Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Respons Cepat Bupati: Jembatan Patemon Jember yang Ambrol akan Segera Diperbaiki

Cinta-news.com – Sebuah insiden mengguncang warga Jember ketika Jembatan Patemon akhirnya ambruk! Jembatan yang terletak di Dusun Krajan Selatan, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari itu benar-benar tak kuasa menahan gempuran dahsyat air Sungai Bedadung pada Senin (15/12/2025). Akibatnya, bencana ini langsung memutus akses vital penghubung menuju Dusun Kloncing dan mengisolasi warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Indra Tri Purnomo, segera memberikan klarifikasi. Beliau merinci bahwa jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 2 meter itu mengalami penggerusan air yang parah, mencapai 3 meter. “Akibatnya, jembatan pun akhirnya putus total,” tegasnya dalam pernyataan resmi pada Selasa (16/12/2025). Hingga saat ini, kondisi jembatan masih membahayakan sehingga sama sekali tidak bisa dilintasi kendaraan.

Penyebab utama ambruknya infrastruktur ini adalah debit air Sungai Bedadung yang melonjak drastis. Hujan deras yang mengguyur berjam-jam memicu luapan sungai yang tidak hanya menghancurkan jembatan, tetapi juga merembes ke beberapa rumah penduduk. Kabar baiknya, debit air Sungai Bedadung kini sudah kembali normal, meski trauma dan kerugian material masih membebani warga.

Menanggapi krisis ini, Bupati Jember, Muhammad Fawait, langsung menegaskan komitmennya. Beliau berjanji akan membangun kembali jembatan menggunakan anggaran APBD tahun depan. Pemerintah Kabupaten Jember berencana memasukkan anggaran tersebut dalam perencanaan pada Januari atau Februari 2026. Rencana ini menunjukkan keseriusan pemda dalam mengatasi masalah darurat ini.

Bupati juga mengungkapkan strategi bertahap. “Di awal, kita harus membuat jalur darurat terlebih dulu,” jelasnya. Setelah itu, proses pembangunan dan perbaikan permanen akan mereka percepat. Harapan untuk pemulihan konektivitas pun kembali menguat. Langkah-langkah konkret ini mereka siapkan untuk mengembalikan aktivitas warga.

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak tentang pentingnya mitigasi bencana. Jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian warga bisa runtuh dalam hitungan jam. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan ke depan harus lebih memperhitungkan risiko ekstrem cuaca. Kesigapan pemerintah dalam menangani keadaan darurat seperti ini sangat diuji.

Warga sekitar yang terdampak sangat mengharapkan realisasi janji pemerintah dengan segera. Setiap hari tanpa jembatan mengganggu mobilitas, distribusi barang, dan akses layanan dasar. Komitmen untuk membuat jalur darurat menjadi solusi paling krusial sebelum pembangunan permanen dimulai. Mereka berharap semua proses ini berjalan lancar agar normalitas segera kembali.

Akhirnya, bencana ambruknya Jembatan Patemon ini adalah pelajaran berharga sekaligus ujian besar. Respons cepat Bupati memberikan angin segar, namun implementasi di lapangan harus terbukti efektif dan tepat waktu. Dengan demikian, kepercayaan publik dapat tetap terjaga. Mari kita bersama-sama mengawal proses pemulihan ini demi infrastruktur yang lebih kuat dan andal untuk masyarakat Jember.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version