JAKARTA, Cinta-news.com – Presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), baru saja melontarkan peringatan keras. Beliau menyarankan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar Sidang Umum darurat. Tujuannya jelas: mencegah meletusnya Perang Dunia III. SBY mengaku sangat cemas menyaksikan situasi geopolitik global yang kian memanas.
Melalui unggahan di akun X-nya @SBYudhoyono, SBY langsung mengetuk pintu PBB. Beliau menyarankan agar PBB mengambil inisiatif. Inisiatif itu berupa mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk dalam sidang darurat. Agenda mendesak itu harus fokus pada langkah konkret. Tujuannya untuk mencegah krisis dunia berskala besar, termasuk potensi perang dunia baru.
Kekhawatiran SBY ternyata punya dasar kuat. Beliau melihat kemiripan yang mengkhawatirkan dengan situasi sebelum dua perang dunia terdahulu. Misalnya, dunia sekarang menyaksikan kemunculan pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang. Selain itu, blok-blok persekutuan negara yang saling berhadapan mulai terbentuk lagi. SBY juga menandai pembangunan kekuatan militer secara masif. Geopolitik global saat ini suhunya juga sangat panas.
Oleh karena itu, SBY secara terbuka menyatakan kemungkinan Perang Dunia Ketiga. Namun demikian, dia tetap menyisipkan optimisme. Beliau masih percaya bahwa perang mengerikan itu sebenarnya bisa dicegah.
Di sisi lain, SBY menyadari keterbatasan yang mungkin dimiliki PBB. Mungkin saja PBB tidak punya kuasa penuh untuk mencegah konflik besar. Tetapi, SBY menegaskan satu hal. Jangan sampai sejarah mencatat PBB hanya melakukan pembiaran dan tidak bertindak. Tindakan simbolis dinilainya tetap lebih baik daripada diam sama sekali.
SBY kemudian mengibaratkan seruan darurat ini. Seruan itu bisa jadi hanya seperti berseru di padang pasir. Artinya, mungkin tidak akan ada yang mengindahkan. Akan tetapi, siapa tahu ini justru menjadi awal yang baik. Ini bisa menjadi pemicu kesadaran kolektif bangsa-bangsa di dunia. Tujuannya untuk menyelamatkan planet yang kita cintai. Beliau mengingatkan, “if there is a will, there is a way.”
Menariknya, Presiden Indonesia saat ini, Prabowo Subianto, juga menyentil isu serupa. Beliau menyoroti dunia yang dipenuhi ketidakpastian dalam Peringatan Natal Nasional 2025. Prabowo menyatakan bahwa dunia sedang penuh gejolak. Saat ini, perang terjadi di mana-mana.
Oleh karena itu, Prabowo lalu mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersyukur. Kita patut bersyukur karena masih menikmati kedamaian di tanah air. Memang, sebagai negara besar, Indonesia tetap memiliki dinamika perselisihan. Namun, fakta bahwa kita masih menjaga perdamaian adalah hal yang sangat berharga.
Jadi, seruan dari kedua tokoh nasional ini memberi kita pesan ganda. Pertama, ancaman konflik global adalah nyata. Dunia memerlukan kewaspadaan dan aksi kolektif segera. Kedua, di tengah gejolak internasional, kita harus menjaga perdamaian di Indonesia. Pada akhirnya, langkah pencegahan dan rasa syukur harus berjalan beriringan. Semua demi masa depan dunia yang lebih aman.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











