Cinta-news.com – Euforia libur Natal dan Tahun Baru 2026 di Kota Malang menyisakan ‘bonus’ yang tidak sedap. Volume sampah kota ini meroket tajam dengan tambahan 25 ton setiap hari. Fakta ini dipaparkan oleh Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang. Lonjakan ini bahkan melampaui prediksi awal yang hanya memperkirakan kenaikan 20 ton per hari.
Pada hari biasa, Kota Malang mengangkut 720 hingga 730 ton sampah. Namun, momen libur Nataru mendongkrak total harian menjadi 755 ton. Raymond menegaskan, peningkatan aktivitas masyarakat selama libur panjang menjadi faktor utama melonjaknya volume sampah ini.
Kawasan dengan intensitas kunjungan tinggi menjadi penyumbang terbesar. Area wisata, pusat perbelanjaan, dan sentra kuliner pun mengalami banjir sampah. Raymond secara spesifik menyoroti pasar-pasar tradisional seperti Pasar Klojen dan Pasar Besar. Kawasan kuliner seperti Sudimoro serta permukiman dan kos-kosan mahasiswa juga ikut menambah beban sampah kota.
Akibatnya, operasional pengangkutan sampah mengalami tekanan luar biasa. Jumlah ritase truk menuju TPA Supit Urang biasanya berkisar 160 hingga 178 per hari. Selama puncak libur Nataru, angka itu diprediksi melonjak drastis hingga 200 truk setiap hari.
Menghadapi situasi ini, DLH Kota Malang pun tak tinggal diam. Mereka memilih strategi cerdas dengan tidak menambah armada truk atau petugas. Sebagai gantinya, mereka mengoptimalkan sumber daya dengan menambah jam kerja para petugas. Raymond memaparkan, timnya menambah frekuensi pengangkutan dari yang biasanya dua kali sehari menjadi tiga sampai empat kali.
DLH juga memberi perhatian ekstra pada titik-titik rawan, terutama kawasan tujuan wisatawan. Salah satu fokus utama mereka adalah Kayutangan Heritage. Mereka mengantisipasi penumpukan sampah yang bisa merusak pemandangan.
Mereka pun menerapkan penyesuaian jadwal. Pengambilan sampah yang biasanya hanya dilakukan dini hari, kini mendapat tambahan frekuensi pada malam hari. Langkah ini mereka ambil agar sampah tidak sempat menumpuk dan mengganggu kenyamanan wisatawan yang memadati kawasan hingga sore dan malam hari.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
