Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

2 Turis China Tewas Saat Snorkeling di Labuan Bajo, Imigrasi Tunggu Arahan untuk Pemulangan

LABUAN BAJO, Cinta-news.com – Hingga saat ini, proses pemulangan dua jenazah wisatawan asal China yang tewas dalam insiden snorkeling tragis di perairan eksotis Pulau Kelor, Manggarai Barat, NTT, masih mengalami kebuntuan. Pihak Imigrasi Labuan Bajo mengaku sedang dalam fase menegangkan, menanti secarik surat atau isyarat resmi dari Kedutaan Besar China untuk menentukan langkah selanjutnya. Sementara itu, kedua korban yang merupakan pria dan wanita paruh baya itu kini masih berada di tempat peristirahatan terakhirnya sementara waktu, menunggu kepastian prosedural dari tanah air mereka.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo sendiri bergerak cepat dengan berkoordinasi intens bersama Direktorat Jenderal Imigrasi di pusat. Mereka tidak tinggal diam; sejak dini, pihak imigrasi telah menghubungi perwakilan diplomatik Negeri Tirai Bambu di Indonesia. Tujuannya jelas, yakni untuk membuka saluran komunikasi dengan pihak keluarga yang pasti tengah dilanda duka yang mendalam di negeri asal.

Dari data yang berhasil dihimpun, identitas kedua korban yang naas itu adalah Sha Gingyang, seorang pria berusia 30 tahun, dan Xu Jianhong, wanita lanjut usia 69 tahun. Keduanya menghembuskan napas terakhir setelah dilaporkan tenggelam saat menikmati keindahan bawah laut Pulau Kelor pada Rabu sore, tepat pukul 16.44 Wita, tanggal 15 Juli 2026. Momen liburan yang seharusnya penuh kebahagiaan itu berubah menjadi tragedi duka yang menyelimuti destinasi super prioritas tersebut.

Pemulangan Jenazah Tergantung Sinyal dari Kedubes, Imigrasi Hanya Bisa Pasrah

Charles Christian Mathaus, selaku Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo, menjelaskan dengan nada penuh harap bahwa pihaknya langsung bertindak sigap. Begitu laporan mengenai insiden nahas yang merenggut nyawa satu turis pria dan satu turis wanita itu diterima, mereka segera menggalang koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan seluruh instansi terkait di lapangan.

“Selanjutnya, kami segera menyusun surat resmi dan meneruskannya kepada perwakilan Republik Rakyat Tiongkok, baik yang berada di Jakarta maupun di Bali, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujar Charles Christian Mathaus saat dikonfirmasi oleh PosKupang pada Kamis (16/7/2026). Ia menekankan bahwa semua proses kini berada di tangan pihak kedutaan.

Menurut pengakuannya, hingga detik ini, pihak Imigrasi Labuan Bajo masih berjibaku dengan ketidakpastian. Mereka terus menantikan respons resmi yang tertulis dari Kedutaan China. Meskipun upaya komunikasi informal melalui sambungan telepon sudah beberapa kali mereka lakukan, nyatanya hingga kini belum ada kontak langsung yang benar-benar membuahkan hasil konkret.

“Rekan-rekan kami di Direktorat Kerja Sama Keimigrasian di pusat juga sudah berusaha mati-matian melakukan pendekatan komunikasi non-formal dengan Kedubes RRT di Jakarta. Namun, sampai saat ini, kami masih saja menunggu kabar lanjutan dan belum ada titik terang,” terang Charles dengan sedikit frustrasi.

Imigrasi pun mengaku masih gelap gulita mengenai rencana kedatangan pihak keluarga korban ke Indonesia. Charles Christian Mathaus menegaskan bahwa seluruh proses lanjutan, terutama yang berkaitan dengan pemulangan jenazah, mutlak harus menunggu hasil koordinasi yang matang dengan pihak keluarga melalui perwakilan diplomatik China. Tanpa “lampu hijau” dari mereka, proses administrasi tidak bisa berjalan.

Menelusuri Jejak Korban: Masuk via Bali dengan Visa Cepat, Lalu Berakhir Tragis

Berdasarkan data kepabeanan yang berhasil dilacak oleh petugas imigrasi, kedua wisatawan tersebut tercatat memasuki wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Mereka menggunakan fasilitas Visa on Arrival (VoA) yang praktis pada tanggal 8 Juli 2026. Setelah beberapa waktu menikmati Bali, mereka melanjutkan penerbangan domestik menuju Labuan Bajo untuk mengeksplorasi keindahan alam Flores, tanpa menyangka bahwa perjalanan itu akan menjadi petualangan terakhir mereka.

Sementara itu, penanganan awal di lokasi insiden berlangsung dramatis. Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai instansi terkait bertarung dengan waktu dan ombak untuk melakukan pencarian. Imigrasi sendiri baru menerima laporan lengkap setelah proses evakuasi berhasil dilaksanakan. Setelah itu, mereka langsung berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Manggarai Barat untuk memastikan tidak ada prosedur yang terlewat.

Kedua korban yang berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat itu langsung dilarikan ke RSUD Komodo untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Namun, nyawa mereka sudah tidak tertolong lagi; kini jenazah keduanya menunggu proses pemulangan yang masih terhambat oleh birokrasi antarnegara.

Imigrasi Beri Peringatan Keras ke Pelaku Wisata: Ini Pelajaran Mahal!

Menyikapi tragedi memilukan yang melibatkan wisatawan asing di destinasi primadona Labuan Bajo ini, Charles Christian Mathaus tidak bisa menahan diri untuk menyuarakan harapannya. Ia meminta dengan tegas agar seluruh pelaku industri pariwisata di kawasan tersebut segera meningkatkan standar keselamatan dan profesionalisme mereka. Jangan sampai korban berjatuhan lagi karena kelalaian.

“Kami berharap para pelaku pariwisata lebih profesional lagi ke depannya. Jangan anggap enteng keselamatan nyawa manusia,” tandasnya dengan nada serius. “Dari sisi wisatawan, kami juga terus mengingatkan agar setiap individu selalu menjaga keselamatan diri selama berwisata. Awasi kondisi cuaca, patuhi rambu, dan gunakan alat pelindung diri,” tambahnya.

Charles Christian Mathaus menambahkan bahwa sebenarnya Imigrasi bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) telah menyusun panduan praktis berupa daftar do’s and don’ts bagi para wisatawan. Panduan ini disusun sebagai upaya preventif untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan selama beraktivitas di kawasan pariwisata super prioritas tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa tanpa kesadaran bersama, panduan tersebut tidak akan berarti apa-apa.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version