Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Tak Lagi Soal Kuantitas, BGN Tangsel Kini Perketat Mutu 26 Dapur MBG yang Disuspend

Cinta-news.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tangerang Selatan memang berjalan masif, namun ternyata di balik kesuksesan itu, puluhan dapur penyedia makanan sempat tersandung berbagai masalah pelik. Bayangkan, mulai dari standar operasional yang tidak sesuai hingga urusan administrasi pencairan dana yang bikin pusing, semuanya terjadi. Akibatnya, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah ini terpaksa menghentikan aktivitas sementara demi melakukan pembenahan total. Menariknya, berdasarkan data terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN), hingga saat ini masih ada 26 SPPG yang berstatus suspend atau penghentian operasional sementara. Namun jangan khawatir, sebagian besar dari mereka sedang berjuang keras memperbaiki berbagai kekurangan agar segera bisa kembali melayani para penerima manfaat program.

Dari 41 Dapur Bermasalah, Kini Tersisa 26 yang Masih Disuspend

Nah, menurut Koordinator Wilayah BGN Tangerang Selatan, Nindy Sabrina, jumlah dapur MBG yang disuspend sebelumnya sempat menyentuh angka 41 unit. Cukup fantastis, bukan? Namun setelah tim melakukan evaluasi dan perbaikan intensif, angka itu perlahan menyusut dan sebagian besar dapur telah kembali beroperasi dengan semangat baru.

“Kalau suspend memang ada. Hingga hari ini, 20 SPPG masih menjalani masa suspend, sementara enam lainnya sedang dalam proses pencabutan status suspend. Jadi total sebenarnya ada 26,” ungkap Nindy dengan gamblang di Ciputat, Tangsel, Kamis (11/6/2026).

Perlu kamu ketahui, status suspend ini tidak diberikan secara sembarangan. BGN memberikannya hanya kepada dapur yang belum memenuhi ketentuan dalam petunjuk teknis program MBG. Selama masa penghentian operasional ini, para pengelola wajib memperbaiki berbagai aspek yang menjadi temuan tim pengawas. Alhamdulillah, dari awal yang sempat 41, kini jumlahnya sudah berkurang drastis karena mereka serius membenahi diri.

Yang menarik, Nindy menegaskan bahwa suspend ini bukanlah akhir dari segalanya. Bukan penutupan permanen, lho! Justru, sanksi ini diberikan sebagai kesempatan emas bagi pengelola untuk membenahi operasional dapur sebelum kembali melayani masyarakat dengan lebih baik.

“Jadi suspend ini bukan pemberhentian tetap, tetapi pemberhentian operasional sementara untuk pembenahan. Kami memberi mereka ruang untuk introspeksi dan perbaikan,” jelas dia dengan tegas.

Pelanggaran Bisa Berujung Penutupan, Hati-Hati!

Seiring meluasnya cakupan program MBG, pengawasan terhadap dapur-dapur penyedia makanan pun semakin diperketat. BGN kini tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan satuan tugas, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait untuk melakukan monitoring secara komprehensif. Jika ditemukan pelanggaran terhadap petunjuk teknis, instansi terkait bisa memberikan rekomendasi kepada BGN agar sebuah SPPG dikenai sanksi suspend.

“Pada intinya, jika ada rekomendasi atau atensi dari instansi terkait bahwa SPPG tertentu melanggar petunjuk teknis, maka BGN akan menerima saran tersebut untuk melakukan suspend,” kata Nindy.

Perhatian BGN saat ini sudah bergeser, lho. Tidak lagi semata-mata fokus pada berapa banyak dapur yang beroperasi. Kini, kualitas layanan menjadi prioritas utama. Mereka mengawasi mulai dari mutu makanan, kondisi infrastruktur dapur, hingga pengelolaan limbah. Semua harus sesuai standar!

“Jadi monitoringnya memang lebih ke internal: dari segi menu makanan, infrastruktur, sampai dengan pengelolaan limbah. Semuanya kami pantau ketat,” jelas dia.

Peringatan keras juga akan diberikan kepada pengelola dapur agar tidak mengulangi pelanggaran yang sama. Mengapa? Karena jika kesalahan dilakukan berulang kali oleh pihak pengelola, maka sanksi yang lebih berat akan dijatuhkan pada SPPG tersebut.

“Kalau suspend sudah terjadi sekitar tiga kali, maka SPPG tersebut akan ditutup secara permanen,” ujar dia dengan nada peringatan.

Bukan Cuma Pelanggaran, Dana Tersendat Juga Bikin Dapur Berhenti

Selain persoalan kepatuhan terhadap standar operasional, sebagian dapur MBG di Tangsel juga sempat berhenti beroperasi akibat kendala pencairan dana. Bayangkan, sudah siap memasak tapi uang operasional tidak kunjung turun. Nindy mengungkapkan, terdapat lima SPPG yang mengalami keterlambatan pencairan dana operasional. Namun yang menarik, masalah ini bukan disebabkan oleh kekurangan anggaran dari pusat, melainkan kendala administrasi di tingkat pengelola itu sendiri.

“Kalau anggaran tersendat itu ada lima SPPG, tapi itu juga baru kemarin. Sebenarnya sifatnya bukan semuanya, tapi lebih ke personal SPPG. Kadang ada yang lupa pelaporan di dashboard, jadi memang tersendat,” kata Nindy sambil menggeleng.

Akibat dana yang belum cair sementara biaya operasional sudah habis digunakan, dapur-dapur tersebut terpaksa menghentikan sementara aktivitasnya. Sayang sekali, bukan? Namun kabar baiknya, masalah ini sudah segera ditangani.

“Kalau tersendat berarti tidak operasi karena dananya sudah habis, tapi ada kendala pencairannya saja. Tapi sekarang sudah mulai kami benahi,” ucap dia.

Evaluasi Terus Berjalan, Masa Depan SPPG Makin Cerah

Di tengah berbagai kendala yang sempat menghantui, BGN memastikan proses evaluasi dan pembenahan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak ada kata berhenti untuk meningkatkan kualitas! Seluruh pemangku kepentingan terus bergerak cepat memastikan setiap masalah segera teratasi.

Targetnya jelas: seluruh SPPG di Tangerang Selatan harus memenuhi standar yang ditetapkan dan kembali beroperasi secara optimal. Program MBG adalah program mulia yang menyasar anak-anak dan kelompok rentan, sehingga setiap piring makanan yang disajikan harus benar-benar bergizi dan aman. Dengan pengawasan ketat dan komitmen tinggi dari semua pihak, diharapkan tidak ada lagi dapur yang tersandung masalah serupa di masa depan.

Pantau terus perkembangan program MBG di Tangsel, karena setiap perubahan kecil bisa berdampak besar bagi ribuan penerima manfaat!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version