima. Bagaimana tidak? Selain mengeluarkan bau aneh seperti minyak tanah atau solar, warga juga mengeluhkan warna minyak yang terlihat lebih pekat dibandingkan produk MinyaKita yang biasa beredar di pasaran. Tentu saja, kondisi ini membuat mereka khawatir akan dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkan.

Lurah Gesing, Jamari, dengan jujur membenarkan keluhan yang diterimanya dari warganya. Dikatakan Jamari, bantuan CPP telah didistribusikan kepada 1.203 KPM pada Senin (8/6/2026), namun keluhan mulai bermunculan dari beberapa warga sejak beberapa hari terakhir. “Iya benar memang dari warga kami, sekitar enam orang yang menyampaikan keluhan lewat WA ke kami sekitar tiga harian yang lalu,” ujar Jamari saat dihubungi pada Jumat (19/6/2026). Ia menjelaskan bahwa hasil masakan yang diolah menggunakan minyak tersebut memiliki rasa dan aroma yang sangat aneh—benar-benar tidak seperti minyak goreng pada umumnya.

“Intinya minyak itu sebenarnya sebelum dibuka itu tidak ada baunya. Tapi setelah dibuka, terus dimasak, hasil masakannya itu agak aneh rasanya. Jadi kayak-kayak ada minyak tanah atau minyak solar itu lho rasanya,” jelas Jamari dengan nada prihatin. Parahnya lagi, beberapa warga sempat terlanjur mengonsumsi masakan dari minyak tersebut, meskipun jumlahnya tidak banyak. “Mungkin yang mengonsumsi itu ada tapi belum banyak. Karena ya itu tadi, ada info terus mungkin masyarakat jadi lebih hati-hati. Jadi tidak ada yang mengonsumsi, tidak ada yang memanfaatkan untuk menggoreng, memasak lagi,” tambahnya.

Kabar Baik! Bulog Turun Tangan, 1.203 Paket Minyak Baru Segera Didistribusikan!

Kabar baiknya, setelah keluhan ini menyebar luas, pihak Bulog dan instansi terkait bergerak cepat! Pada Kamis (18/6/2026), dilakukan pengecekan langsung ke lokasi dan pihak penyedia bantuan dengan tegas menyatakan komitmennya untuk mengganti seluruh produk bermasalah. “Kemarin kan kita mendapatkan tamu dari Bulog, dari pihak penyedia juga, dari kabupaten dinas itu, terus dari Forkopimcam Kismantoro. Intinya dari penyedia sanggup untuk mengganti semua. Dari 1.203 KPM yang ada di kelurahan ini akan diganti semua,” terang Jamari dengan lega.

Proses penggantian minyak goreng dimulai pada Jumat (19/6/2026) dan berlaku untuk seluruh penerima bantuan tanpa terkecuali. Sementara itu, minyak goreng berbau solar yang sudah ditarik dari masyarakat segera dimasukkan ke dalam boks khusus dan dikembalikan ke pihak penyedia untuk diproses lebih lanjut. Langkah cepat ini tentunya patut diapresiasi, karena menunjukkan kepedulian pihak berwenang terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Semoga kasus serupa tidak terulang di masa depan!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *