Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Banyumas Lengger Bicara 2026 Targetkan 5.000 Peserta, Sajikan Kolaborasi Tari 

BANYUMAS, Cinta-news.com – Siapa bilang budaya itu membosankan? Banyumas Lengger Bicara 2026 hadir membuktikan sebaliknya! Event spektakuler yang dinantikan pecinta seni se-Jawa Tengah ini kembali bergulir dengan gebrakan baru yang jauh lebih meriah dan inovatif. Berlokasi di kawasan ikonik Menara Teratai Purwokerto, perhelatan akbar yang akan berlangsung pada 25-26 Juni 2026 ini dipastikan bakal menyihir ribuan pasang mata dengan suguhan seni dan budaya yang luar biasa memukau.

Mengusung tema yang sarat makna, “Gemah Ripah Loh Jinawi”, penyelenggaraan tahun ketiga ini tidak sekadar menampilkan pertunjukan seni tradisi di atas panggung. Lebih dari itu, panitia dengan cerdas merancang berbagai kegiatan interaktif yang mengajak masyarakat umum, wisatawan nusantara, dan tentunya generasi muda untuk menyelami lebih dalam kekayaan budaya Banyumas. Targetnya ambisius: menjadikan budaya bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman berharga yang membekas di hati.

Ketua Panitia Banyumas Lengger Bicara 2026, R Satria Setyanugraha, yang akrab disapa Bagus ini, dengan penuh semangat menjelaskan filosofi di balik tema yang diusung. Menurutnya, “Gemah Ripah Loh Jinawi” secara indah menggambarkan kesuburan alam dan kemakmuran masyarakat Banyumas yang telah menjadi ciri khas daerah ini sejak zaman dahulu. “Tema ini menjadi pengingat bahwa masyarakat tetap memiliki harapan dan kemampuan untuk berkembang di tengah berbagai tantangan yang dihadapi,” ungkap Bagus dengan mata berbinar saat acara Road to Banyumas Lengger Bicara 2026 di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Senin (15/6/2026).

TIGA AGENDA UTAMA SIAP MEMANJAKAN PECINTA SENI

Panitia dengan cermat menyusun tiga agenda utama yang akan menjadi tulang punggung acara ini. Ketiganya dirancang sedemikian rupa untuk menjangkau berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Art Camp, Lenggeran Bareng, dan pertunjukan kolosal bertajuk “Senandung Tanah Makmur” menjadi menu utama yang sayang untuk dilewatkan.

Art Camp: Bermain Sambil Belajar Budaya

Art Camp menjadi primadona baru yang dipersembahkan khusus untuk anak-anak usia 5 hingga 10 tahun. Bayangkan, selama dua hari penuh, si kecil akan diajak berpetualang mengenal budaya Banyumas dengan cara yang super menyenangkan dan kreatif! Mereka tidak hanya duduk manis mendengarkan ceramah, tetapi akan langsung terjun memainkan musik calung yang merdu, menari lengger dengan gerakan yang anggun, serta berkreasi membuat wayang lengger dari bahan daur ulang berupa botol plastik bekas.

“Kami ingin mengenalkan budaya Banyumas kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan kreatif. Selain itu, ada juga edukasi tentang pemanfaatan bahan daur ulang,” jelas Bagus dengan penuh antusiasme. Langkah cerdas ini sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan yang tengah digalakkan secara global.

Menariknya, panitia dengan teliti menyiapkan berbagai cendera mata ramah lingkungan yang tentunya akan menjadi oleh-oleh istimewa bagi para peserta. Gantungan kunci dari botol plastik bekas yang didaur ulang menjadi karya seni, serta tas dan dompet berbahan perca batik Banyumas yang cantik, siap dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Lenggeran Bareng: Target 5.000 Peserta Mengguncang Menara Teratai!

Puncak kemeriahan akan terasa pada 26 Juni sore hari ketika ribuan peserta memadati kawasan Menara Teratai untuk mengikuti kegiatan Lenggeran Bareng. Target panitia sangatlah ambisius: sekitar 5.000 peserta siap bergoyang bersama dalam satu irama! Ini bukan sekadar acara menari biasa, melainkan gerakan besar untuk memperkuat posisi Banyumas Lengger Bicara agar dapat masuk dalam program bergengsi Karisma Event Nusantara (KEN) 2027.

Bagus dengan penuh keyakinan menyampaikan bahwa kegiatan masif ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mengangkat pamor Banyumas di kancah nasional. “Kami ingin dunia melihat bahwa Banyumas memiliki kekuatan budaya yang luar biasa,” tegasnya.

Pertunjukan Kolosal: “Senandung Tanah Makmur” Siap Menghipnotis Penonton

Saat malam tiba, kawasan Menara Teratai akan berubah menjadi panggung megah yang menyuguhkan pertunjukan utama yang ditunggu-tunggu. Sebelum pertunjukan dimulai, suasana haru akan menyelimuti ketika penghargaan diberikan kepada maestro seni Banyumas, Peang Penjol dan Suliyah, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam melestarikan budaya.

Sutradara Banyumas Lengger Bicara 2026, Ridwan Bungsu, dengan penuh semangat membeberkan kejutan yang akan tersaji. Pertunjukan akan dibuka dengan pementasan karya spektakuler maestro lengger asal Banyumas, Rianto, yang berjudul “Sastra Jiwaga”. Karya fenomenal ini sebelumnya telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai negara dan menjadi salah satu representasi seni tradisi Banyumas di tingkat internasional.

“Setelah itu akan dilanjutkan dengan pertunjukan kolosal ‘Senandung Tanah Makmur’ yang menampilkan kolaborasi berbagai kesenian Nusantara dalam satu panggung,” kata Ridwan dengan penuh kebanggaan.

PERPADUAN BUDAYA NUSANTARA DALAM SATU PESTA

Yang membuat acara ini begitu istimewa adalah perpaduan berbagai kesenian dari seluruh penjuru Nusantara yang dikemas apik dalam satu pertunjukan megah. Bayangkan keindahan tari lengger Banyumas yang khas berpadu harmonis dengan tari ngremo yang enerjik dari Jawa Timur, serta jaipong yang dinamis dari Jawa Barat, ditambah dengan sejumlah kesenian daerah lainnya yang tak kalah memukau.

Ridwan menjelaskan bahwa sekitar 50 penari profesional akan tampil memukau dengan iringan Banyumas Orchestra yang merupakan kolaborasi unik antara musik orkestra, band, gamelan, dan calung. Perpaduan instrumen modern dan tradisional ini akan membawakan berbagai lagu daerah Indonesia dengan aransemen segar yang pasti membuat penonton terhanyut.

Pertunjukan juga akan dimeriahkan oleh kehadiran penyanyi asal Banyumas yang telah dikenal luas di tingkat nasional, seperti Dion Idol dan Susi Ngapak. Kehadiran mereka dipastikan akan menambah semarak dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar.

DAMPAK EKONOMI DAN PARIWISATA

Pembina Banyumas Lengger Bicara 2026, Andy F Noya, menilai kegiatan ini memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Dengan antusiasme tinggi, Andy menyatakan, “Kami berharap event ini mampu mendatangkan potensi ekonomi bagi Banyumas melalui sektor wisata dan budaya.” Keyakinan ini bukan tanpa dasar, mengingat event serupa di berbagai daerah terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan membuka lapangan kerja baru.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dengan tegas menegaskan bahwa Banyumas Lengger Bicara akan ditetapkan sebagai agenda budaya tahunan Kabupaten Banyumas. Menurutnya, keberlangsungan acara ini sangat penting untuk menjaga eksistensi seni tradisi sekaligus memperkuat posisi Banyumas sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Tengah.

“Lengger Bicara akan menjadi event tahunan yang setiap tahun ada di Kabupaten Banyumas. Saya ingin Banyumas menjadi tujuan wisata budaya, termasuk budaya-budaya Banyumas yang kita miliki,” kata Sadewo dengan penuh optimisme.

YUK, SIAPKAN DIRI UNTUK PESTA BUDAYA TERBESAR!

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Banyumas Lengger Bicara 2026 dipastikan akan menjadi salah satu event budaya terbesar dan paling berkesan di tahun 2026. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menjadi bagian dari sejarah, merasakan langsung kehangatan budaya Banyumas, dan menyaksikan kolaborasi seni Nusantara yang spektakuler.

Catat tanggalnya! 25-26 Juni 2026 di Menara Teratai Purwokerto. Siapkan diri Anda untuk pengalaman budaya yang tak terlupakan dan ajak keluarga, teman, serta kerabat untuk bersama-sama memeriahkan Banyumas Lengger Bicara 2026! Karena budaya adalah identitas kita, dan sudah saatnya kita berbangga dengan kekayaan yang dimiliki. Sampai jumpa di sana!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *