AMBON, Cinta-news.com – Warga Dusun Tanah Goyang, Maluku, menolak keras pembangunan minimarket berjaringan. Mereka langsung menggelar aksi demo pada Kamis (1/1/2026). Para peserta dengan semangat membawa spanduk berisi penolakan. Warga dan pedagang lokal juga aktif menggalang dukungan. Mereka mengumpulkan tanda tangan untuk memperkuat sikapnya.
Kekhawatiran mendalam menjadi alasan utama penolakan ini. Warga yakin kehadiran gerai modern akan menghancurkan nasib pedagang kecil dan UMKM setempat. “Usaha kecil di sini bukan cuma soal uang, tapi juga hubungan sosial yang erat!” teriak Rafli Bufakar, salah satu peserta aksi. Ia menegaskan pihaknya akan terus berdiri kokoh melawan rencana itu. “Kita akan tetap bersama pedagang kecil untuk tolak swalayan modern masuk sini!” tegasnya.
Kekhawatiran itu sangat konkret. Wakil Kepala Pemuda Dusun, Amin Seipatiseun, memaparkan kejelasannya. Menurutnya, gerai modern hanya akan mendatangkan bencana ekonomi. Pedagang kecil tidak mungkin sanggup bertarung melawan perusahaan bermodal besar. “Kita tidak akan biarkan usaha lokal yang kita bangun hancur,” katanya. “Pedagang kecil pasti tidak akan mampu bersaing dan akan kalah.”
ikatan sosial.”
Sebagai contoh konkret, dari sudut pandang pedagang, Jahra Sangaji memberikan penilaian lebih dalam. Menurutnya, pembangunan gerai modern tidak hanya akan mematikan usaha puluhan tahun. Lebih dari itu, kesenjangan ekonomi dan hubungan sosial yang buruk juga akan tercipta. Ia menggambarkan, “Kita sudah berjualan puluhan tahun di sini dan mengenal setiap cerita pelanggan.” Kemudian ia memperingatkan, “Kehadiran gerai modern akan membuat kita tersingkir dan merusak ikatan sosial.”
Melihat situasi memanas, warga tidak segan mengancam akan blokade jalan. “Jika mereka memaksa masuk, kita akan ambil langkah tegas. Kita akan blokade jalan!” ancam salah seorang warga. Kapolsek Huamual, Ipda Salim Balami, mengonfirmasi adanya aksi demo tersebut. “Betul tadi ada demo di Dusun Tanah Goyang sebagai bentuk protes,” katanya.
Perlawanan warga Tanah Goyang ini bisa dimengerti. Pengalaman panjang menunjukkan seringnya dampak negatif ritel modern di pedesaan. Para penentang ini adalah pelaku langsung yang setiap hari merasakan denyut perekonomian dusun. Pengalaman mereka membangun usaha mikro selama puluhan tahun juga patut dihargai. Mereka sudah membuktikan kemampuan menciptakan ekosistem usaha mandiri dan kekeluargaan.
Para pedagang kecil ini memiliki keahlian khusus. Mereka mahir berinteraksi personal, fleksibel dalam harga, dan paham selera konsumen lokal. Sayangnya, keahlian ini kerap kalah oleh kekuatan modal besar. Oleh karena itu, perjuangan mereka patut didukung. Motivasi mereka murni menjaga keberlangsungan hidup bersama.
Gelombang penolakan ini oleh karena itu harus menjadi bahan pertimbangan utama bagi pemangku kebijakan. Selanjutnya, semangat kewirausahaan lokal justru perlu didukung dengan program pemberdayaan. Di sisi lain, kemajuan ekonomi tidak boleh hanya diukur dari hadirnya bangunan modern. Yang terpenting, kesejahteraan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pada akhirnya, keberlanjutan dan keharmonisan sosial adalah aset yang jauh lebih berharga.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
