SURABAYA, Cinta-news.com – Suasana meriah menyelimuti Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Senin (31/8/2026). Pasalnya, pengelola resmi memperkenalkan koleksi satwa terbaru mereka kepada publik, yaitu kura-kura Aldabra yang langka. Peluncuran spesies istimewa ini sengaja mereka gelar bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) KBS yang ke-110, sehingga momen tersebut terasa semakin istimewa dan sarat makna bagi seluruh keluarga besar kebun binatang tertua di Indonesia ini.
Hewan yang dikenal sebagai kura-kura terbesar kedua di dunia ini ternyata didatangkan langsung dari Negeri Sakura. Kehadirannya tidak lepas dari kerja sama internasional antara Perumda Kebun Binatang Surabaya dengan iZoo, lembaga konservasi spesialis reptil dan amfibi terbesar yang berada di Jepang. Kolaborasi lintas negara ini membuktikan komitmen KBS dalam menghadirkan koleksi satwa berkualitas sekaligus memperkuat jaringan konservasi global.
Direktur Operasional dan Umum Perumda Kebun Binatang Surabaya, Nurika Widyasanti, mengungkapkan bahwa momen ini benar-benar bersejarah. Baik pengelola maupun pengunjung sama-sama merasakan kegembiraan yang luar biasa atas kedatangan empat ekor kura-kura raksasa tersebut.
“Sepanjang perjalanan KBS berdiri, kami belum pernah memiliki satwa jenis kura-kura Aldabra. Ini adalah pengalaman pertama bagi kami mendatangkan spesies ini. Kami berharap kehadiran mereka dapat menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung sekaligus sarana edukasi yang berharga bagi masyarakat,” ujar Nurika dengan penuh semangat saat ditemui di sela-sela acara peluncuran, Senin (31/8/2026).
Empat Kura-Kura Raksasa dengan Nama Legendaris
KBS mendatangkan empat ekor kura-kura Aldabra sekaligus dengan komposisi yang sangat ideal, yaitu satu ekor jantan dan tiga ekor betina. Untuk menambah kesan ceria dan memudahkan pengunjung mengingat mereka, pengelola memberikan nama-nama yang sangat ikonik. Mereka mengadopsi karakter animasi legendaris Teenage Mutant Ninja Turtles, sehingga keempat kura-kura tersebut kini dikenal dengan nama Leonardo, Donatello, Raphael, dan Michelangelo. Siapa yang tidak kenal dengan empat tokoh kura-kura petarung yang sangat populer di berbagai kalangan itu?
Lebih lanjut, Nurika menjelaskan bahwa kura-kura Aldabra dengan nama ilmiah Aldabrachelys gigantea ini merupakan spesies berukuran jumbo yang memiliki angka harapan hidup luar biasa panjang. Bahkan, mereka mampu bertahan hidup hingga lebih dari satu abad atau 100 tahun lebih.
“Jadi, satwa terbaru yang hadir di KBS saat ini adalah kura-kura Aldabra. Perlu diketahui, spesies ini menempati posisi kedua sebagai kura-kura terbesar di dunia setelah kura-kura Galapagos,” jelas Nurika dengan antusias.
Meskipun merupakan satwa endemik asal Kepulauan Aldabra di Seychelles, kura-kura raksasa ini ternyata mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan baru mereka. Ukuran fisik mereka pun sangat mengesankan, dengan panjang tempurung mencapai sekitar satu meter. Bayangkan betapa besarnya makhluk purba ini jika Anda melihatnya secara langsung!
Untuk ukuran kura-kura jantan, tim KBS memperkirakan usianya sudah mencapai sekitar 40 tahun dengan bobot yang fantastis, yaitu 109 kilogram. Sementara itu, tiga ekor kura-kura betina masih tergolong lebih muda dengan rentang usia antara 25 hingga 30 tahun dan berat rata-rata berkisar antara 80 hingga 90 kilogram. Bobot mereka setara dengan berat badan manusia dewasa, sehingga sangat wajar jika banyak pengunjung yang terpukau saat melihat langsung wujud mereka.
Proses Panjang Karantina Sebelum Akhirnya Dipamerkan
Perjalanan panjang keempat kura-kura raksasa ini ternyata tidak berhenti saat mereka tiba di Indonesia. Nurika mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya sudah mendarat di Tanah Air sejak pertengahan Juli 2026. Namun, KBS tidak bisa langsung memamerkan mereka kepada publik karena harus melalui berbagai prosedur karantina dan habituasi yang ketat untuk memastikan kondisi kesehatan dan kenyamanan satwa.
“Setelah proses karantina di bandara selesai, sekitar dua minggu kemudian baru kami bisa mendatangkan mereka ke Kebun Binatang Surabaya. Sesampainya di sini pun, mereka tetap menjalani karantina lanjutan sesuai prosedur yang berlaku,” jelas Nurika secara rinci.
Yang menarik, proses adaptasi keempat kura-kura Aldabra ini berjalan relatif mudah dan lancar. Mengapa demikian? Ternyata iklim serta cuaca di Surabaya memiliki kemiripan yang cukup signifikan dengan habitat asal mereka di Kepulauan Aldabra. Selain itu, pakan utama mereka berupa sayur-sayuran segar sangat melimpah dan mudah didapatkan di pasar-pasar tradisional maupun modern di Indonesia. Hal ini tentu menjadi kabar baik karena menandakan bahwa mereka akan nyaman tinggal di KBS untuk waktu yang lama.
Masa karantina pun berakhir dengan sempurna tepat bertepatan dengan perayaan HUT ke-110 KBS. Karena itu, pengelola menjadikan momen tersebut sebagai waktu yang paling tepat untuk meluncurkan mereka secara resmi kepada masyarakat luas.
“Dan hari ini, bertepatan dengan ulang tahun kebun binatang, kura-kura Aldabra ini sudah selesai menjalani masa karantina sehingga kami bisa memperkenalkan mereka kepada pengunjung,” tutur Nurika dengan nada penuh kebanggaan.
Salah satu poin penting yang perlu digarisbawahi adalah skema kedatangan kura-kura Aldabra ini. Nurika menegaskan bahwa pendatanganan mereka berbeda dengan penanganan komodo yang menggunakan skema peminjaman pengembangbiakan atau breeding loan. Untuk kura-kura Aldabra, mereka didatangkan dalam skema hibah penuh dari lembaga iZoo dan Aichi di Jepang. Dengan status hibah ini, keempat kura-kura raksasa tersebut sepenuhnya menjadi aset milik KBS.
“Kebetulan kura-kura ini merupakan salah satu jenis satwa yang kami datangkan sebagai tindak lanjut dari kerja sama dengan iZoo dan kebun binatang Aichi. Beberapa waktu lalu, kami sudah melakukan penandatanganan MoU dengan mereka,” jelas Nurika.
“Jika kami memberikan komodo ke Jepang dalam skema pinjaman, maka untuk satwa yang mereka kirimkan ke kami, kami meminta dalam bentuk hibah. Dengan begitu, mereka menjadi milik KBS sepenuhnya,” tegas Nurika dengan nada mantap.
Target Breeding dan Rencana Datangkan Satwa Lain dari Jepang
Kehadiran kura-kura Aldabra tidak hanya difungsikan sebagai sarana edukasi keanekaragaman hayati dan wahana rekreasi baru bagi masyarakat. Lebih dari itu, KBS telah memproyeksikan program pengembangbiakan atau breeding secara terkontrol untuk spesies langka ini. Komposisi satu jantan dan tiga betina sengaja mereka rancang khusus untuk meningkatkan tingkat keberhasilan reproduksi. Strategi ini menunjukkan perencanaan yang matang dari pihak pengelola.
“Memang kami rencanakan untuk melakukan pengembangbiakan. Karena itu, saat mendatangkan mereka, kami tidak hanya meminta sepasang, melainkan satu jantan dan tiga betina. Harapannya, potensi keberhasilan pengembangbiakan menjadi lebih tinggi,” kata Nurika optimistis.
Kedatangan kura-kura raksasa ini ternyata baru permulaan dari rangkaian pengembangan koleksi satwa KBS melalui kerja sama internasional. Ke depan, pengelola berencana mendatangkan satwa-satwa menarik lainnya dari Jepang. Beberapa satwa yang masuk dalam daftar rencana antara lain monyet Jepang, jerapah, hingga panda merah yang sangat menggemaskan. Tentu ini kabar gembira bagi para pecinta satwa di Indonesia.
Antusiasme pengunjung pun langsung terlihat begitu KBS meluncurkan kura-kura Aldabra. Fifian Azahra, seorang pengunjung asal Surabaya, mengungkapkan kegembiraannya karena bisa menyaksikan langsung kura-kura berukuran fantastis tersebut. Selama ini ia hanya bisa menyaksikan mereka melalui tayangan televisi.
“Biasanya saya hanya menonton di TV, baru kali ini saya bisa melihat langsung secara nyata. Luar biasa!” ungkap Fifian dengan mata berbinar penuh kekaguman.
Dengan hadirnya koleksi baru ini, KBS semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di Surabaya. Kunjungi segera dan saksikan sendiri keempat Ninja Turtles yang kini menjadi bintang baru kebun binatang kebanggaan masyarakat Jawa Timur ini!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
