TEHERAN, Cinta-news.com – Selama puluhan tahun Iran mati-matian membangun bunker bawah tanah superkokoh. Mereka ingin melindungi ribuan rudal andalannya dari serangan musuh. Tapi nahas, baru seminggu perang pecah melawan dua raksasa militer, strategi megah itu berbalik jadi mimpi buruk!
Sekarang, pesawat-pesawat tempur AS-Israel dan drone bersenjata dengan leluasa terbang rendah di atas puluhan pangkalan militer Iran. Mereka tidak main-main! Begitu peluncur rudal Iran muncul ke permukaan untuk menembak, langsung disergap habis-habisan. Gelombang bomber berat bertubi-tubi menjatuhkan amunisi penghancur bunker tepat di pintu-pintu masuk markas bawah tanah. Hasilnya? Bencana!
Citra Satelit Bongkar Kehancuran Mengenaskan
Bukti visual dari satelit komersial memperlihatkan pemandangan mengerikan: sisa-sisa peluncur dan rudal Iran masih mengepulkan asap tebal di dekat pintu masuk fasilitas bawah tanah. Memang, Teheran sempat meluncurkan lebih dari 500 rudal sejak Sabtu (28/2/2026). Namun, serangan balasan mereka melemah drastis dalam beberapa hari terakhir.
Jumlah serangan besar berkurang signifikan sejak hari-hari pertama konflik. Ini pertanda jelas bahwa gempuran AS-Israel benar-benar melumpuhkan kemampuan Teheran untuk membalas!
“Kami sedang memburu peluncur rudal balistik terakhir Iran!” tegas Laksamana Brad Cooper, komandan tertinggi AS di Timur Tengah, dalam pengarahan video yang dikutip dari Wall Street Journal. “Kami ingin melenyapkan sisa kemampuan rudal balistik mereka. Kemampuan Iran untuk menyerang kami dan mitra kami semakin menurun drastis,” sambungnya dengan nada penuh percaya diri.
86 Persen Peluncur Rudal Iran Ludes!
Teheran rupanya sudah curiga. Mereka memindahkan sebagian rudal dan peluncur truk keluar dari bunker sebelum perang dimulai. Harapannya, dengan menyebar mereka bisa selamat dari serangan. Tapi taktik itu sia-sia!
Cooper mengungkapkan, AS dan Israel sudah menghancurkan ratusan rudal, peluncur, dan drone Iran. Komando Pusat AS bahkan merilis data mengejutkan pada Rabu lalu: peluncuran rudal Iran anjlok 86 persen hanya dalam empat hari!
Para analis militer menduga, sebagian besar persediaan rudal jarak menengah dan pendek Teheran yang jumlahnya ribuan itu masih terjebak di pangkalan bawah tanah. Celakanya, lokasi bunker-bunker itu sudah diketahui persis oleh militer AS dan Israel. Inilah kelemahan fatal konsep “kota rudal” bawah tanah Iran!
“Apa yang dulunya bergerak dan sulit ditemukan, sekarang diam di tempat dan jadi sasaran empuk!” ujar Sam Lair, peneliti dari James Martin Center for Nonproliferation Studies di California. Perkataannya menohok sekali!
Dengan baterai pertahanan udara Iran sebagian besar sudah lumpuh, AS dan Israel dengan tenang menerbangkan pesawat pengintai di atas pangkalan rudal Iran. Mereka hanya menunggu tanda-tanda aktivitas, lalu langsung menghajar dengan jet tempur atau drone bersenjata. Brutal!
Laporan analis menyebut, pangkalan dekat kota Shiraz di selatan dihantam berkali-kali. Foto satelit komersial yang dirilis Martin Center memperlihatkan pemandangan mengerikan: peluncur rudal bergerak baru saja keluar dari bunker menuju ngarai terdekat, langsung hancur berkeping-keping sebelum sempat menembak!
Citra satelit Shiraz tanggal 2 Maret, tiga hari perang dimulai, menunjukkan gumpalan asap kemerahan di dekat peluncur yang hancur. Bahan bakar asam nitrat bocor dari rudal yang hancur! Beberapa peluncur lain ikut meledak, api menjalar ke seluruh ngarai. Kiamat kecil!
Di pangkalan dekat Isfahan, satelit merekam momen menegangkan pada 1 Maret. Sebuah peluncur rudal bergerak di jalan dekat fasilitas. Sebuah kawah menganga di jalan di dekatnya—bukti pesawat tempur AS atau Israel mencoba menghajarnya, tapi meleset tipis!
Keesokan harinya, foto dari lokasi sama mengungkap pembantaian berikutnya. Beberapa pintu masuk fasilitas bawah tanah dihantam bom dahsyat! “Puing-puing amunisi penghancur bunker berserakan di sekitar kedua pintu masuk terowongan,” tulis Lair di media sosial.
Lair juga mengutip foto 3 Maret dari Planet Labs. Pintu masuk dan jalan menuju pangkalan Iran di dekat Kermanshah hancur lebur dihantam bom berat AS. Kondisi serupa terjadi di pangkalan rudal utara Kermanshah dan utara Tabriz.
Iran memang masih melancarkan serangan sporadis dengan drone bersenjata dan rudal. Tapi desas-desus kuat beredar: mereka mungkin menyimpan rudal jarak jauh terkuatnya sebagai senjata pamungkas. Senjata itu hanya akan digunakan jika rezim di Teheran benar-benar di ambang kehancuran total! Akankah itu terjadi? Kita tunggu saja babak selanjutnya dari drama perang ini!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
