JAMBI, Cinta-news.com – Musim kemarau masih menggila, dan titik api di Provinsi Jambi terus bermunculan. Namun, kali ini Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Jambi tidak tinggal diam. Mereka justru mengeluarkan jurus jitu: siap memberi hadiah istimewa bagi warga yang berhasil menangkap pelaku pembakaran hutan dan lahan secara langsung.
Bayangkan, siapa pun di antara kita bisa mendapat penghargaan hanya karena berani melapor dan menangkap tangan oknum pembakar lahan. Kebijakan ini bukan sekadar wacana, melainkan bentuk nyata pelibatan masyarakat dalam pengawasan lingkungan. Pemerintah daerah sadar betul bahwa tanpa dukungan warga di tingkat bawah, upaya pemadaman dan pencegahan karhutla akan terasa berat.
Hadiah Menggiurkan, Tunggu Apa Lagi?
Kepala BPBD Jambi sekaligus Kepala Pelaksana Satgas Karhutla Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengungkapkan bahwa timnya sudah mematangkan konsep ini. Menurutnya, hadiah tersebut akan segera diumumkan setelah semua teknis rampung. “Kami dari Satgas sudah berencana memberikan penghargaan. Saat ini, bentuk dan nilainya masih kita bahas secara mendalam,” ujarnya dengan penuh semangat di Jambi, Kamis (3/9/2026).
Lalu, bagaimana cara masyarakat mendapatkan hadiah ini? Tentunya tidak asal tangkap. Satgas masih menyusun mekanisme yang jelas dan terukur agar penghargaan tepat sasaran. Mereka ingin memastikan bahwa setiap insentif yang diberikan benar-benar berdampak pada penurunan kasus pembakaran lahan. Karena itu, keputusan final nantinya akan melibatkan pimpinan daerah serta unsur komando Satgas Karhutla, termasuk Gubernur Jambi Al Haris selaku Komandan Satgas dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin selaku Plh Dansatgas.
Di sisi lain, Satgas tidak hanya mengandalkan hadiah. Mereka juga memperkuat pengawasan dari akar rumput. Aparat di semua jenjang pemerintahan kini diinstruksikan untuk turun langsung ke lapangan. Mereka harus memantau setiap jengkal wilayah, memberi imbauan, dan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, praktik kuno ini masih menjadi biang kerok utama kebakaran di Jambi.
Puncak Kemarau, Api Mengintai di Setiap Sudut
Saat ini, Provinsi Jambi sedang berada di puncak musim kemarau. Kondisi ini sangat rawan. Lahan gambut dan kering bagaikan bubuk mesiu yang siap menyala hanya karena percikan kecil. Maka dari itu, Bachyuni kembali menekankan pentingnya kesadaran kolektif. “Jambi sedang di puncak kemarau. Sekali lagi saya imbau, jangan bakar lahan atau hutan untuk membersihkan kebun. Ini sangat berbahaya!” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa Satgas tidak main-main. Sanksi tegas sudah menanti siapa pun yang terbukti membakar, baik perorangan maupun korporasi. Dengan adanya hadiah ini, diharapkan masyarakat tidak hanya takut, tetapi juga termotivasi untuk ikut menjaga lingkungan.
Data terbaru dari Satgas Karhutla Jambi menunjukkan bahwa sejak Januari hingga awal September 2026, luas lahan dan hutan yang terbakar mencapai sekitar 1.800 hektare. Selain itu, terpantau 5.198 titik panas (hotspot) tersebar di berbagai kabupaten. Meskipun demikian, dalam beberapa hari terakhir jumlah titik api menunjukkan tren penurunan, yakni sekitar 11 titik saja. Penyebaran wilayah terdampak paling luas meliputi:
- Kabupaten Sarolangun: 473,64 hektare,
- Batang Hari: 374,50 hektare,
- Muaro Jambi: 353,58 hektare,
- Tanjung Jabung Barat: 292,30 hektare,
- Tanjung Jabung Timur: 189,63 hektare.
Hukum Tak Pandang Bulu, Perusahaan Pun Disentil
Dari sisi penegakan hukum, Satgas melalui Gakkum (Penegakan Hukum) telah menangani sedikitnya 65 kasus pembakaran lahan. Dari jumlah tersebut, 14 pelaku sudah diamankan di berbagai polres dan penyidik Gakkum. Bahkan, tiga perusahaan besar kini masih dalam proses penyelidikan karena diduga kuat terlibat dalam karhutla. “Jika bukti sudah cukup, kami akan umumkan nama perusahaannya dan siapa yang bertanggung jawab,” ujar Bachyuni dengan nada serius.
Dengan segala upaya ini, harapan besar tertumpu pada partisipasi aktif warga. Keberanian masyarakat untuk melapor dan menangkap pelaku bukan hanya soal hadiah, tetapi juga tentang menyelamatkan paru-paru bumi Jambi dari ancaman asap dan api. Satgas percaya, kolaborasi antara aparat dan rakyat adalah kunci utama memadamkan api sebelum ia sempat membesar.
Maka, bagi siapa pun yang berada di Jambi, bersiaplah! Mata dan telinga kalian sangat berharga. Laporkan setiap aktivitas mencurigakan, dan jangan ragu bertindak jika melihat langsung pembakaran lahan. Hadiah menarik sudah menunggu, dan yang lebih penting, lingkungan sehat adalah milik kita bersama.
Mari jaga Jambi dari karhutla, karena setiap tetes air dan setiap helai rumput hijau layak dipertahankan. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa buktikan bahwa perlindungan hutan bukan hanya tugas aparat, melainkan panggilan hati seluruh elemen masyarakat. Jambi bebas asap, Indonesia maju!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
