MAKASSAR, Cinta-news.com – Kabar mengejutkan datang dari internal kepolisian Sulawesi Selatan. Dua perwira Polres Toraja Utara harus berurusan dengan Bidang Propam. Kasat Resnarkoba berinisial AKP E dan Kanit Resnarkoba Aiptu N kini menjalani pemeriksaan intensif. Propam Polda Sulsel langsung turun tangan setelah mendengar pengakuan liar dari seorang pengedar sabu.
Pengakuan itu datang dari seorang pria berinisial ET. Ia mengaku rutin menyetorkan uang hingga Rp 13 juta setiap minggu. Uang tersebut, katanya, mengalir ke oknum polisi di Polres Torut. Pengakuan ini langsung membuat publik dan institusi kepolisian terhenyak.
Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Zulham Effendy membenarkan kabar ini. Ia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan penempatan khusus terhadap kedua oknum tersebut. “Iya benar, kita sudah melakukan Penempatan Khusus untuk pemeriksaan awal,” tegas Zulham saat dikonfirmasi awak media, Senin (23/2/2026). Saat ini, tim Propam masih terus mendalami pemeriksaan secara intensif. AKP AE dan Aiptu N belum ditetapkan sebagai tersangka karena penyelidikan masih berjalan.
Kronologi Terkuaknya Setoran Misterius
Lalu bagaimana kasus ini bisa terbongkar? Semua berawal dari penangkapan ET oleh personel Satresnarkoba Polres Tana Toraja. Petugas meringkus ET karena diduga menguasai narkotika jenis sabu seberat 100 gram. Dari situlah, peti besi mulai terbuka.
Saat menjalani pemeriksaan, ET tiba-tiba buka suara. Ia tidak hanya mengakui kepemilikan sabu. Lebih dari itu, ia membeberkan adanya permainan gelap di internal kepolisian. Ia menyebut oknum aparat Polres Toraja Utara selama ini menerima setoran darinya. Jumlahnya mencapai sekitar Rp 13 juta per minggu.
ET pun mengungkapkan bahwa praktik haram ini sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku rutin menyetorkan uang tersebut sejak September 2025. Artinya, aliran dana ini sudah mengalir selama berbulan-bulan sebelum akhirnya ia tertangkap tangan.
“Ini akan kita selidiki lebih lanjut, sejauh mana keterlibatan mereka, dan masing-masing perannya,” jelas Kombes Pol Zulham. Tim Propam kini bekerja ekstra untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat.
Propam Beraksi, Tak Ada Ampun bagi Oknum Nakal
Zulham menegaskan komitmennya untuk membersihkan institusi kepolisian. Ia menyatakan tidak akan mentoleransi oknum yang bermain dengan narkoba. “Intinya tidak ada tempat untuk oknum main-main, apalagi persoalan narkoba,” tutupnya dengan nada tegas.
Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Propam dalam menangani kasus ini. Mereka berjanji akan menindak tegas setiap anggota yang terbukti terlibat. Proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi institusi Polri. Kepercayaan publik kembali diuji dengan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam melindungi peredaran narkoba. Publik kini menanti hasil investigasi Propam dengan harap-harap cemas.
Apakah benar ada jaringan setoran dari pengedar narkoba ke oknum polisi? Ataukah ET hanya memberikan pengakuan palsu untuk meringankan hukumannya? Semua pertanyaan ini akan terjawab setelah Propam merampungkan pemeriksaan.
Masyarakat Menanti Kejelasan
Akibatnya, publik berharap kasus ini tidak berhenti di tengah jalan. Mereka ingin melihat bukti-bukti diungkap secara terbuka dan transparan. Pada intinya, masyarakat ingin memastikan bahwa tidak ada tempat bagi oknum-oknum yang mencoreng nama baik institusi Polri.
Apalagi kasus ini menyangkut narkoba yang selama ini menjadi musuh bersama. Jika terbukti ada oknum yang melindungi peredaran barang haram ini, maka hukuman berat harus segera dijatuhkan. Ini demi keadilan dan demi masa depan generasi bangsa.
Proses pemeriksaan intensif oleh Bid Propam Polda Sulsel terus berlangsung. Mereka menggali semua informasi, memeriksa aliran dana, serta mencari tahu apakah ada pihak lain yang terlibat dalam praktik haram ini. Hasilnya akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Kita semua tentu berharap kasus ini menjadi awal dari pembersihan internal yang sesungguhnya. Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota kepolisian untuk tidak bermain-main dengan narkoba. Karena sekali mereka terlibat, maka reputasi dan karier akan hancur, apalagi kepercayaan publik akan sirna.
Mari kita kawal bersama kasus ini. Jangan sampai ada upaya-upaya untuk menutup-nutupi atau melindungi oknum yang terlibat. Karena transparansi dan keadilan adalah harga mati yang harus ditegakkan, terutama ketika menyangkut penegak hukum itu sendiri.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











