JAKARTA, Cinta-news.com – Dunia maya baru saja dihebohkan oleh sebuah alat canggih milik Polri yang langsung menyedot perhatian publik. Bukan pistol atau mobil lapis baja, melainkan sebuah simulator kuda yang konon harganya bikin geleng-geleng kepala. Viral di berbagai platform media sosial, video para personel polisi tengah asyik “menunggangi” kuda virtual itu sontak memicu gelombang komentar dari warganet. Ada yang heran, ada yang mendukung, tak sedikit pula yang melontarkan candaan. Lantas, apa sebenarnya fungsi dari wahana modern ini?
Mabes Polri Akhirnya Angkat Bicara
Menyikapi riuhnya pembicaraan publik, Mabes Polri akhirnya angkat bicara. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, dengan lugas memberikan penjelasan detail mengenai alat kontroversial tersebut. Ia menegaskan, simulator berkuda ini sama sekali bukan mainan atau fasilitas mewah tanpa guna. Sebaliknya, ini merupakan bagian integral dari sistem pelatihan modern yang pengadaannya sudah direncanakan sejak lama.
“Jangan salah sangka dulu,” ujar Isir membuka pernyataannya kepada awak media di Jakarta, Selasa (10/3/2026). Ia kemudian mengungkapkan fakta yang mungkin akan mengejutkan banyak pihak. Ternyata, proses pengadaan simulator mutakhir ini menggunakan anggaran dari tahun 2016. Artinya, perencanaan dan pembeliannya sudah melalui tahapan yang panjang dan terukur, jauh sebelum kehebohan di media sosial terjadi.
Segini Lho Harga Per Unitnya
Yang paling bikin netizen penasaran tentu saja soal banderol harganya. Tanpa ragu, Isir menyebutkan angka fantastis tersebut. “Harganya per unit mencapai Rp 1 miliar,” ungkapnya. Ia menyadari angka ini mungkin terdengar sangat besar di telinga masyarakat awam. Namun, ia meminta publik untuk melihatnya dari sisi manfaat jangka panjang dan teknologi yang diusung.
Lebih lanjut, ia memaparkan secara rinci fungsi strategis dari simulator seharga miliaran rupiah tersebut. Alat ini bukan sekadar pajangan di Markas Direktorat Polisi Satwa, Kelapa Dua, Depok. Justru, perangkat ini menjadi tulang punggung pelatihan dasar bagi para Bhayangkara yang nantinya akan bertugas di satuan berkuda. Ia menjelaskan, tidak tanggung-tanggung, Polri mendatangkan empat unit simulator dengan fungsi yang berbeda-beda dalam satu kesatuan sistem latihan.
Bukan Cuma Satu, Ada Empat Fungsi Berbeda
Pertama, jelasnya, terdapat simulator yang dirancang khusus untuk mengajarkan teknik dasar menunggang. Di sini, para personel pemula akan belajar merasakan irama gerakan kuda, mulai dari sekadar berjalan santai, kemudian berlari, hingga mencapai fase galop. Galop sendiri merupakan gerakan lari kuda tercepat dengan ritme kaki yang seirama dan membutuhkan keseimbangan sempurna dari penunggangnya.
Kedua, Isir melanjutkan, ada simulator untuk latihan jumping atau melompati rintangan. “Bayangkan, mereka bisa berlatih melompati pagar atau parit berkali-kali tanpa risiko cedera pada kuda atau diri sendiri,” imbuhnya, mencoba memberikan gambaran konkret. Dengan simulator, kesalahan teknik bisa langsung dievaluasi tanpa takut membahayakan hewan.
Yang ketiga dan keempat, kata dia, adalah simulator dengan spesifikasi lebih tinggi. Kedua unit ini difokuskan untuk latihan balapan atau pengembangan kecepatan. Di sini, polisi satwa dapat mengasah kemampuan mengendalikan kuda dalam kecepatan tinggi, respons yang cepat, dan manuver di berbagai medan yang semuanya terproyeksi di layar monitor raksasa di depan mereka.
Viral di Medsos, Begini Penampakannya
Fenomena simulator kuda ini memang pertama kali mencuat setelah sebuah video memperlihatkan suasana di ruang pelatihan modern tersebut. Dalam rekaman yang beredar luas, tampak jelas beberapa anggota polisi, baik pria maupun wanita, sedang antusias mencoba alat tersebut. Mereka duduk kokoh di atas simulator yang menyerupai tubuh kuda, lengkap dengan pelana dan kendali.
Seorang instruktur dengan sabar mendampingi di samping mereka, memberikan arahan dan koreksi. Yang membuatnya terasa begitu nyata, di depan para personel tersebut terpampang layar monitor lebar. Layar itu menampilkan simulasi medan berkuda yang sangat realistis. Ada pemandangan padang rumput, lintasan tanah, hingga deretan rintangan yang harus mereka lewati.
Simulator Bergerak Realistis, Mirip Aslinya
Alat canggih ini pun tidak diam. Simulator bergerak secara dinamis mengikuti kondisi medan yang muncul di layar. Saat di layar kuda sedang menapaki tanjakan, simulator pun ikut menyesuaikan kemiringannya. Ketika melompati rintangan, getaran dan dorongan ke depan pun terasa. Alhasil, para pengguna benar-benar mendapatkan pengalaman latihan yang mendekati kondisi berkuda sebenarnya, namun dalam lingkungan yang 100 persen terkendali dan aman.
Di era di mana efisiensi dan keselamatan menjadi prioritas, kehadiran simulator ini sebenarnya menempatkan Polri sejajar dengan institusi kepolisian dunia lainnya yang telah lebih dulu memanfaatkan teknologi serupa. Dengan alat ini, latihan dapat dilakukan berulang kali tanpa mengenal lelah atau risiko cedera pada kuda. Polri tampaknya ingin memastikan bahwa satwa kebanggaannya tetap prima dan para personelnya memiliki jam terbang tinggi, bahkan sebelum benar-benar berinteraksi dengan kuda asli di lapangan. Jadi, meski harganya selangit, teknologi ini menawarkan efisiensi dan keamanan yang tak ternilai.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
