Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Satu Terduga Anggota KKB Tewas Ditembak Polisi di Dogiyai, Senjata Rakitan Ikut Disita

DOGIYAI, Cinta-news.com – Tim gabungan Kepolisian Daerah Papua Tengah berhasil melumpuhkan seorang pria berusia 21 tahun berinisial NT dalam sebuah kontak tembak sengit. Polisi menembak mati terduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tersebut setelah ia dan kelompoknya bertindak brutal menghadang kendaraan di jalur utama Dogiyai-Paniai, Minggu (10/5/2026). Saat menggeledah lokasi kejadian, aparat langsung menyita satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 berikut amunisi yang masih tersimpan rapi.

Siapa sangka, aksi penyerangan bermula ketika sopir lintas menjadi target utama pembacokan dan penembakan. Berkat laporan cepat dari warga yang ketakutan, polisi pun bergerak dalam hitungan menit ke lokasi yang sempat mencekam itu. Karena kelompok bersenjata itu terus merangsek maju dan melepaskan tembakan, aparat tidak tinggal diam dan memberikan perlawanan terukur. Akibat baku tembak tersebut, NT pun tewas di tempat setelah terkena timah panas petugas.

Warga Panik, Laporan Masyarakat Langsung Ditindak Polisi

Tentu saja, masyarakat sekitar merasa sangat terganggu dengan ulah KKB yang kerap meresahkan pengguna jalan. Setelah menerima laporan warga tentang serangan terhadap kendaraan yang melintas, polisi pun langsung mengerahkan personel gabungan ke lokasi tanpa menunggu waktu lama. Sebelum sempat melakukan penyisiran lebih dalam, kelompok KKB justru menunjukkan perlawanan brutal dengan melepaskan tembakan ke arah aparat. Dari situlah kontak tembak tidak bisa dihindari antara KKB dan personel gabungan di tengah jalan raya.

Menurut Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini selaku Kepala Polda Papua Tengah, situasi sempat memanas hebat saat polisi tiba di tempat kejadian. “Benar ada kejadian itu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/5/2026). Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa timnya kini masih menyelidiki secara intensif keterlibatan KKB dalam aksi penyerangan biadab tersebut. Jelas sekali, aparat tidak main-main dalam menangani gangguan keamanan yang membahayakan nyawa orang banyak.

Sopir Alami Luka Serius, Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit

Nahas menimpa seorang sopir bernama AP yang menjadi korban kebrutalan KKB. Serangan mendadak itu mengakibatkan AP mengalami luka-luka cukup parah di sekujur tubuhnya. Namun, untunglah nyawanya masih selamat dan ia segera mendapatkan perawatan intensif. Keluarga korban pun menghela napas lega setelah tim medis memastikan kondisi AP mulai stabil.

“Korban saat ini dalam kondisi sadar dan sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Moanemani, Kabupaten Dogiyai,” terang mantan Kapolres Timika dan Kapolresta Jayapura tersebut. Sambil terus memantau perkembangan kesehatan AP, polisi juga berupaya maksimal mengungkap motif sebenarnya di balik aksi biadab itu.

Polisi Terpaksa Bertindak Tegas: Satu Anggota KKB Dilumpuhkan

Sesampainya di lokasi, aparat keamanan benar-benar dihadapkan pada situasi genting. Begitu polisi berusaha mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama, kelompok bersenjata itu kembali menyerang aparat dengan gencar. Karena serangan datang bertubi-tubi, petugas pun mengambil langkah tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan balasan. Hasilnya, satu anggota KKB yang diketahui bernama NT berhasil dilumpuhkan di lokasi kejadian.

“Anggota kami diserang, sehingga petugas mengambil langkah tegas dan terukur dengan menembak dan melumpuhkan salah satu anggota KKB,” jelas Brigjen Rontini dengan nada tegas. Setelah situasi sedikit terkendali, tim langsung mengamankan area sekitar untuk mencegah serangan susulan dari sisa-sisa kelompok KKB yang masih berkeliaran.

Bukti tak Terbantahkan: Senjata Rakitan dan Dokumen Disita

Pada proses penyisiran yang dilakukan pascapenembakan, aparat keamanan tidak hanya menemukan tubuh tergeletak NT. Lebih dari itu, polisi berhasil menyita barang bukti yang cukup mengagetkan. Mereka menemukan 1 pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 yang masih terisi amunisi, serta beberapa butir peluru cadangan. Tidak berhenti di situ, petugas juga mengamankan senjata tajam, anak panah beracun, serta sejumlah dokumen rahasia yang diduga kuat berkaitan erat dengan jaringan KKB.

Hebohnya, polisi juga mendapati patahan laras panjang senjata api berserakan di dalam kendaraan milik korban. Temuan ini tentu menjadi petunjuk penting tentang betapa sengitnya pertikaian yang sempat terjadi antara sopir AP dan pelaku saat insiden berlangsung. Dengan ditemukannya patahan laras tersebut, polisi semakin yakin bahwa korban sempat berusaha melawan meski akhirnya kalah sebelum aparat tiba.

Polisi Janji Usut Tuntas: Seluruh Barang Bukti Diamankan

Setelah mengamankan semua barang bukti, aparat kepolisian langsung melakukan pendataan secara detail. Mereka pastikan tidak ada satu pun barang penting yang terlewat. Saat ini, seluruh senjata rakitan, amunisi, senjata tajam, anak panah, dokumen, hingga patahan laras telah diamankan di kantor polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil identifikasi awal, diduga kuat KKB di wilayah hukum Polda Papua Tengah tengah merencanakan aksi teror lebih besar.

“Sejumlah barang bukti saat ini telah diamankan oleh aparat kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup jenderal bintang satu itu dengan penuh keyakinan. Upaya ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi kelompok kriminal bersenjata lainnya bahwa polisi tidak akan ragu menindak tegas siapa pun yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Warga Diminta Tetap Waspada, Polisi Perketat Patroli

Menyikapi kejadian ini, Polda Papua Tengah langsung meningkatkan patroli bersenjata di sepanjang jalur Dogiyai-Paniai. Mereka meminta masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi serangan balasan dari kelompok KKB. Sementara itu, keluarga NT yang tewas masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap keterlibatan lebih jauh sang putra dalam jaringan kriminal tersebut. Namun, polisi menegaskan bahwa tindakan tegas terpaksa diambil demi menyelamatkan nyawa orang banyak.

Dengan ditemukannya dokumen-dokumen penting di lokasi kejadian, publik pun semakin penasaran akan isi dokumen tersebut. Apakah itu berisi peta lokasi serangan berikutnya? Atau daftar target berikutnya? Kita tunggu saja hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian. Satu hal yang pasti, polisi berjanji tidak akan berhenti sampai akar masalah KKB benar-benar terungkap tuntas.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *