Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Viral Bukber Glamor Ala Bollywood, Bupati Sidoarjo Tegur Sekda

SIDOARJO, Cinta-news.com — Bupati Sidoarjo Subandi akhirnya angkat bicara! Ia memberikan teguran lisan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, menyusul kehadirannya dalam acara buka puasa bersama bertema Bollywood yang super glamor dan megah. Acara yang digelar pada Jumat (6/3/2026) itu mendadak viral di media sosial dan langsung menuai kritik pedas dari masyarakat.

“Teguran secara lisan pasti saya sampaikan kepada Bu Sekda. Biar nanti, niatnya dia itu kan sebenarnya tidak ada niat yang tidak baik,” ujar Subandi dengan tegas kepada awak media, Minggu (15/3/2026).

Ternyata Sekda Hanya Memenuhi Undangan

Subandi pun membuka tabir di balik kehadiran Sekda dalam acara kontroversial tersebut. Ia menjelaskan bahwa Fenny Apridawati datang semata-mata karena memenuhi undangan dari pihak penyelenggara. Bupati juga mengungkapkan bahwa kegiatan itu tidak hanya dihadiri oleh Sekda, tetapi juga sejumlah tokoh penting lainnya.

“Di sana itu bukan Bu Sekda saja, Pak Kapolda juga diundang. Di sana itu menyiapkan busana untuk dilombakan. Itu hanya undangan saja,” lanjutnya menjelaskan.

Orang nomor satu di Sidoarjo itu mencoba meredam kegaduhan yang terjadi di masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran jajarannya bukan untuk bersenang-senang atau pamer kemewahan di bulan suci Ramadan.

Tujuan Mulia di Balik Acara Mewah Tersebut

Ternyata, di balik kemasan acara yang terlihat berlebihan itu, ada misi khusus yang ingin dicapai. Subandi mengungkapkan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut sebenarnya bertujuan untuk mempromosikan fasilitas Gedung Mahabarata Palace Graha Unesa di Kota Surabaya. Gedung milik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu biasanya menjadi primadona untuk berbagai acara besar seperti pernikahan dan pertemuan penting.

Namun, ceritanya berbeda saat bulan Ramadan tiba. Aktivitas di gedung megah itu cenderung sepi dan tidak seramai biasanya. Kondisi ini membuat pihak pengelola gedung memutar otak dan akhirnya menggelar acara buka puasa bersama sebagai cara untuk tetap menghidupkan suasana.

“Tujuannya Bu Sekda hadir itu agar rumah makan yang ada di Unesa yang biasanya dipakai untuk event pernikahan dan lain-lain itu bisa ramai. Hari itu kan tidak ada kegiatan, makanya dipakai untuk buka puasa bersama. Harapannya hanya itu saja,” jelas Subandi panjang lebar.

Bupati berusaha meluruskan persepsi masyarakat yang sudah telanjur menilai acara tersebut sebagai bentuk pemborosan atau pesta pora di tengah bulan puasa. Ia ingin publik memahami bahwa di balik tema Bollywood yang mencolok itu, ada semangat untuk menggerakkan ekonomi dan mempromosikan potensi daerah.

Bupati Minta Maaf dan Beri Pembinaan

Meski sudah menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya, Subandi tetap membuka pintu maaf selebar-lebarnya kepada masyarakat. Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung apabila kehadiran jajarannya dalam kegiatan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan di hati warga.

“Saya pribadi sebagai pimpinan daerah, kalau ada yang terganggu, saya mohon maaf. Niatnya hanya untuk menghormati bulan Ramadan melalui event buka bersama,” kata Subandi dengan nada menyesal.

Yang menarik, meskipun bertujuan baik, Bupati tidak serta-merta membebaskan Sekda dari tanggung jawab. Subandi menegaskan bahwa teguran lisan tetap ia berikan sebagai bentuk pembinaan internal. Ia tidak ingin kejadian serupa terulang lagi di masa mendatang.

“Teguran secara lisan pasti saya sampaikan,” tegasnya sekali lagi, menunjukkan bahwa ia serius dalam melakukan pembinaan terhadap jajarannya.

Publik Sorot Jalan Rusak, Bukan Pesta Mewah

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video dan foto-foto acara buka bersama yang dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hingga jajaran camat. Mereka tampil dalam konsep mewah ala Bollywood yang langsung menyedot perhatian warganet.

Kegiatan yang dikemas secara glamor itu langsung memicu reaksi keras dari warga. Banyak yang menilai konsep acara tersebut sangat kontras dengan kondisi infrastruktur di Sidoarjo yang masih bermasalah.

Sejumlah warga pun angkat suara dan menyoroti persoalan jalan rusak di beberapa wilayah yang dinilai jauh lebih mendesak untuk segera ditangani. Mereka mempertanyakan prioritas pemerintah daerah yang terkesan lebih fokus pada acara seremonial mewah ketimbang memperbaiki fasilitas publik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Daripada buat acara mewah-mewahan, mending jalan yang bolong-bolong itu dibenerin dulu,” begitu kira-kira celetukan warga yang beredar di media sosial.

Fenomena ini menjadi pelajaran berharga bagi para pejabat publik. Di era media sosial seperti sekarang, setiap langkah dan tindakan mereka akan selalu berada di bawah sorotan tajam masyarakat. Apalagi jika menyangkut acara yang terkesan berlebihan di tengah kondisi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian pada berbagai persoalan mendasar.

Bupati Subandi pun akhirnya harus turun tangan untuk meredam gejolak yang terjadi. Ia berharap dengan penjelasan dan permintaan maaf yang sudah disampaikan, masyarakat bisa memahami dan tidak memperpanjang persoalan ini.

Ke depannya, ia mengimbau agar seluruh jajaran pemerintah daerah lebih berhati-hati dalam menghadiri undangan atau menggelar acara, terutama di bulan suci Ramadan. Jangan sampai niat baik untuk mempromosikan sesuatu justru berujung pada kontroversi yang tidak perlu.

Publik tentu berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Mereka ingin para pejabat lebih peka terhadap situasi dan kondisi, serta mampu memilah dan memilih acara yang layak dihadiri tanpa harus memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Yang terpenting, janji-janji perbaikan infrastruktur seperti jalan rusak harus segera direalisasikan, bukan malah sibuk dengan acara buka bersama bertema Bollywood yang mewah.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *