PURWOKERTO, Cinta-news.com – Badai besar menerpa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)! Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan berani mengungkap praktik keji pengkondisian kursi dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri yang mencoreng dunia pendidikan tinggi.
Bukti-bukti kuat telah diamankan penyidik. Berdasarkan dokumen-dokumen penting yang berhasil disita, sedikitnya 73 kursi dari total 2.527 kuota jalur mandiri program sarjana tahun ini diduga kuat telah dikondisikan secara sistematis untuk diperjualbelikan!
Temuan menghebohkan ini menjadi bagian dari perkara dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru Unsoed yang kini menjerat sejumlah pejabat kampus bergengsi dan pihak swasta.
73 Kursi Diduga Dikondisikan
Praktik kotor jual-beli kursi ini ternyata tidak hanya menyasar Fakultas Kedokteran Unsoed yang selama ini menjadi primadona. Fakultas Hukum serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pun ikut menjadi sasaran empuk praktik penerimaan mahasiswa melalui jalur ilegal yang menggiurkan ini.
Dokumen-dokumen bukti yang disita penyidik KPK dengan teliti menunjukkan sedikitnya 73 kursi diduga keras telah dikondisikan untuk diperjualbelikan. Jumlah ini cukup signifikan dari total 2.527 kuota jalur mandiri program sarjana tahun ini.
Para oknum ini dengan culas memanfaatkan celah dan kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi. Mereka dengan sadar mengorbankan generasi muda yang berprestasi demi keuntungan pribadi!
Tarif Kursi hingga Rp 500 Juta
Tak tanggung-tanggung, KPK juga menemukan percakapan mengejutkan yang membahas nominal uang fantastis untuk penerimaan mahasiswa melalui jalur ilegal ini. Tarif satu kursi mahasiswa baru disebut berkisar antara Rp 50 juta hingga angka mencengangkan Rp 500 juta!
Yang lebih mencengangkan lagi, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq juga disebut memberikan arahan terperinci kepada keponakannya, Mulyono, mengenai cara cerdik menerima uang dari orangtua calon mahasiswa yang putus asa.
Sodiq dengan bijaksana berpesan agar Mulyono tidak meminta uang sejak awal. “Jangan diminta di awal. Jika dikasih, bilang terima kasih,” kata Sodiq pada Selasa (25/8/2026). Arahan halus namun sarat makna ini menunjukkan betapa terencananya praktik korupsi ini!
Selanjutnya, Mulyono disebut berhasil mengumpulkan dugaan gratifikasi hingga Rp 680 juta selama proses penerimaan mahasiswa baru periode 2025-2026. Jumlah yang sangat besar ini dikelola atas perintah Sodiq dan digunakan untuk melunasi pembelian tiga bidang tanah yang dibeli Sodiq dengan nama Mulyono!
Skema Licik Libatkan Kepala Bagian Akademik
Selain melalui Mulyono, KPK dengan jeli mengungkap skema lain yang melibatkan Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto. Eko yang juga menjadi panitia penerimaan mahasiswa baru periode 2025-2026 disebut berkomunikasi intensif dengan seorang pengepul calon mahasiswa yang ternyata adalah guru SMA!
Guru tersebut sebelumnya mengoordinasikan sejumlah siswanya yang ingin melanjutkan pendidikan di Unsoed. Keduanya berkomunikasi melalui WhatsApp dengan seru untuk membahas jumlah calon mahasiswa yang dapat diterima dan nominal uang yang harus dibayarkan.
Eko disebut menjalankan praktik penerimaan mahasiswa melalui jalur ilegal dengan sepengetahuan dan restu Sodiq. Kolaborasi yang sangat terencana ini berlangsung selama dua tahun. Selama periode tersebut, Eko disebut menerima uang hingga Rp 1,12 miliar yang mencengangkan!
Penerimaan dana yang sangat besar ini kemudian dilaporkan dengan patuh kepada Sodiq. Selanjutnya, Sodiq dengan murah hati memberikan akses kepada Eko untuk menyetujui kelulusan calon mahasiswa yang telah menyerahkan uang melalui guru tersebut.
KPK Sita 60 Barang Bukti
Sebelumnya, KPK dengan sigap menyita sekitar 60 barang bukti dari Gedung Rektorat Unsoed, Purwokerto, pada Senin (24/8/2026). Tim KPK datang dengan penuh kewaspadaan ke Gedung Rektorat Unsoed sekitar pukul 09.00 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsoed Prof Ali Rokhman menjelaskan bahwa barang bukti tersebut berupa dokumen dan salinan digital. “KPK itu mengambil barang bukti, sekitar 60 barang bukti. Ada dokumen, ada soft copy,” terang Ali dengan tenang pada Senin.
Pengambilan barang bukti dilakukan di area lantai tiga yang sebelumnya menjadi lokasi sejumlah ruangan pimpinan. Ali memastikan tidak ada komputer yang turut dibawa penyidik. Ia juga mengatakan tidak menjalani pemeriksaan dan hanya menyetujui barang bukti yang dibawa penyidik.
“Saya tidak diperiksa, hanya menyetujui barang bukti yang dibawa itu,” paparnya dengan lugas.
KPK Tetapkan 6 Tersangka
Diberitakan sebelumnya, KPK dengan tegas menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru Unsoed. Penetapan tersangka ini menjadi babak baru dalam pengungkapan kasus yang menggemparkan ini.
Mereka yang kini berstatus tersangka adalah Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto, Mulyono, serta pihak swasta Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto.
Keenamnya ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang dramatis di Jakarta dan Purwokerto pada Kamis (20/8/2026). Operasi senyap ini berhasil menggulung sindikat yang telah merusak integritas pendidikan tinggi.
KPK juga mengungkap dugaan penerimaan gratifikasi hingga Rp 680 juta yang dikumpulkan Mulyono selama proses penerimaan mahasiswa baru periode 2025-2026. Selain itu, Norman diduga dengan berani meminta Rp 650 juta melalui Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto kepada orangtua calon mahasiswa agar anaknya diterima melalui jalur seleksi mandiri.
Namun yang sangat memilukan, calon mahasiswa tersebut tetap dinyatakan tidak lolos meski orangtuanya telah menyerahkan uang sesuai permintaan. Ini menunjukkan betapa kejamnya praktik korupsi yang merugikan banyak pihak!
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh institusi pendidikan untuk menjaga integritas dan kejujuran dalam penerimaan mahasiswa baru. KPK berkomitmen untuk terus mengusut tuntas kasus ini dan membawa para pelaku ke pengadilan. Masyarakat pun diminta untuk aktif melaporkan jika menemukan praktik serupa di lingkungan pendidikan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
