Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Polisi dan TNI Akui Kesalahan dan Minta Maaf kepada Pedagang Es Gabus

Cinta-news.com – Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo akhirnya menemui penjual es gabus, Suderajat (49). Mereka sengaja mengadakan pertemuan di sebuah mushala dekat kontrakan Suderajat di Bojonggede, Bogor, pada Selasa malam (27/1/2026). Momen ini menjadi ajang permintaan maaf resmi setelah mereka sebelumnya menuduh Suderajat memakai spons dan melakukan penganiayaan di Kemayoran. Mereka datang dengan didampingi sejumlah pimpinan tinggi. Dandim 0501/JP, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra turut hadir. Begitu pula Danramil Bojonggede Mayor Arm Ruwijo, Danramil Kemayoran Mayor CPN M. Firdaus, Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful, Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Syafei, dan Kades Rawa Panjang Mohammad Agus ikut menyertai.

Video eksklusif pertemuan itu menunjukkan Ikhwan dan Heri berdiri mengapit Suderajat. Aiptu Ikhwan membuka percakapan dengan penuh penyesalan. “Izin saya Ikhwan bersama Pak Heri datang kemari didampingi teman-teman, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya atas yang terjadi, tidak ada niat sengaja untuk melukai bapak,” ucapnya. Ia kemudian mendoakan keberkahan dan mengharapkan masalah tidak terulang. Ikhwan pun menjabat tangan Suderajat yang didampingi sang istri.

Serda Heri pun segera mengambil giliran. Ia bersalaman dengan Suderajat dan menyampaikan permintaan maaf yang dalam. “Saya minta maaf dari dalam hati yang paling dalam ke pak Suderajat. Saya minta maaf yang paling dalam ya pak, sehat selalu,” ujar Heri. Adegan ini menghadirkan nuansa haru dan penyesalan yang tulus.

AKBP Roby Heri Saputra kemudian mengkonfirmasi maksud pertemuan ini. “Kami mewakili unsur pimpinan meminta maaf langsung kepada bapak Suderajat atas kesalahan dalam perlakuan anggota saat penanganan dugaan es dari spons,” tegas Roby. Ia menambahkan, “Alhamdulillah beliau memaafkan dan ikhlas, menganggap permasalahan sudah selesai.” Dengan kata-kata itu, konflik viral pun berakhir damai.

Awalnya, sebuah video yang memicu amarah publik telah menggemparkan media sosial. Dalam video itu, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo memberikan keterangan tentang es gabus Suderajat. Mereka bertindak tanpa menunggu hasil verifikasi laboratorium! Akun Instagram @feedgramindo mengunggah video Ikhwan yang memegang es gabus. “Nah sekarang ada pelaku yang menyamarkan nih. Intinya ini enggak boleh dimakan. Karena tadi kita coba kok rasanya beda, bukan kue. Ternyata nih bahannya dari spons. Spons dikasih sirup-sirup,” ujarnya.

Rekaman lain kemudian menunjukkan Serda Heri menginterogasi Suderajat. “Kenapa kamu jual?” tanya Heri. “Kalau berhenti (jualan) anak bininya makan apa?” jawab Suderajat dengan pasrah. Heri membalas dengan nada keras, “Ya kamu gimana, ini kalau anak-anak kecil memakannya bisa bikin penyakit.”

Potongan video terakhir justru menjadi puncak kontroversi. Dalam video itu, Serda Heri terlihat menyuruh Suderajat memakan es gabus jualannya sendiri. Ia berdalih jika es itu berbahaya, maka pedaganglah yang harus menanggungnya. Adegan inilah yang memantik kecaman luas, hingga akhirnya memaksa kedua aparat itu untuk berbaris meminta maaf secara terbuka.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version