YOGYAKARTA, Cinta-news.com – Geger! Jajaran Polresta Yogyakarta menggerebek sebuah tempat penitipan anak (daycare) di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta pada Jumat (24/4/2026) sore. Petugas bertindak cepat setelah menduga tempat tersebut menjadi lokasi kekerasan dan penelantaran anak. Sungguh mengerikan!
Nah, ketika tim media melakukan pantauan di lokasi pada Sabtu siang, mereka mendapati daycare tersebut dalam kondisi tutup rapat. Bahkan, polisi sudah memasang garis polisi di sekeliling bangunan. Jadi, tidak ada seorang pun yang bisa masuk ke area tersebut.
Jika Anda perhatikan, berdasarkan spanduk yang terpasang di depan pagar, daycare bernama “Little Aresha” itu ternyata melayani penitipan anak mulai dari usia 2 bulan hingga 8 tahun. Bayangkan, balita sekecil itu dititipkan di sana!
ORANGTUA AKHIRNYA BUKA SUARA: “SAYA TEMUKAN LUKA LEBAM DI TUBUH ANAK SAYA!”
Lalu, bagaimana perasaan para orangtua setelah mendengar kabar ini? Salah satu orangtua yang menitipkan anaknya di daycare itu, Aldewa, mengaku baru mengetahui kabar penggerebekan tersebut dari media sosial pada Jumat sore. Ia pun langsung kaget bukan kepalang.
“Itu saya baca jam 5 ada ibu jemput katanya lihat di video sudah posisi diiket (anak) dan segala macam,” ungkap Aldewa dengan nada terkejut saat ditemui di Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).
Lebih lanjut, Aldewa mengakui bahwa dirinya sempat menemukan luka lebam di tubuh anaknya yang masih berusia 3 tahun. Namun, saat itu ia mengira luka tersebut akibat anaknya terjatuh saat bermain. Wah, ternyata asumsinya keliru!
“Kalau bekas luka, terakhir kemarin dijemput mbahnya itu ada luka lebam di kaki. Nah mbahnya enggak bilang apa-apa. Terus istri saya bilang kayaknya jatuh deh. Ya udah saya juga enggak tanya pihak sekolah,” jelas pria tersebut dengan nada menyesal.
Selain temuan luka lebam, Aldewa juga menyebut anaknya sempat menunjukkan tanda-tanda trauma yang cukup jelas. Misalnya, sang anak selalu menangis setiap hendak berangkat ke daycare. Sungguh memprihatinkan, bukan?
“Kalau pagi. Biasanya kalau mau sekolah mesti nangis. Tapi kalau udah sampai ‘cep’ diem,” tutur Aldewa menirukan perilaku anaknya.
ORANGTUA LAIN IKUT ANGKAT BICARA: KELUHAN KESEHATAN ANAK TAK PERNAH DISAMPAIKAN PIHAK DAYCARE!
Sementara itu, orangtua lainnya yang bernama Khairunisa mengungkapkan pengalaman yang tak kalah mengkhawatirkan. Ia mengaku anaknya yang berusia 1,5 tahun sering mengalami gangguan kesehatan selama dititipkan di tempat tersebut. Aduh, kasihan sekali si kecil!
“Dia pilek sampai sekarang belum sembuh. Terus batuk biasanya nggak pernah batuk. Batuknya sampai muntah-muntah,” ujar Khairunisa dengan nada kesal dan cemas.
Tak berhenti di situ, ia juga menyebut berat badan anaknya mengalami penurunan yang signifikan. Selain itu, anaknya pernah mengalami demam tinggi tanpa ada pemberitahuan sama sekali dari pihak daycare. Sungguh tidak bertanggung jawab!
“Berat badan juga dari 9 turun 8,” katanya mengungkapkan data yang mengkhawatirkan.
“Terus juga yang saya kaget dia demam sampai 38,7 derajat atau 39 itu tidak bilang ke kami. Bilangnya pas kami sudah ngomong. Buk ini demam ya. Oh iya demam kemarin,” lanjut Khairunisa menirukan pengakuan pihak daycare yang terkesan cuek.
Karena tak tahan dengan situasi ini, Khairunisa pun datang ke Polresta Yogyakarta untuk melapor sekaligus mencari kejelasan atas peristiwa yang menimpa anaknya. Ia benar-benar ingin keadilan ditegakkan!
“Melapor sekaligus melihat kejadian kemarin dan memang anak saya terlihat kondisi tangannya diikat di sini,” katanya dengan suara bergetar menahan emosi.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kekerasan dan penelantaran anak di tempat penitipan tersebut. Semoga proses hukum berjalan cepat dan transparan!
KONFIRMASI POLISI: BENAR, KAMI GEREBEK DAYCARE TERSEBUT!
Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Jadi, kabar ini 100% valid dan sedang ditangani serius oleh aparat!
“Penggerebekan tempat penitipan anak yang ada penganiayaan dan penelantaran,” ujar Pandia saat dihubungi oleh awak media pada Jumat malam.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Rizky Adrian menambahkan detail penting. Menurutnya, penggerebekan tersebut dilakukan langsung oleh Satuan Reserse Kriminal pada Jumat sore. Tim bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
Kemudian, ia menjelaskan bahwa tempat penitipan anak tersebut diduga kuat melakukan tindak pidana terhadap anak-anak yang dititipkan di sana. Sungguh perbuatan yang tidak manusiawi!
“Diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” tegas Kompol Rizky Adrian dengan nada serius.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
