Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Terduga Pelaku Perampokan dan Pembunuhan di Luwu Ditangkap saat Hendak Kabur ke Sulut

LUWU, Cinta-news.com – Tim Satreskrim Polres Luwu bergerak cepat dan berhasil meringkus pria berjaket biru pudar yang tega menghabisi nyawa Ririn (31), penjaga kios BRI Link di Dusun Pantilang. Polisi membekuk buron berbahaya ini di tempat persembunyiannya, jauh di luar pulau, tepatnya di Provinsi Sulawesi Utara. Kepala Satreskrim Polres Luwu, Muhammad Ibnu, mengumumkan kabar gembira ini langsung melalui sambungan telepon, Kamis (26/2/2026) malam.

“Alhamdulillah, tim kami akhirnya mengamankan terduga pelaku. Kami menangkapnya di Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya dengan lega. Pihak kepolisian masih merahasiakan detail lokasi persis dan kronologi dramatis penangkapan demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Petugas masih mengawal pelaku dalam proses pengamanan ketat. Kami sedang dalam perjalanan panjang menuju Luwu. Setelah tim tiba di Luwu nanti, kami akan menyampaikan semuanya secara lengkap,” imbuh Ibnu.

Sebelumnya, jagat maya dan warga Luwu digemparkan oleh aksi brutal yang terjadi pada Rabu (18/2/2026) siang, sekitar pukul 14.00 Wita. Ririn, seorang ibu muda, tewas bersimbah darah di tempat kerjanya sendiri. Peristiwa ini bukan sekadar pencurian biasa, melainkan pencurian dengan kekerasan yang merenggut nyawa seseorang.

Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Azis, saat itu mengungkapkan detail mencekam di hari kejadian. Ririn sedang berjaga seorang diri di kios BRI Link tanpa ada orang lain yang menemaninya saat malapetaka itu datang.

“Korban, Ririn, 31 tahun, warga Lingkungan Pusun, sedang bekerja sendiri di dalam kios saat kejadian,” ungkap Abdul Azis dengan nada prihatin, Rabu (18/2/2026) sore.

Kejadian mengerikan ini pertama kali diketahui berkat seorang saksi muda berinisial RS (18). RS sedang berada di rumahnya ketika ia mendengar suara teriakan histeris dari dalam kios BRI Link. Suara itu jelas bukan teriakan biasa, melainkan jerit minta tolong yang memilukan.

RS segera keluar rumah untuk memeriksa sumber suara. Betapa terkejutnya ia saat melihat sesosok laki-laki asing melesat keluar dari pintu belakang kios. Pelaku buru-buru melarikan diri, seolah takut ada yang mengejarnya.

Dari keterangan saksi, pelaku berusia sekitar 30 tahun. Ia mengenakan jaket atau sweter lusuh berwarna biru pudar yang kontras dengan celana pendek yang dikenakannya. Penampilannya sederhana namun gerak-geriknya mencurigakan.

Pelaku kemudian tancap gas melarikan diri menggunakan sepeda motor matik, tepatnya Honda Beat. Ia juga membawa barang bukti penting: sebuah brankas berwarna biru dan sebuah palu besi. Polisi menduga keras palu itulah yang digunakan pelaku untuk melukai korban secara membabi buta.

“Pelaku kabur sambil membawa brankas biru dan sebuah palu. Kami mencurigai palu itu sebagai senjata yang dipakai untuk melakukan kekerasan brutal terhadap korban,” tegas Abdul Azis kala itu.

Setelah pelaku kabur, saksi RS memberanikan diri masuk ke dalam kios. Ia menyaksikan pemandangan mengenaskan. Ririn tergeletak dalam posisi tengkurap di lantai, sementara genangan darah sudah membasahi tubuh dan lantai di sekitarnya.

Korban mengalami luka robek yang menganga di bagian kepala sebelah kanan. Ia juga mengalami luka serius di bawah telinga kirinya. Ciri-ciri luka tersebut sangat mengerikan, diduga kuat akibat hantaman keras dari benda tumpul seperti palu yang dibawa kabur pelaku.

Melihat kondisi korban yang kritis, keluarga yang datang langsung mengambil inisiatif. Mereka segera membawa Ririn ke rumah duka menggunakan kendaraan pribadi sekitar pukul 14.40 Wita, namun nyawanya sudah tidak tertolong.

Kini, setelah delapan hari pengejaran, tim kepolisian akhirnya meringkus pelaku di persembunyiannya di Sulawesi Utara. Misteri mengenai siapa dalang di balik aksi sadis ini, apa motif sebenarnya, dan bagaimana ia bisa kabur sejauh itu, sebentar lagi akan terkuak. Masyarakat Luwu tentu menanti kepulangan pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Polisi masih terus mendalami kasus ini dan akan segera merilis informasi lengkap begitu pelaku tiba di Luwu. Warga berharap pelaku menerima hukuman setimpal atas perbuatan keji yang telah merenggut nyawa korban.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *