Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Warga Marunda Keluhkan Aliran Kali Tersumbat Lumpur Diduga dari Proyek Rusunawa

JAKARTA, Cinta-news.com – Bayangkan, aliran sungai di depan rumah Anda tiba-tiba lenyap ditelan lumpur! Inilah yang menimpa warga Marunda, Jakarta Utara. Kali Anak Blencong yang mengalir deras, kini ambruk nasibnya—terputus total dalam beberapa hari terakhir. Penduduk setempat dengan lantang menduga bahwa timbunan lumpur tebal yang membungkam aliran sungai itu berasal dari aktivitas pengurukan proyek Rusunawa Marunda yang tak terkendali.

Kondisi memprihatinkan ini sempat membuat warga kalang kabut dan kebingungan luar biasa. Mereka mengaku sama sekali tidak pernah mendapat informasi bahwa proyek pembangunan tersebut akan menyentuh aliran kali yang berada persis di samping jembatan Jalan Rumah Si Pitung itu. “Tahu sendiri, posisi ketutupnya baru terjadi minggu-minggu ini. Padahal, ini kan akses utama air untuk keluar masuk,” ungkap Nesar dengan nada kesal, selaku Ketua RT 07/RW 07 Marunda saat ditemui, Senin.

Warga Kaget Bukan Kepalang! Lumpur Proyek Tiba-Tiba Muncul

Nesan pun mengaku benar-benar di luar dugaan. Ia sama sekali tidak menduga apabila aliran kali tersebut ternyata menjadi salah satu titik sasaran pengurukan proyek rusunawa Marunda. “Kami saja dibuat tidak tahu kalau diuruk sampai sejauh itu,” tegasnya penuh penekanan.

Menurut pengakuannya, ia sudah segera bergerak melakukan komunikasi dengan pihak proyek begitu mengetahui aliran kali terancam putus. Namun, apa daya? Saran brilian yang ia berikan pun sampai sekarang belum juga dilaksanakan oleh kontraktor. “Makanya kemarin saya arahkan dengan jelas, ‘Begini loh, kalau dari tumpukan lumpur itu, kan di sebelah kanannya ada pohon-pohon besar. Nah, sebaiknya pohon-pohon itu dihabisi dulu, dikeruk. Jadi nanti airnya bisa dialihkan lewat pinggir, enggak mungkin dipaksakan lewat tengah jembatan lagi,’ begitu penjelasan saya,” cerita Nesar menirukan dialognya.

Senada dengan Nesar, Arizal yang menjabat sebagai Ketua RT 1/RW 07 juga mengaku shock berat. Ia masih ingat betul bagaimana awal-awal dirinya melihat proses pengurukan yang semakin hari semakin meresahkan warga. “Coba bayangkan, saya setiap pagi berangkat kerja pasti lewat sini. Pertama kali saya lihat, ‘Kok begini ya?’ Saya bergumam dalam hati. Besoknya saya lewat lagi, ‘Wah tambah deket nih?’ Saya makin penasaran. Lama-lama, saya sadar timbunan itu makin mendekati jembatan!” tutur Arizal dengan ekspresi masih terkejut.

Arizal pun menjelaskan panjang lebar bahwa reaksi bingung dan frustrasi yang melanda warga serta para pengurus RT ** terjadi bukan tanpa alasan.** Selama ini, mereka belum pernah sekalipun menerima sosialisasi secara spesifik terkait rencana pengurukan yang begitu dekat dengan area kali dan jembatan. “Percayalah, tidak ada satu pun imbauan yang kami terima! Tidak ada sosialisasi, tidak ada pemberitahuan, apalagi rapat. **Saya bilang terus terang, saya enggak ngerti sama sekali!” seru Arizal lantang.

Penampakan Mengerikan: Aliran Kali Hanya Tinggal Nama

Mari kita lihat langsung penampakan memilukan di lapangan. Aliran Kali Anak Blencong yang disebut warga terputus itu tepat berada di sisi kiri jembatan Jalan Rumah Si Pitung. Kondisinya kini nyaris tak bisa dikenali lagi. Lumpur tebal telah menutupi hampir seluruh permukaan, hanya menyisakan genangan air sempit kurang dari satu meter. Namun parahnya, aliran sisa itu bahkan nyaris tidak terlihat karena tertutup rimbunnya pepohonan liar di sekitarnya.

Di belakang tumpukan lumpur yang menyedihkan itu, kita bisa melihat langsung area proyek Rusunawa Marunda. Gundukan tanah proyek dan tumpukan lumpur penyumbat kali dibatasi secara serampangan dengan pagar bambu yang kondisinya sudah tidak rapi lagi. Aktivitas pengerjaan proyek pun masih terlihat jelas di lokasi. Dari kejauhan, setidaknya ada lima unit ekskavator kuning dan sejumlah alat berat lainnya yang masih lalu lalang di wilayah pelaksanaan proyek.

**Akoy (45), seorang warga sekitar yang geram, memberikan analisisnya . Menurutnya, aliran kali bisa tertutup begitu saja akibat kurangnya langkah antisipasi yang dilakukan selama pengerjaan proyek. “Seharusnya, mereka melakukan antisipasi dengan membuat turap, pakai bambu yang dipasang rapat gitu. Ini kan beda! Lumpurnya langsung didorong ke mana-mana tanpa kendali,” jelas Akoy dengan nada kesal, Senin.

Akhirnya! Penjelasan Resmi dari Dinas Perumahan Rakyat

Setelah viral dan ramai diperbincangkan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta akhirnya buka suara. Pihak mereka memastikan bahwa titik pengerjaan proyek tidak akan mencapai aliran kali di dekat jembatan. Akbar Rizali selaku Ketua Sub Kelompok Penyediaan Perumahan mengungkapkan bahwa pihaknya segera membangun turap di sekitar lokasi sebagai penanda resmi batas proyek.

“Jadi, perlu kami luruskan terkait pemberitaan yang beredar luas di media sosial soal aliran Kali Marunda itu. Kami tegaskan, proses pengurukan elevasi tanah rusun tidak sampai ke titik aliran kali. **Ke depannya, akan ada batas tegas berupa turap,” jelas Akbar saat dikonfirmasi, Senin.

Akbar pun memastikan bahwa pembangunan turap atau dinding penahan tanah tersebut akan dilakukan secara beriringan dengan aktivitas pengurukan tanah yang sedang berjalan. Ia juga memberikan klarifikasi bahwa lumpur yang menutupi aliran tersebut bukan berasal dari urukan proyek, melainkan sedimentasi lumpur lama yang naik ke permukaan akibat terdorong proses pemadatan. “Jadi begini, kejadian kemarin itu murni sedimen lumpur eksisting di kali naik ke atas karena terdesak oleh pemadatan urugan tanah dari proyek kami,” tutur Akbar mencoba meyakinkan.

Lebih lanjut, Akbar memastikan bahwa pihak proyek telah berkoordinasi intensif dengan warga terdampak, pihak Kelurahan Marunda, serta Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara. Mereka juga mengaku sudah mengangkut sedimen lumpur yang menutup aliran kali. Bahkan, mereka telah memasang cerucuk bambu di sekitar lokasi yang diharapkan mampu menahan desakan tanah agar lumpur tidak kembali naik ke permukaan.

Sebagai penutup, Akbar menambahkan komitmennya. Ia berjanji bahwa apabila ada fasilitas umum yang terdampak pengerjaan proyek, pihaknya pasti akan bergerak cepat berkoordinasi dengan instansi terkait. “Apapun kendala di lapangan, mulai dari pipa PAM yang putus, kabel PLN, hingga kabel Telkom yang terkena imbas, kami pastikan akan segera kami tangani dengan berkoordinasi bersama instansi terkait,” pungkas Akbar mengakhiri penjelasan panjangnya.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version